Bagian 1: Jejak Peringatan HUT ke-70 Hubungan Vietnam-Indonesia
Para pendengar! Dalam rangka memperingati HUT ke-70 hubungan diplomatik Vietnam-Indonesia, sepanjang tahun 2025 ini, banyak kegiatan peringatan yang berkesan khusus telah diselenggarakan dengan semarak di kedua negara yang mencerminkan kedalaman persahabatan dan tekad kedua negara dalam memperkuat kerja sama. Mari simak bersama rangkuman VOV dalam “Jejak Bersejarah Peringatan HUT ke-70 Hubungan Vietnam-Indonesia”.
Sekjen To Lam menghadiri Konser Musik Peringatan HUT ke-70 Hubungan Diplomatik Vietnam-Indonesia (Foto: VNA) |
Tahun peringatan ini diawali dengan peristiwa bersejarah, yakni peningkatan hubungan Vietnam dan Indonesia menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif, bertepatan dengan kunjungan Kenegaraan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KSPKV), To Lam ke Indonesia. Dalam rangkaian kunjungan dari 9 hingga 11 Maret 2025 tersebut, Sekjen To Lam beserta Istri telah menghadiri Konser Musik Peringatan HUT ke-70 Hubungan Diplomatik Vietnam-Indonesia di Jakarta, Ibukota Repubik Indonesia.
Untuk pertama kalinya, para seniman terkemuka Vietnam memperkenalkan kepada para sahabat Indonesia karya-karya musik klasik di dunia dengan beragam instrumen musik tradisional Vietnam serta berbagai melodi lagu rakyat dan lagu-lagu terkenal dari kedua negara. Musik telah lebih mendekatkan rakyat kedua negeri dan memberikan inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus memelihara semangat kerja sama dan persaudaraan yang telah terjalin selama 70 tahun terakhir. Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon memberitahukan:
“Konser ini menyimboli keindahan antarkebudayaan dan musik antara kedua negara. Para seniman telah membuat simfoni dari harapan, kemampuan pulih dan kesatuan, mencerminkan suara hati rakyat kedua negeri yang bersama-sama menuju masa depan dan menyebarkan aspirasi kepada generasi mendatang untuk terus mengembangkan semangat kerja sama dan persaudaraan yang telah meletakkan hubungan kedua negara selama 70 tahun terakhir ini”.
Para utusan peserta lokakarya Hubungan Kemitraan demi Kemajuan dan Kemakmuran” yang diselenggarakan oleh IVFA pada Februari 2025 (Foto: VOV) |
Asosiasi Persahabatan Vietnam-Indonesia (VIFA) dan Asosiasi Persahabatan Indonesia-Vietnam (IVFA) telah resmi menjadi jembatan penghubung yang kokoh untuk menghubungkan dan mempromosikan kerja sama antar masyarakat kedua negeri. Pada tahun 2025 kedua Asosiasi tersebut telah menyelenggarakan berbagai lokakarya seperti: “Hubungan Kemitraan demi Kemajuan dan Kemakmuran” pada Januari 2025 di Kota Jakarta dan “Vietnam-Indonesia Menuju Tahun 2045: Memperkuat Hubungan Kemitraan, Memperluas Kerja Sama serta Memperdalam Hubungan Persahabatan” pada Maret 2025 di Kota Hanoi.
Panorama lokakarya : "Vietnam-Indonesia Menuju Tahun 2045: Memperkuat Hubungan Kemitraan, Memperluas Kerja Sama serta Memperdalam Hubungan Persahabatan” yang diselenggarakan VIFA pada Maret 2025 (Foto: VOV5) |
Menurut Tran Minh Hung, Ketua Asosiasi Persahabatan Vietnam-Indonesia, kegiatan-kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bertujuan untuk memperbarui semua informasi terkini mengenai kerja sama ekonomi antara Vietnam dan Indonesia, semua potensi dan ranah yang bisa terus dimanfaatkan oleh kedua pihak untuk mempromosikan perdagangan serta semua langkah dan inisiatif yang mungkin dilaksanakan kedua pihak untuk mendorong kerja sama ekonomi-perdagangan.
“Saat ini, Vietnam merupakan satu-satunya mitra strategis bagi Indonesia di kawasan ASEAN. Kebijakan konsisten Vietnam adalah senantiasa menghargai hubungan dengan negara-negara tetangga dan ASEAN, di antaranya Indonesia. Silaturahmi antar warga serta konektivitas antara wilayah kedua negara juga diperkuat melalui peningkatan sejumlah kunjungan dan mobilitas masyarakat. Kini, Vietnam telah menjadi salah satu destinasi favorit bagi masyarakat Indonesia dengan jumlah wisatawan Indonesia ke Vietnam yang meningkat secara pesat”.
