Pada 2 Januari, Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh menegaskan bahwa kemampuan rudal Iran tidak dapat dihancurkan oleh bom, peluru, maupun melalui jalur perundingan. Ia menekankan bahwa kekuatan militer negara itu telah berkembang jauh lebih pesat daripada saat terjadinya konflik 12 siang dan malam dengan Israel pada Juni tahun lalu.
Peringatan Menteri Pertahanan Iran tersebut disampaikan di tengah berbagai spekulasi bahwa AS dan Israel kemungkinan akan terus meluncurkan serangan untuk menghalangi Iran dalam mengembangkan senjata nuklir dan memperluas program rudal balistik. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu diyakini telah menyampaikan opsi-opsi operasi militer baru terhadap Iran kepada Presiden AS, Donald Trump. Secara khusus, pada 2 Januari, Presiden Trump memperingatkan bahwa AS siap melakukan intervensi jika pemerintah Iran menggunakan kekerasan untuk menekan berbagai demonstrasi yang sedang berlangsung di dalam negeri.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ
