(VOVWORLD) - Pada 14 Oktober waktu lokal, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Majelis Umum PBB angkatan ke-80 telah memilih para anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB masa bakti 2026-2028, di mana Vietnam terpilih kembali ke posisi ini dengan jumlah suara dukungan terbanyak di antara para kandidat yang mewakili kawasan Asia-Pasifik. Ini merupakan tonggak sejarah yang menunjukkan kepercayaan PBB dan komunitas internasional terhadap posisi, prestise serta sumbangan praktis Vietnam dalam mendorong dan melindungi HAM; terus menegaskan posisi Vietnam dalam perjalanan kerja sama multilateral.
Foto ilustrasi: VOV |
Dengan jumlah suara dukungan sebesar 180/190, Vietnam, menjadi satu-satunya negara dari Asia-Pasifik, yang terpilih kembali menjadi anggota Dewan HAM PBB untuk masa bakti 2026-2028, dan ini untuk ketiga kalinya Vietnam memegang posisi ini (2014-2016; 2023-2025).
Catatan dan apresiasi komunitas internasional
Hasil ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan sebuah proses upaya dan dedikasi yang terus-menerus dan bertanggung jawab. Vietnam senantiasa berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kegiatan-kegiatan Dewan HAM PBB sejak badan ini didirikan pada tahun 2006.
Kepercayaan terhadap Vietnam tercermin dari pengakuan masyarakat internasional terhadap meningkatnya peranan, posisi, prestise, dan potensi Vietnam di kancah internasional.
Dewasa ini, di Dewan HAM pada khususnya dan forum-forum multilateral pada umumnya, Vietnam menunjukkan citra satu bangsa yang sedang memasuki era baru dengan institusi politik yang stabil, ekonomi yang berkembang pesat, integrasi yang intensif dan ekstensif, mencapai banyak kemajuan di sektor jaring pengaman sosial, pengembangan budaya, kesehatan, pendidikan, perawatan kehidupan rakyat. Kepercayaan tinggi terhadap Vietnam juga sekali lagi menegaskan sinergi, dukungan dan apresiasi dari PBB dan komunitas internasional terhadap kebijakan luar negeri yang konsekuen dari Partai dan Negara Vietnam. Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam, Nguyen Minh Hang, menegaskan:
Pemilihan Vietnam oleh negara-negara untuk terus menjadi anggota Dewan HAM PBB segera setelah Vietanm siap menyelesaikan masa bakti 2023-2025 menunjukkan tingginya kepercayaan negara-negara tersebut terhadap cara pendekatan Vietnam yang kooperatif dan seimbang pada masa bakti lalu, secara bersamaan menegaskan harapan dan kepercayaan mereka terhadap peranan dan kontribusi Vietnam dalam memajukan kerja sama untuk menjamin HAM di tengah perkembangan situasi dunia yang kompleks.
Keberhasilan Vietnam pada pemilihan Dewan HAM PBB kali ini, bersama dengan penyelenggaraan Acara penandatanganan Konvensi PBB tentang kriminalitas siber oleh Vietnam pada 25 dan 26 Oktober mendatang merupakan pelaksanaan yang aktif, efektif dan nyata Resolusi Nomor 59 Polit Biro Komite Sentral Partai Komunis Vietnam tentang Integrasi internasional dalam situasi baru. Hal ini menegaskan posisi Vietnam dari sekesar mitra yang aktif dan bertanggung jawab dari komunitas internasional menjadi lebih bertanggung jawab dalam membangun dan menetapkan masalah dunia bersama.
Mendorong bidang-bidang prioritas, semuanya demi HAM
Masa bakti Vietnam sebagai anggota Dewan HAM PBB untuk periode 2026-2028 akan resmi dimulai pada 1 Januari 2026. Dalam masa bakti ini, Vietnam akan terus mendorong 8 bidang prioritas untuk meningkatkan efisiensi kegiatan Dewan HAM. Vietnam akan terus berkontribusi pada upaya-upaya bersama komunitas internasional, memenuhi perhatian bersama tentang HAM dengan semangat “Rasa hormat dan pengertian-Dialog dan kerja sama-Semua HAM untuk semua orang”. Wakil Menteri Luar Negeri Nguyen Minh Hang menunjukkan:
Dalam masa bakti 2023-2025, Vietnam telah menetapkan pedoman partisipasinya yaitu “Rasa hormat dan pengertian-Dialog dan kerja sama-Semua HAM untuk semua orang”. Dalam masa bakti mendatang, kita tetap melanjutkan pedoman ini dan prioritas-prioritas yang telah ditekankan dalam masa bakti lalu. Itulah isu-isu terkait dengan penjaminan HAM dalam konteks perubahan iklim, era digital dan peningkatan pemberdayaan perempuan. Namun, dalam masa bakti baru, di tengah perubahan situasi dunia, Vietnam terus bersama dengan para anggota mendorong gagasan dan agenda kerja sama, yang mampu menjawab perhatian komunitas internasional secara lebih praktis dan efektif.
Terpilihnya kembali Vietnam menjadi anggota Dewan HAM PBB untuk masa bakti 2026-2028 bukan hanya kemenangan diplomatik, tetapi juga hasil kepercayaan internasional terhadap Vietnam. Dari partisipasi pada pasukan pemelihara perdamaian PBB, pemberian bantuan kemanusiaan selama pandemi COVID-19, hingga inisiatif tentang pemulihan hijau, Vietnam selalu membuktikan dirinya sebagai mata rantai aktif dalam rantai upaya global. Tugas baru juga menetapkan misi yang luhur yaitu: Vietnam diharapkan akan memberikan kontribusi yang lebih kuat dalam proses HAM global - tidak hanya melalui komitmen, tetapi juga melalui tindakan nyata, tanggung jawab, dan inisiatif yang efektif./.