Tur Konser Transnasional SagaBako 2025 –Konektivitas Dua Gitaris Vietnam dan Thailand

(VOVWORLD) - Untuk pertama kalinya, dua gitaris klasik yang berbakat yaitu Tran Quang Huy (Vietnam) dan Wadcharin Suksabsri (Thailand) telah bersama-sama melaksanakan tur-tur konser transnasional dengan nama SagoBako, dengan 15 malam pertunjukan di 8 kota besar di kawasan Asia Tenggara. Tur konser SagaBako 2025 menandai satu tonggak penting dalam perjalanan kerja sama kesenian antara dua gitaris asal dua negeri dengan kesenian gitar klasik yang sedang berkembang kuat. Proyek ini tidak hanya memiliki nilai musik saja, melainkan juga menyebarkan pesan tentang konektivitas kebudayaan melalui bahasa bersama yaitu musik. 
 
Tur Konser Transnasional SagaBako 2025 –Konektivitas Dua Gitaris Vietnam dan Thailand - ảnh 1Gitaris Tran Quang Huy dan Wadcharin Suksabsri. Foto: VOV

Di panggung CLEFS Stage, pada satu Minggu malam pada awal bulan Mei ini, gitaris Tran Quang Huy dan Wadcharin Suksabsri dengan asyik mempertunjukan karya Milonga Argentina – Justo Tomás Morales untuk membuka acara pertunjukan bersama di Kota Hanoi – malam pertunjukan ke-8 dalam tur 15 malam pertunjukan SagoBako. Jari-jari meluncur ringan di atas senar bersama dengan gaya pertunjukan yang profesional dari kedua gitaris telah sungguh-sungguh menaklukkan para penonton.

-Dua gitaris memiliki gaya yang berbeda. Jika gitaris Quang Huy memiliki gaya serius, maka gitaris Thailand memiliki gaya gembira dan lucu. Karena perbedaan ini, kombinasi antara dua gitaris telah membawa gaya pertunjukan yang beragam. saya sangat menyukai acara pertunjukan karya-karya tango dan karya tari Achentina.

-Ini untuk pertama kalinya saya menonton pertunjukan band SagoBako, sangat menarik. Mereka bermain gitar dengan sangat fokus dan memberikan warna baru kepada karya-karya. Pada malam pertunjukan ini, kedua gitaris telah mempertunjukkan beberapa karya yang sangat baru, menuntut teknik tinggi, meski saya adalah pemain gitar tetapi belum pernah mendengarkannya.

Untuk pertama kalinya bertemu pada Acara penyampaian penghargaan dan Festival Gitar Asia Tenggara tahun 2018 di Bangkok, kecintaan bersama terhadap gitar klasik telah menjadi tali yang menghubungkan mereka melintasi batasan geografis untuk membentuk duo pemain yang serasi. Karena tinggal di dua negara yang berbeda, pelatihan bersama menjadi satu tantangan yang tidak kecil. Quang Huy dan Wadcharin telah memanfaatkan pertemuan-pertemuan pada festival-festival gitar di kawasan untuk langsung berlatin, bahkan tidak ragu untuk bepergian ke negara ketiga untuk dapat berlatih bersama. Di samping itu, mereka juga bertukar pendapat melalui rekaman.

Ide penyelenggaraan tur konser transnasional SagoBako direncanakan sejak akhir tahun 2024. SagoBako juga justru merupakan nama band dengan makna bahwa “Sago” adalah Sai Gon (Kota Ho Chi Minh), tempat tinggal Tran Quang Huy, dan Bako adalah Bangkok, tempat tinggal Wadcharin. “SagoBako” juga berarti konektivitas antara dua gitaris di dua negeri yang berbeda. Dengan tur konser SagoBako tahun 2025 ini, dua gitaris tersebut juga melaksanakan malam-malam pertunjukan di Kota Ho Chi Minh, Can Tho, Long Xuyen, Da Lat, Hai Phong dan Ha Noi (Vietnam), Singapura, dan Bangkok (Thailand).

-Meski kami sedang tinggal di dua negeri berbeda dengan kebudayaan berbeda, tetapi musik telah membantu kami mengatasi semua rintangan tentang bahasa dan budaya. Saat kami bersama, kami adalah SagoBako. Kami menggunakan bahasa musik untuk bermain gitar dan berkonektivitas satu sama lain.

-Melalui tur konser ini, saya ingin memberikan keindahan musik kepada semua orang dan menginspirasi orang untuk bermain gitar bersama. Sama seperti Wadcharin dan saya yang tinggal di dua negeri berbeda dan kami masih bisa bermain bersama, orang-orang di kota yang sama tentu bisa berkonektivitas untuk bermain gitar bersama.

Setelah malam pertunjukan di Hanoi, dua gitaris akan melanjutkan pertunjukan di Kota Hai Phong, Singapura dan Thailand. Tur konser akan berakhir pada tgl 17 Mei pada Acara penyampaian penghargaan dan Festival Gitar Asia Tenggara di Bangkok. Setelah tur konser ini, Tran Quang Huy dan Wadcharin merencanakan beberapa konser di negara-negara lain, seperti Indonesia – tempat di mana bandnya diundang.

 

-Tran Quang Huy (lahir pada tahun 1991) adalah wajah yang familiar bagi para pencinta gitar di Vietnam dan kawasan, dengan serentetan penghargaan yang mengesankan, seperti Hadiah Pertama Festival Gitar Internasional Sai Gon pada tahun 2017 dan 2019, Hadiah Kedua Festival Gitar Klasik Pattaya pada tahun 2017, Hadiah Ketiga Gitar Asia pada tahun 2022.

- Wadcharin Suksabsri (lahir pada tahun 1990), adalah gitaris asal Bangkok. Dia lulus dengan gelar Sarjana dan Magister Pertunjukan Musik di Universitas Silpakorn. Wadcharin Suksabsri pernah memenangkan Kontes Gitar Martinez Thailand 2020.

Komentar

Yang lain