Media negara Iran memberitakan bahwa pada Sabtu (21 Maret), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan beberapa serangan rudal balistik yang menargetkan berbagai sasaran strategis di Israel, termasuk fasilitas nuklir Dimona di Israel Selatan. Ini untuk pertama kalinya sejak awal konflik, Iran mengklaim menyerang fasilitas nuklir terbesar Israel. Langkah ini sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas pengayaan uranium Natanz di Iran Tengah pada pagi hari yang sama.
Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengkonfirmasi bahwa sebuah rudal balistik Iran menembus sistem pertahanan udaranya dan menghantam daerah pemukiman di Dimona, lokasi fasilitas nuklir terbesar Israel, pada Sabtu malam (21 Maret). Serangan tersebut melukai lebih dari 30 orang dan menyebabkan kerusakan material yang meluas.
Sebelumnya, IDF mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa Israel tidak berpartisipasi dalam serangan AS terhadap fasilitas nuklir Natanz di Iran pada pagi hari yang sama. Namun, IDF mengkonfirmasi bahwa angkatan udara Israel telah menyerang satu fasilitas penelitian dan pengembangan nuklir Iran di Ibu kota Teheran.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