(VOVWORLD) - Bagi masyarakat minoritas Khmer di Daerah Dataran Rendah Sungai Mekong, perahu Ngo merupakan simbol yang mengandung nilai-nilai budaya yang khas, termasuk unsur tentang keprcayaan dan spiritualitas. Oleh karena itu, setiap perahu Ngo selalu dihiasi dengan pola dan warna yang mencolok; masing-masing perahu memiliki sepasang mata yang artistik dan satu maskot spiritual khas yang hadir di bagian depan perahu.
Perahu Ngo dimiliki bersama komunitas dan memiliki posisi tertentu di dalam pagoda masyarakat Khmer, tempat yang paling dihormati dan dipuja oleh masyarakat Khmer. Dalam kehidupan spiritual masyarakat Khmer, perahu Ngo memiliki peran yang sangat penting. Oleh karena itu, gambar-gambar hewan simbolik yang melambangkan kekuatan untuk tim perahu Ngo juga sangat dihormati oleh pagoda-pagoda Khmer, dianggap sebagai “benda suci” dan hanya digunakan pada hari-hari perayaan lomba perahu.
Simbol gajah putih di Pagoda Xeo Me, Kelurahan Vinh Phuoc, Kota Can Tho. (Foto: VOV) |
Masyarakat Khmer percaya bahwa semua benda memiliki jiwa, dan perahu Ngo pun tidak terkecuali. Oleh karena itu, ketika menurunkan perahu Ngo ke air di pagoda-pagoda, selalu dilakukan dengan upacara yang sangat khidmat. Setiap perahu Ngo selalu memiliki satu maskot yang diletakkan di bagian depan perahu, seperti: Sath Krud (burung suci), Naga, Neang Machha (putri duyung), naga, gajah, harimau, kuda, dan lain-lain. Ini bukan hanya merupakan ciri khas tersendiri, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan kepercayaan yang berbeda-beda. Pemilihan simbol maskot yang mewakili perahu Ngo juga berkaitan dengan lokasi geografis atau kepercayaan tradisional dari masing-masing pagoda. Seniman Rakyat Chau On mengatakan:
“Dalam kebudayaan Khmer, saat memilih maskot sebagai lambang untuk perahu Ngo, masyarakat biasanya berdasarkan pada nama phum sóc (desa) atau nama pagoda, karena nama-nama tersebut pada umumnya ditulis dalam aksara Khmer. Mereka akan melihat konsonan akhir dari nama pagoda atau desa untuk menentukan maskot yang tepat. Menurut kepercayaan zaman dulu, setiap konsonan memiliki hewan yang menguasainya. Oleh karena itu, ketika memilih maskot untuk perahu Ngo, masyarakat sering mengikuti “rumus” ini. Namun, di beberapa pagoda, jika maskot yang tepat jatuh pada anjing, rusa, atau tikus, hewan yang dianggap kurang kuat, maka akan diganti dengan hewan lain yang lebih kuat”.
Simbol-simbol tersebut diukir oleh para seniman Khmer, membangkitkan kemistisan yang memberikan daya tarik tersendiri bagi para penonton. Saudari Son Sa The, warga Kelurahan 3, Kota Soc Trang, seorang yang menghias perahu Ngo, mengatakan bahwa setiap perahu Ngo dari masyarakat Khmer memiliki pola dan simbol khas masing-masing. Melalui tangan-tangan terampil para pengrajin, setiap karya seni di badan perahu menjadi hidup-hidup dan penuh jiwa, membantu para penonton memahami sebagian dari kebudayaan Khmer di Vietnam Selatan yang beragam.
“Biasanya saya melukis gambar-gambar patung Buddha dan mendekorasinya tetapi pada Festival Ooc Om Boc, saya juga ikut menghias perahu Ngo. Memberikan “jiwa” pada perahu Ngo membuat saya merasa sangat bahagia. Perahu Ngo itu seperti seekor naga, dan pola yang saya lukis di atasnya seperti sisik naga... Saat turun ke air, perahu itu tampak sangat menonjol”.
Pagoda Champa memilih harimau sebagai maskot. (Foto: VOV) |
Bagi pagoda dan masyarakat di desa, maskot pada perahu Ngo juga mewakili warna bendera dan kekhasan seragam seluruh tim, menjadi tanda pengenal yang unik dan tidak bisa tertukar dengan yang lain-lain di area lomba. Bapak Kim Thanh Quan, Ketua Dewan Pengelola Pagoda Prek Ta Cuol di Desa Gia Hoa, Kota Can Tho, menjelaskan bahwa setelah maskot dipilih, masyarakat Khmer selalu menaruh kepercayaan penuh pada maskot tersebut sebagai simbol perahu Ngo mereka.
“Maskot yang menjadi lambang perahu Ngo di pagoda kami adalah burung phoenix. Baik perahu Cà hâu maupun perahu Ngo,semuanya memiliki lambang yang sama, yaitu burung phoenix, karena dalam kepercayaan Khmer, burung ini melambangkan kekuasaan dan kewibawaan.
Bersama dengan taktik dan pemilihan formasi tim, maskot pada perahu Ngo menjadi motivasi spiritual yang memberikan keyakinan dan kekuatan bagi para atlet saat bertanding di arena lomba sungai. Hal ini juga menjadi kebanggaan bagi semua orang setiap kali membawa kemenangan kepada desa dan pagoda mereka. Maskot di perahu Ngo juga merupakan salah satu keindahan dalam kebudayaan masyarakat Khmer di Vietnam Selatan.