Foto Presiden Sukarno dan Presiden Ho Chi Minh di pameran (Foto: VOV) |
Memasuki bulan Desember – sebagai puncak peringatan, berbagai kegiatan kebudayaan telah diselenggarakan secara luas di Kota Hanoi dan Kota Ho Chi Minh. Pameran-pameran yang diselenggarakan di Kota Hanoi turut menyosialisasikan secara intensif dan ekstensif tentang negara, manusia dan prestasi kerja sama bilateral, yang menonjol yaitu: Pameran “Vietnam-Indonesia: 70 Tahun Kerja Sama dan Perkembangan” dan “Vietnam-Indonesia: Melalui Lensa Persahabatan”. Secara khusus, pada 2025, Madjid Salamad di Kecamatan Long Xuyen, Provinsi An Giang dengan bantuan dari organisasi-organissi internasional, termasuk Indonesia sudah diresmikan dan menjadi tempat ibadah penting bagi umat Islam dan Komunitas warga Indonesia yang menetap di Vietnam Selatan.
Selama 70 tahun ini, hubungan Vietnam-Indonesia, Radio Suara Vietnam (VOV) selalu mendampingi upaya sosialisasi dan penyebarluasan informasi melalui kanal-kanal siaran multi-bahasa dan sistem multi-media terkini. Baru-baru ini, Lomba “Mencari Tahu tentang Hubungan Kerja Sama Vietnam-Indonesia” (November 2025) telah menarik partisipasi dari banyak pendengar. Ratusan karya peserta tidak hanya turut memperkuat pemahaman masyarakat mengenai hubungan diplomatik kedua negara saja, tetapi juga menegaskan peran VOV dalam mendukung kegiatan-kegiatan diplomasi masyarakat kedua negara.
Satu acara kesenian dalam Upacara penyampaian penghargaan Lomba mencari tahu tentang hubungan persahabatan Vietnam-Indonesia (Foto: VOV) |
Ngo Minh Hien, Wakil Direktur VOV, Kepala Dewan Juri Lomba tersebut menyampaikan: “Mengalami perjalanan tujuh dekade, hubungan Vietnam-Indonesia terus berkembang pesat dan telah ditingkatkan menjadi Hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif. Hubungan ini dibangun di atas fondasi kepercayaan yang kokoh serta kerja sama yang efektif di berbagai sektor. Seluruh pencapaian ini tidak hanya mempertegas arti penting hubungan kedua negara saja, tetapi juga menjadi inspirasi bagi VOV dan KBRI Hanoi untuk berkoordinasi menyelenggarakan lomba hari ini. Saya percaya bahwa Lomba ini tidak hanya memberikan pengetahuan yang berharga tetapi juga memberikan kontribusi yang berarti pada hubungan persahabatan Vietnam-Indonesia, menjadikan kerja sama antara kedua negara kian mendalam, substansial, dan efektif”.
Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-70 hubungan diplomatik Vietnam-Indonesia pada 2025 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang kembali kerja sama yang erat antara kedua negara saja, tetapi juga menunjukkan tekad bersama dalam memperdalam lebih lanjut hubungan Kemitraan Strategis yang Komprehensif.
Untuk lebih memahami peran kerja sama budaya dan pendidikan dalam hubungan antara kedua negara, mari kita ikuti wawancara wartawan VOV kepada Ibu Jane Madahlena Nelly Runkat, Kuasa Usaha Sementara Kedutaan Besar Indonesia di Vietnam.
Wawancara wartawan VOV kepada Ibu Jane Madahlena Nelly Runkat, Kuasa Usaha Sementara Kedutaan Besar Indonesia di Vietnam. Foto: VOV |
-Wartawan: Yang Mulia Ibu Jane Runkat, sudilah kiranya Ibu menyampaikan beberapa pencapaian yang menonjol dalam kerja sama kebudayaan antara Vietnam dan Indonesia selama 70 tahun terakhir?
