(VOVWORLD) - Para diplomat dan akademisi internasional menilai bahwa keberhasilan Kongres Nasional XIV Partai Komunis Vietnam (PKV), yang baru-baru ini berlangsung di Kota Hanoi (19-23 Januari), memperkokoh posisi Vietnam dalam menghadapi tantangan-tantangan global saat ini.
Mantan Duta Besar Australia untuk Vietnam, Andrew Goledzinowski. Foto: VNA |
Menurut mantan Duta Besar Australia untuk Vietnam, Andrew Goledzinowski (masa bakti 2022-2024), di tengah dunia yang sedang berubah secara sangat cepat menghadirkan peluang maupun tantangan dalam mewujudkan target-target pembangunan yang ditetapkan oleh PKV dalam periode mendatang. Namun, menurut dia, ini juga merupakan tantangan yang telah ditangani Vietnam secara sukses di masa lampau, dan garis politik luar negeri yang diajukan Kongres Nasional XIV PKV menunjukkan bahwa Vietnam memiliki “kunci” untuk mengatasi tantangan-tantangan ini.
Profesor Carl Thayer dari Akademi Pertahanan Australia, Universitas New South Wales. Foto: VNA |
Senada dengan pandangan ini, Profesor Carl Thayer dari Akademi Pertahanan Australia, Universitas New South Wales, berpendapat bahwa Vietnam lebih menunjukkan kepercayaan diri dan keproaktifan dalam kebijakan luar negeri dan secara bertahap menuju peran sebagai "negara adikuasa menengah" di kawasan.
Dari India, Kusum Jain, Ketua Komite Solidaritas India-Vietnam, terkesan dengan waktu penyelenggaraan Kongres Nasional XIV PKV yang lebih singkat dari yang dijadwalkan. Hal ini mencerminkan semangat kerja yang mendesak, efektif, dan konsensus yang tinggi. Menurut dia, terpilihnya kembali Sekretaris Jenderal To Lam untuk terus memimpin PKV dalam masa bakti baru memiliki makna sangat penting tidak hanya bagi Vietnam tetapi juga bagi komunitas internasional, termasuk India.