Kesepakatan ini bertujuan untuk merintis jalan menuju tercapainya perdamaian antara kedua negara. Hal ini diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump di media sosial Truth Social pada hari yang sama, setelah melakukan berbagai pembicaraan telepon terpisah dengan para pemimpin kedua negara tersebut.
Sebelumnya, Israel dan Lebanon telah bernegosiasi di bawah mediasi AS. dan Pada 14 April, kedua pihak sepakat untuk melakukan perundingan langsung setelah mengadakan "pembahasan efektif” di Washington.
Segera setelah pengumuman ini, sejumlah negara Arab secara serentak menyambut gencatan senjata tersebut, dan memandang kesepakatan ini sebagai kemajuan penting menuju pemulihan keamanan dan stabilitas di seluruh kawasan. Pengumuman resmi pemerintah Mesir menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata di Lebanon merupakan peluang penting untuk mengurangi ketegangan dan mengakhiri kegiatan militer Israel. Dari Riyadh, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengeluarkan pernyataan yang menegaskan dukungan Arab Saudi terhadap perluasan kedaulatan Lebanon dan menjunjung tinggi upaya Beirut dalam melestarikan dan melindungi sumber daya nasional dan keutuhan wilayahnya.
Pada malam hari yang sama, PBB bersama dengan banyak negara di kawasan dan Eropa juga menyambut baik kesepakatan gencatan senjata tersebut.