-Kuasa Usaha Sementara: Kalau 70 tahun nampaknya sudah cukup lama. Tapi mungkin yang paling berkesan itu tentu saja diawali dari pertemanan, persahabatan antara Presiden Ho Chi Minh tentu saja dengan Presiden Soekarno. Itu menjadi semacam landasan yang sangat kuat untuk persahabatan antara Indonesia dengan Vietnam. Dalam 70 tahun terakhir, cukup banyak pencapaian budaya yang sampai bisa kita lihat dan kita rasakan sekarang. Beberapa hal yang menjadi contoh khususnya dalam 5 tahun ini. Minggu yang lalu kita baru saja ada peresmian masjid di An Giang. Ini bentuk kerjasama terutama people to people. Jadi ini sudah melebihi kerjasama antara pemerintah atau dengan bisnis, di mana masyarakat langsung saling berkolaborasi. Kemudian beberapa waktu sebelumnya, kita sempat ada dari sisi kebudayaan itu ada miniatur Borobudur di kota Bac Ninh. Itu juga menambah pemahaman mengenai budaya dan sejarah tidak hanya Indonesia, Vietnam tapi bahkan dari zaman dahulu kala.
-Wartawan: Pariwisata dinilai sebagai saluran penting untuk meningkatkan pemahaman tentang budaya. Bagaimana pandangan Ibu tentang potensi kerja sama antara kedua negara di sektor ini?
Ibu Jane Madahlena Nelly Runkat menjawab interviu (Foto VOV) |
-Kuasa Usaha Sementara: Baik Indonesia juga Vietnam kita sama-sama cukup terkenal di dunia. Karena kita punya tempat-tempat wisata yang sangat dikenal oleh masyarakat dunia. Kalau di Vietnam ada di utara ada Sapa, Halong Bay. Ini adalah tempat pariwisata kelas dunia, sudah nomor satu atau nomor dua setiap kali ada rating internasional. Kalau di Indonesia orang tentunya tahu pulau Bali, ada pulau Kalimantan, tidak hanya alam tapi juga ada konservasi untuk hewan, ada konservasi untuk tanaman-tanaman yang sangat jarang.Pariwisata ini kembali lagi harus dibantu dari infrastruktur. Satu infrastruktur dari konektivitas penerbangan, kemudian infrastruktur yang lain seperti transportasi, kemudian juga akomodasi perhotelan.
Beberapa cara yang perlu kita lakukan itu antara lain penerbangan yang langsung. Sekarang sudah ada penerbangan langsung antara Indonesia dengan Vietnam. Tapi di dua kota besar ya Baru dari Ho Chi Minh City dan di Hanoi, kalau yang di Indonesia dari Jakarta dan dari Denpasar Bali. Ini kita harapkan semakin tingginya intensitas hubungan ekonomi, perdagangan, kemudian pendidikan dan juga people to people exchange.Nanti akan membangun lebih banyak lagi ini penerbangan antara Indonesia dan Vietnam. Kita sudah mendengar bahwa mungkin tahun depan akan dibuka penerbangan lewat Danang (Jakarta-Danang).
Juga join promotion. Jadi kita bisa misalnya mendorong join promotion untuk wisatawan yang datang dari Eropa, dari kawasan Amerika atau Amerika Latin, dari Timur Tengah.
-Wartawan: Pendidikan dan pertukaran akademis dipandang sebagai faktor penting dalam pertukaran budaya antara kedua negara. Di bidang ini, kegiatan spesifik apa yang telah dan akan dilakukan kedua belah pihak untuk memperkuat kerja sama, Bu?
-Kuasa Usaha Sementara: Dalam lima tahun terakhir di sini terutama zaman Pak Duta Besar Denny Abdi. Pendidikan ini jadi salah satu prioritas beliau. Jadi melihat bahwa Vietnam ini sangat maju di sisi teknologi, di sisi digital dan juga industri EV melalui Vingfast. Tentu saja karena di semua negara ASEAN tidak ada yang memiliki industri mobil baterai kecuali Vietnam. Jadi pendidikan untuk kita mengejar supaya baik Indonesia dengan Vietnam ini bisa sama-sama maju, kita menjadi supplier orang-orang pintar tidak hanya untuk Indonesia dan Vietnam, tapi untuk dunia. Jadi kita terakhir mengusahakan kesepakatan untuk pendidikan antara FPT University di Vietnam yang sangat kuat untuk teknologi, semikonduktor, AI. Pendidikan di Indonesia dengan grup Muhammadiyah. Mereka bekerjasama selain untuk mencerdaskan anak muda, t.api juga mencari membuka peluang untuk anak muda yang cerdas ini untuk mendapatkan pekerjaan
Kemudian yang satu lagi yang mengenai persahabatan yang penting itu adalah bahasa. kami menginginkan makin banyak orang Vietnam yang mau belajar bahasa Indonesia, mau berkunjung dan memahami lebih banyak tentang Indonesia. Dan sebaliknya juga, makin banyak orang Indonesia yang bisa belajar bahasa Vietnam. Kemudian mau berkunjung dan lebih mengenal Vietnam dari sisi sejarah, kemudian dari sisi pembangunan, ekonomi dan sosial budaya yang sekarang sangat maju.
