Kunjungan ini turut memperdalam hubungan kemitraan kerja sama strategis komprehensif antara Vietnam-Tiongkok, sekaligus menunjukkan penghormatan serta tekad kuat kedua negara dalam meningkatkan keterkaitan strategis.

Sepakat mempertahankan dan memperkuat hubungan Vietnam – Tiongkok

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam telah melakukan pembicaraan dan pertemuan dengan para pemimpin tertinggi Tiongkok, termasuk Sekjen sekaligus Presiden Xi Jinping; Perdana Menteri Li Qiang; serta Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji.

Kedua pihak sepakat untuk menjaga dan memperkuat tradisi baik dalam pertukaran tingkat tinggi antara kedua Partai dan kedua Negara. Selain itu kedua pemimpin berkomitmen untuk bertukar pandangan secara tepat waktu mengenai isu-isu penting dalam hubungan bilateral maupun situasi internasional dan regional. Hal ini bertujuan untuk mengarahkan pengembangan Kemitraan kerja sama strategis komprehensif Vietnam – Tiongkok di era baru agar berkembang secara sehat dan stabil, dengan tingkat strategis dan visi jangka panjang.

Kedua pihak juga sepakat untuk meningkatkan pertukaran tingkat tinggi dan di berbagai tingkatan antara angkatan bersenjata kedua negara. Hal ini mencakup pengembangan peran mekanisme patroli bersama di wilayah Teluk Tonkin, serta melaksanakan dengan baik berbagai kegiatan patroli gabungan di kawasan tersebut. Selain itu, kedua negara berkomitmen untuk memperdalam kerja sama keamanan multilateral guna bersama-sama mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Vietnam dan Tiongkok juga sepakat untuk secara aktif mengimplementasikan kerja sama di bidang energi baru, memperkuat konektivitas rantai pasok, serta kerja sama dalam pengembangan teknologi energi terbarukan. Di samping itu, kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang baru yang sedang berkembang, seperti ekonomi digital dan pembangunan hijau. Profesor Cui Shoujun dari Universitas Renmin Tiongkok menyatakan:

“Tiongkok memiliki keunggulan dalam berbagai sektor strategis yang sedang berkembang seperti energi baru, fotovoltaik, penyimpanan energi, dan pembangkit listrik; sementara Vietnam sedang berada pada tahap percepatan industrialisasi. Oleh karena itu, kerja sama di bidang energi akan menjadi bagian yang sangat penting dalam kerja sama antara Tiongkok dan Vietnam”.

Kedua pihak sepakat untuk bersama-sama mempertahankan perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan rantai produksi dan rantai pasokan yang aman dan stabil, serta membentuk Kelompok kerja sama tentang rantai produksi dan rantai pasokan guna mendorong peningkatan kerja sama di bidang ini. Selain itu, kedua pihak juga mendorong dan mendukung perusahaan-perusahaan yang memiliki kapasitas dan reputasi untuk saling berinvestasi di negara mitra, sekaligus menciptakan lingkungan bisnis yang adil, kondusif, dan transparan bagi para pelaku usaha. Kedua pihak juga akan meneliti dan mendorong pengembangan berkualitas tinggi kawasan kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Pesan tentang penetapan masa depan

Vietnam dan Tiongkok sepakat menjadikan kerja sama perkeretaapian sebagai titik terang baru dalam kerja sama strategis antara kedua negara. Dalam hal ini, Tiongkok menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan kerja sama dengan Vietnam dalam hal pinjaman modal, teknologi, pelatihan, serta kapasitas industri di bidang perkeretaapian, sekaligus mengarahkan perusahaan-perusahaan yang memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan jalur kereta. Vietnam dan Tiongkok juga sepakat untuk mengembangkan transportasi penumpang dan barang lintas negara melalui jalur kereta api, serta menciptakan kemudahan dalam prosedur imigrasi bagi penumpang.

Pada kesempatan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam secara langsung merasakan pengalaman menggunakan sistem sistem kereta api berkecepatan tinggi Tiongkok dari Beijing menuju Kawasan Baru Xiong’an. Hal ini menunjukkan perhatian Vietnam terhadap teknologi, standar teknis, dan pengalaman operasional Tiongkok - negara yang memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di dunia. Pemimpin Vietnam tersebut juga meluangkan waktu untuk secara langsung mengamati Kawasan Baru Xiong’an, yang dikenal sebagai “kota masa depan”. Langkah ini menjadi sinyal penting dalam pola pikir pembangunan nasional : aspirasi tentang sebuah negara Vietnam yang modern dan makmur. Kunjungan untuk mempelajari model kota pintar ini juga menunjukkan bahwa Vietnam secara aktif mencari solusi optimal guna mengatasi permasalahan kepadatan di kota-kota besar dalam negeri.

Sorotan khusus dalam agenda kunjungan Sekjen sekaligus Presiden To Lam adalah kunjungan ke Universitas Tsinghua, salah satu pusat pendidikan telenta terkemuka dunia. Di sana, pesan tentang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi dan transformasi digital telah ditekankan sebagai prioritas utama. Peningkatan kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan terkemuka di Tiongkok dalam bidang-bidang seperti kecerdasan buatan, semukonduktor, dan ekonomi digital merupakan langkah praktis untuk mempersempit kesenjangan pengetahuan, menyerap keunggulan dalam tata kelola dan penelitian ilmiah terapan, sekaligus membangun generasi penerus yang mampu membawa Vietnam melakukan terobosan dalam rantai nilai global.

Kunjungan kenegaraan Sekjen sekaligus Presiden To Lam ke Tiongkok menandai awal baru dalam hubungan bilateral. Hasil kunjungan ini mencerminkan prioritas tinggi dan tekad kuat dari kedua pihak untuk terus memperkokoh hubungan “sebagai kawan sekaligus saudara” agar semakin berkelanjutan, stabil, dan substansial di masa mendatang.