(VOVWORLD) -Setiap pemilihan Majelis Nasional (MN) merupakan ujian terbesar bagi kepercayaan dan persatuan antara Partai, Negara, dan rakyat. Dalam konteks negara yang menghadapi peluang baru dan tantangan non-tradisional, konsensus menjadi lebih penting dari sebelumnya. Konsensus adalah inti dari kekuatan nasional.
Suasana meriah di Kota Da Nang (Foto: Long Phi – Thanh Hà/VOV Vietnam Tengah) |
Pemilihan Majelis Nasional XVI memiliki arti khusus karena berlangsung dalam konteks negara yang menghadapi kebutuhan untuk mentransformasi model pembangunan.
Konsensus sosial: Perekat yang mengikat dan fondasi stabilitas
Pemilihan Majelis Nasional XVI berlangsung ketika Vietnam sedang mempercepat proses reformasinya, guna mencapai tujuan pembangunan sosial-ekonomi jangka panjang. Sepanjang proses persiapan pemilihan, konsensus terlihat jelas di setiap tahap, demi memilih perwakilan yang layak untuk organ kekuasaan negara.
Konsensus ini tidak muncul secara instan melainkan hasil dari informasi yang transparan dan terbuka tentang para kandidat selama ini. Dewan Pemilihan Nasional mengumumkan daftar resmi 864 kandidat untuk memilih 500 perwakilan. Daftar ini merupakan hasil dari proses penyaringan yang ketat, di mana opini pemilih memainkan peran yang menentukan.
Faktanya, selama masa persiapan pemilihan, sesi dialog dengan pemilih memberikan kesempatan bagi warga untuk menggunakan hak memberikan kritik. Konsensus ini bertolak dari pertukaran informasi antara kandidat dan pemilih.
Pasukan fungsional Lao Cai membantu warga yang tidak mampu membaca untuk menguasai hak dan kewajiban kewarga-negaraan (Foto: Thừa Xuân/VOV Tây Bắc) |
Konsensus ini juga tercermin melalui penerapan teknologi. Alat-alat seperti "Peta Informasi Pemilu Digital" (di Hanoi dan beberapa provinsi dan kota) atau aplikasi untuk mencari profil kandidat di ponsel pintar banyak digunakan secara luas. Pendekatan proaktif para pemilih dalam mencari informasi menunjukkan sikap politik yang positif dan minat terhadap peristiwa politik penting negara ini. Hal ini terutama berlaku untuk Generasi Z sebagai pemilih pemula.
Di seluruh penjuru negeri, dari daerah pegunungan hingga dataran, dari daratan hingga pulau-pulau perbatasan, persiapan pemilihan melibatkan partisipasi sukarela jutaan relawan dan pejabat akar rumput. Para pemilih juga mempersiapkan diri untuk menjalankan hak menentukan nasib sendiri.
Profesor Nguyen Anh Tri, anggota Majelis Nasional angkatan XIV, XV, menyatakan bahwa para pemilih menaruh harapan dan kepercayaan yang besar pada para anggota Majelis Nasional XVI serta Dewan Rakyat di berbagai tingkatan untuk masa bakti 2026-2031. Kepercayaan ini tidak didasarkan pada perasaan pribadi tetapi sepenuhnya pada fondasi yang kokoh.
“Persiapan pemilu dilakukan secara menyeluruh, cermat, dan mendesak. Dari pengalaman pribadi saya, setelah dua kali mencalonkan diri sebagai anggota MN,, saya menemukan proses seleksi dan nominasi sangat demokratis dan transparan. Kualitas sosialisasi pemilih sangat baik. Secara khusus, informasi tentang kandidat untuk Majelis Nasional XVI langsung terintegrasi ke dalam aplikasi VNeID, sehingga memudahkan pemilih untuk mencari informasi dan meningkatkan transparansi pemilu.”
Informasi pemilu di platform digital (foto: VOV) |
Suasana sosial yang positif
Konsensus dan dukungan pemilih Vietnam terhadap pemilu juga menarik perhatian internasional. Dalam artikel “Sepuluh Pemilu yang Patut Diperhatikan pada Tahun 2026”, Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR) Amerika Serikat menempatkan pemilu Majelis Nasional dan Dewan Rakyat di berbagai tingkatan di Vietnam sebagai salah satu peristiwa politik penting tahun ini. Artikel tersebut menunjukkan bahwa pemilu mencerminkan kemauan dan tingkat konsensus politik yang tinggi setelah Kongres Nasional XIV Partai Komunis Vietnam.
Warga asing yang tinggal di Vietnam pun merasakan persiapan pemilu cukup menyeluruh dan suasana sosial sangat positif.
Suasana di kota Can Tho (Foto: Trần Hiếu/VOV-Daerah Mekong Delta) |
Lattanaphone Phetphilanon, warga negara Laos dengan gelar Magister Hubungan Internasional dari Akademi Diplomatik, terkesan dengan kombinasi suasana yang dinamis dan organisasi yang disiplin. Hari Pemilu di Vietnam adalah kesempatan bagi warga negara untuk menggunakan hak demokrasi mereka secara langsung dan menunjukkan solidaritas sosial.
Menurutnya, informasi tentang pemilu diperbarui secara transparan di media massa dan jejaring sosial. Pemilih hanya perlu memindai kode QR di area tempat tinggal mereka untuk melihat biografi lengkap dan program aksi para kandidat. Kombinasi teknologi dan aktivitas politik ini menunjukkan Vietnam yang modern dan terbuka.
Pemilihan anggota Majelis Nasional XVI dan pemilihan anggota Dewan Rakyat di berbagai tingkatan untuk periode 2026-2031 bukan sekadar rutinitas politik dan hukum lima tahunan. Ini adalah simbol kehendak nasional, konvergensi sentimen rakyat dan kehendak Partai. Konsensus sosial inilah yang menciptakan kekuatan persatuan, bekerja sama untuk membangun Majelis Nasional yang inovatif dan proaktif.