Kalau yang lain-lainnya kita cukup banyak kerjasama MOU pendidikan tinggi lebih dari 20 setidaknya dalam 5-6 tahun terakhir ini berbagai bidang-bidang pengajaran, kemudian kerjasama pendidikan hukum, ekonomi itu cukup banyak memang.
-Wartawan: Ya, Ibu Jane Runkat, berdasarkan penjelasan yang baru saja Ibu ungkapkan, bisa dilihat bahwa selama 70 tahun terakhir, kerja sama Vietnam-Indonesia pada umumnya, dan kerja sama kebudayaan pada khususnya, telah tumbuh semakin mendalam, efektif, dan substansial. Pada peringatan HUT ke-70 hubungan diplomatik antara kedua negara, apa pesan yang ingin Ibu sampaikan kepada masyarakat di kedua negeri?
70 tahun, ini adalah momentum yang paling tepat bagi kedua negara. Karena sekarang kita sedang berada di arah, di jalan yang terbuka lebar, Peluang menuju ke visi masing-masing negara. Jadi kita punya visi Indonesia kita menyebutkan Indonesia emas , Kalau Vietnam kan menjadi negara High income country. Untuk menjalani jalan ke situ Kita harus melipatgandakan Kemampuan yang ada sekarang. Karena kalau kita tidak melipatgandakan lewat kemajuan industri kemajuan teknologi, Kita tidak akan mampu mencapai Visi 2045. Nah ini dengan berjalan bersama-sama dari momentum 70 tahun ini Ini adalah satu cara dimana kita bisa mendapatkan teman untuk berjuang bersama menuju ke visi 2045.
-Wartawan: Para pendengar yang budiman! Seperti halnya yang baru saja disampaikan oleh Ibu Jane Runkat, Kuasa Usaha Sementara Kedutaan Besar Indonesia, dengan saling menghubungkan masyarakat dan berjalan beriringan, kita pasti akan berkembang bersama. Terima kasih kepada Ibu Jane Runkat karena telah meluangkan waktu untuk berbincang bersama dengan kami dalam wawancara ini!
Bagian 3: Generasi muda - jembatan penghubung budaya Vietnam – Indonesia
Para pendengar, melalui wawancara di atas, dapat kita lihat bahwa kerja sama budaya dan silaturahmi rakyat merupakan fondasi yang membentuk kedalaman yang berkelanjutan bagi hubungan Vietnam-Indonesia. Dan dari fondasi itu, satu kekuatan yang kian berperan penting dalam menghubungkan dua negara, yaitu generasi muda. Dengan kreativitas, energi dan cara-cara pendekatan yang baru, kaum muda Vietnam dan Indonesia sedang turut mendekatkan budaya masing-masing kepada publik, dari seni, bidang akademik hingga ruang digital. Berikut ini, silakan Anda Sekalian mendengarkan kisah-kisah tentang “Generasi muda - jembatan penghubung budaya Vietnam – Indonesia”, di mana persahabatan dilanjutkan dengan daya muda dan aspirasi konektivitas untuk masa depan.
“Setiap kali menampilkan tarian tradisional Indonesia dan mendengar tepuk tangan meriah dari para penonton, saya merasa sangat bangga karena telah turut memperkenalkan keindahan negeri kepulauan kepada masyarakat Vietnam.”
“Saya berencana akan menyebarluaskan budaya Vietnam dan Indonesia lewat fashion dan seni pertunjukan agar bisa lebih mudah diterima oleh masyarakat luas, terutama generasi muda”.
Lan Phuong, mantan mahasiswi seni tari dari Universitas Teater dan Perfilman Vietnam; Yandrina, kreator konten muda Indonesia, merupakan kepingan-kepingan menarik dalam perjalanan menghubungkan budaya Vietnam–Indonesia.
Indonesia - negara dengan budaya yang khas, memiliki ribuan tarian tradisional yang menceritakan kisah sejarah dan kehidupan. Sebagai seorang penari profesional, Lan Phuong pertama kali mengenal tarian Indonesia pada tahun 2019 melalui perkenalan dari seorang temannya. Ia dengan cepat tertarik pada kelembutan, kehalusan, dan emosional dari tarian-tarian tradisional tersebut.
