Sebagai generasi muda, di samping merawat mereka, kami juga belajar banyak dari mereka. Hal itu telah memberikan kepentingan besar untuk sisanya kehidupan kami. Dari segi profesi, meskipun kami sedang membantu Vietnam dan merawat para prajurit Vietnam yang terluka, tetapi sekaligus kami juga belajar banyak hal baik dari para prajurit itu. Mereka sangat pandai bertahan dalam kesulitan. Bagi saya, mereka sangat dekat dan harus belajar”.

Ibu Wu Shuhui (Foto: VOV5)

Selain waktu mengobati dan merawat pasien, tenaga medis Rumah sakit Nan Xi Shan dan para prajurit penyandang disabiltias dan pasien prajurit Vietnam juga bersama-sama membaca surat kabar, mendengarkan radio, melatih pertunjukan-pertunjukan kesenian sehubungan dengan Hari Nasional kedua negara dan Tahun Baru Imlek.

Meskipun kami bukan saudara sekeluarga, tetapi kami berperilaku satu sama lain bahkan lebih daripada itu. Mereka sering menceritakan kami cerita perjuangan, membantu kami lebih memahami kesengitan perang serta kegagahberanian dan keigihan orang Vietnam, oleh karena itu meninggalkan kesan sangat mendalam bagi kami”.

Ibu Wu Shuhui (ketiga dari kanan) dan tenaga medis rumah sakit Nan Xi Shan ikut menyumbangkan darah

Tidak hanya merawat para prajurit penyandang disabilitas dan pasien prajurit Vietnam, Ibu Wu Shuhui juga dengan sukarela menyumbang 1.600 ml darah untuk menyelamatkan mereka. Dengan semua kontribusinya, dia berkali-kali diundang untuk menghadiri event-event penting di Vietnam seperti Acara peringatan HUT ke-70 Kemenangan Dien Bien Phu (1954-2024).

Ketika menghadiri acara peringatan kemenangan Dien Bien Phu, para pemimpin daerah militer telah mengundang kami makan malam. Ketika saya datang, seorang yang saya tidak tahu pangkatnya berkata bahwa dia ingin mencari orang yang menyumbangkan darah untuk mereka. Saat itu, saya terharu dan ingin menangis karena setelah 57 tahun, para pemimpin tentara Vietnam masih mengingat penyumbangan darah saya. Saya tidak akan melupakan perasaan ini”.