Akademisi Indonesia: Keberhasilan Kongres Nasional XIV PKV Menegaskan Stabilitas Vietnam

(VOVWORLD) - Kongres Nasional XIV Partai Komunis Vietnam (PKV) yang berlangsung dari tanggal 19 hingga 23 Januari di Kota Hanoi telah berjalan dengan sukses dan menarik perhatian serta mendapat penilaian positif dari kalangan akademisi dan pakar internasional, termasuk Indonesia.

Magister Studi Strategis Muhammad Faiq Adi Pratomo, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Departemen Hubungan Internasional, Universitas Diponegoro (UNDIP), Indonesia, menilai:

“Saya menilai bahwa Kongres Nasional ke-XIV Partai Komunis Vietnam merupakan momentum yang tepat untuk menegaskan stabilitas Vietnam baik secara domestik, regional, maupun internasional. Selamat atas keberhasilan Vietnam dalam menyelenggarakan Kongres Nasional XIV Partai Komunis Vietnam, dan selamat kepada bapak To Lam yang terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam angkatan XIV”.

Akademisi Indonesia: Keberhasilan Kongres Nasional XIV PKV Menegaskan Stabilitas Vietnam - ảnh 1Kongres Nasional XIV Partai Komunis Vietnam

Muhammad Faiq Adi Pratomo secara khusus mengapresiasi upaya reformasi serta pemberantasan korupsi yang dilakukan Vietnam, yang dinilainya sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan dan memperkuat kepercayaan publik.

Selain itu, akademisi Indonesia tersebut juga menekankan peran Vietnam yang semakin menonjol di kawasan, terutama melalui kebijakan luar negeri yang fleksibel, proaktif, dan seimbang dalam menghadapi persaingan geopolitik antarnegara besar. Ia menilai Vietnam telah menunjukkan kemampuan diplomasi yang cermat, memberikan kontribusi positif bagi ASEAN dan Komunitas Ekonomi ASEAN, sekaligus secara bertahap meningkatkan posisi negara di kancah internasional.

Akademisi Indonesia: Keberhasilan Kongres Nasional XIV PKV Menegaskan Stabilitas Vietnam - ảnh 2Magister Studi Strategis Muhammad Faiq Adi Pratomo, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Departemen Hubungan Internasional, Universitas Diponegoro 

Menyampaikan harapannya terhadap hubungan bilateral Vietnam-Indonesia, Muhammad Faiq Adi Pratomo menegaskan:

“Harapan saya adalah bahwa hubungan Indonesia dan Vietnam terus membaik. Indonesia dapat belajar anti-korupsi dan efisiensi pemerintah dari Vietnam, dan dengan Strategic Partnership yang ditegaskan pada 2025, Vietnam dan Indonesia terus menjadi mitra mutual yang kuat".

Penilaian positif dari kalangan akademisi Indonesia tersebut menunjukkan kepercayaan komunitas internasional terhadap jalan pembangunan yang telah dan sedang ditempuh Vietnam. Hal ini sekaligus mencerminkan prospek kerja sama yang semakin erat antara Vietnam dan Indonesia pada waktu mendatang.

Berita Terkait

Komentar

Yang lain