Lan Phuong dalam pakaian tradisional Indonesia (Foto diberikan tokoh) |
Titik balik besar dalam perjalanan Lan Phuong datang pada tahun 2023, ketika ia mendapat beasiswa “Indonesian Art & Cultures Scholarship” untuk mempelajari seni tari di Padang, Pulau Sumatera, Indonesia.
Selama hampir tiga bulan rajin berlatih bersama mahasiswa internasional lainnya, Lan Phuong berhasil menguasai dua tarian yang cukup sulit dari masyarakat Minangkabau, yaitu Randai dan Selendang.
Lan Phuong tidak hanya menampilkan tarian-tarian tersebut, tetapi juga membawanya kembali ke Vietnam, untuk membimbing dan menginspirasi kaum muda yang mencintai seni.
“Saya ingin terus menghadirkan nilai-nilai budaya tradisional melalui tarian kepada masyarakat Vietnam. Dalam jangka panjang, saya berharapmembuka kelas tari bagi pemuda di Vietnam, sehingga mereka dapat lebih memahami keindahan dan semangat dari tarian Indonesia”-Kata Lan Phuong
Berkat hal tersebut, tarian-tarian Indonesia semakin tersebar secara luas dan hadir dalam berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Vietnam, serta menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari berbagai program silaturahmi antara kedua negara.
Bagi Lan Phuong, setiap gerakan dan setiap langkah tari bukan sekadar teknik, melainkan cara untuk menceritakan kisah budaya Indonesia kepada publik Vietnam.
Lan Phuong (kanan) dan temannya dalam tarian tradisional Indonesia (Foto diberikan tokoh) |
Jika Lan Phuong membawa budaya Indonesia ke Vietnam melaui melalui seni, maka di Indonesia, Yandrina, 24 tahun, menggunakan bahasa dan musik untuk memperkenalkan budaya Vietnam kepada masyarakat setempat. Ia mulai belajar bahasa Vietnam sejak tahun 2021 melalui satu kelas bahasa Vietnam gratis yang diselenggarakan seorang penyiar Radio Suara Vietnam.
Yandrina dalam busana Ao Dai Vietnam (Foto diberikan tokoh) |
Melalui kisah-kisah yang diceritakan oleh guru, kecintaan Yandrina terhadap Vietnam semakin mendalam. Tidak hanya tertarik pada bahasa, Yandrina juga sangat menyukai budaya, musik, serta gaya hidup ramah masyarakat Vietnam, kemudian membuat laman Facebook “Yandrina Viet-Indo”:Di medsos pribadinya, Yandrina juga sering menampilkan bakat bernyanyi dan rap dalam bahasa Vietnam, dengan mengambil inspirasi dari para artis ternama seperti Phuong My Chi, Hoa Minzy, Suboi…. Berkat penampilan yang penuh energi serta pelafalan yang jelas dan rapi, Yandrina tidak hanya mendekatkan musik Vietnam kepada penonton Indonesia, tetapi juga menciptakan ruang pertukaran budaya yang dinamis dan inspiratif.
"Saya mencintai Vietnam. Mulai dari bahasa, budaya, bahkan masyarakat lokal yang terkenal akan sikap ramahnya. Jadi tujuan saya membuka channel ini untuk mengenalkan budaya Vietnam kepada orang- orang Indonesia. Begitupun sebaliknya. Banyak orang Vietnam yang ingin belajar tentang Indonesia. Makanya saya membuka channel ini untuk saling bertukar budaya”.- Katanya Yan
Setiap orang memiliki caranya sendiri dengan pendekatan yang berbeda, tetapi kesamaannya adalah semangat inisiatif dan kreatif, dan tanggung jawab dalam menyebarkan nilai-nilai budaya. Dengan kreativitas dan semangat inisiatif itu, mereka kini menjadi jembatan persahabatan yang berkelanjutan, turut membawa hubungan Vietnam-Indonesia semakin menjadi intensif, efektif dan menuju masa depan.
Di atas fondasi 70 tahun hubungan persahabatan dan kerja sama, Vietnam dan Indonesia sedang bersama-sama menuju masa depan dengan banyak harapan baru. Dalam proses itu, kerja sama budaya dan pendidikan terus dianggap sebagai pendorong penting, menciptakan fondasi yang mantap bagi perkembangan berjangka panjang dari hubungan bilateral. Semoga hubungan persahabatan Vietnam–Indonesia senantiasa kokoh, berkembang, dan semakin makmur di masa depan!