Menurut kantor berita semi-resmi Fars, Iran menolak usulan gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh AS. Usulan ini dikirimkan ke Iran melalui negara “sahabat” pada 2 April. Namun, alih-alih memberikan tanggapan resmi, Iran menegaskan pendiriannya dengan melanjutkan aktivitas militer.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa AS tengah meningkatkan upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata, khususnya setelah Iran menyerang gudang senjata militer AS di Pulau Bubiyan (Kuwait). Beberapa analisis menunjukkan bahwa usulan gencatan senjata dikeluarkan di tengah krisis yang meningkat dan AS tengah menghadapi masalah serius karena “kesalahan perhitungan” tentang kemampuan militer Iran.

Sementara itu, sumber berita diplomatik Iran menyatakan bahwa Teheran akan memberi tahu negara-negara “sahabat”, termasuk Rusia, jika mereka memutuskan untuk melanjutkan negosiasi dengan AS.