(VOVWORLD) - Hari ini, tgl 15 Maret, masyarakat Vietnam memulai Pesta demokrasibesar: pemilihan umum (pemilu) anggota Majelis Nasional (MN) Angkatan XVI dan anggota Dewan Rakyat berbagai tingkatan umtuk masa jabatan 2026-2031.
Ini merupakan peristiwa politik terpenting dalam sistem tata kelola Negara. Setiap suara pemilih bukan sekadar pilihan individu, melainkan penentu kualitas badan kekuasaan Negara, kualitas institusi serta motor penggerak bagi kemajuan tanah air dalam 5 tahun mendatang.
Keberhasilan pemilu akan menentukan kualitas dan sosok MN sepanjang masa jabatan, sekaligus menjadi fondasi dalam membangun MN Angkatan XVI yang benar-benar menjadi inovatif, profesional, bertindak dan mampu memimpin reformasi instituasi, memenuhi kebutuhan pembangunan di era baru.
Ilustrasi (Foto: VOV) |
Merealisasikan Aspirasi Pembangunan
Pemilihan anggota MN Angkatan XVI dan Dewan Rakyat berbagai tingkatan untuk masa bakti 2026-2031 berlangsung pada saat kunci dalam proses pembangunan tanah air. Setelah berbagai prestasi penting yang dicapai selama empat dekade pembaruan, Vietnam tengah memasuki tahap pembangunan baru dengan tuntutan yang lebih tinggi terkait kualitas pertumbuhan, daya saing nasional dan efisiensi tata kelola Negara.
Kongres Nasional XIV Partai Komunis Vietnam yang berlangsung pada akhir Januari lalu menetapkan dengan jelas tugas untuk terus menyempurnakan Negara hukum sosialis secara sinkron, membangun institusi pembangunan yang berkelanjutan, modern dan transparan, serta mendorong industrialisasi dan modernisasi berbasis ilmu pengetahuan digital. Selain itu ditekankan pula pemgembangan ekonomi dan masyarakat digital, peningkatan kualitas manajemen Negara serta proaktif dalam melakukan integrasi internasional secara komprehensif, intensif dan ekstensif.
Sekjen To Lam menyampaikan pidato di konferensi nasional menggelarkan persiapan pemilihan pada 15 November tahun 2025 (Foto: VOV)
|
Setiap suara pemilih tidak hanya memilih perwakilan untuk daerah atau sektornya, tetapi turut memilih individu dengan pola pikir, visi dan kemampuan yang tepat untuk ikut menentukan masa depan bangsa. Pada Konferensi Nasional mengenai persiapan pemilihan pada 15 November 2025, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV), To Lam menuturkan:
“Perlu dilakukan sosialisasi secara luas agar setiap pejabat dan anggota Partai serta masyarakat menyadari makna dan pentingnya pemilu, serta kehormatan dan tanggung jawab setiap suara terhadap masa depan tanah air. Kita perlu memprioritaskan pencalonan figur yang memiliki pola pikir inovatif, berani berpikir, berani bertindak, berani bertanggung jawab, memiliki visi dan kemampuan dalam menentukan kebijakan konstruktif dalam mengembangkan daerah setempat dan tanah air di era baru”.
Tempatkan Kepercayaan, Aspirasi dan Tanggung Jawab
Partisipasi lebih dari 70 juta pemilih pada pemilu kali ini mencerminkan keterlibatan lebih dari 70 juta pemegang kedaulatan dalam membangun aparatur kekuasaan negara. Dari wilayah pegunungan hingga dataran rendah, dari perkotaan hingga pelosok kepulauan, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menentukan siapa yang akan mewakili mereka di MN dan Dewan Rakyat di berbagai tingkatan.
Pemilihan awal di laut dilaksanakan secara cukup proses dan ketentuan hukum (Foto: VOV) |
Setiap suara yang diberikan merupakan wujud kepercayaan, aspirasi dan tanggung jawab yang didelegasikan pemilih kepada wakilnya untuk memutuskan kebijakan-kebijakan krusial bangsa dan daerah setempat. Pemilih Cu A Chu, di Dusun Lao Chai 1, Provinsi Lai Chau menuturkan: “Saya berharap para anggota akan memberikan perhatian dan lebih dekat dengan masyarakat, aktif mendengarkan pendapat masyarakat etnis minoritas. Dengan begitu, pendapat sah masyarakat dapat disampaikan kepada Partai dan Negara agar berbagai Resolusi Partai dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat”.
Setiap suara pemilih melambangkan kepercayaan dan kekuatan persatuan nasional, serta semangat, tanggung jawab serta tekad rakyat sebagai pemegang kedaulatan negara. Pemilu masa bakti 2026-2031 adalah momentum di mana tekad masyarakat bersatu menjadi kekuatan nasional, demi cita-cita membangun negara yang maju, berkelanjutan dan perkasa.