Menurut pengungkapan dari Presiden AS, Qatar dan Mesir - dua negara yang secara aktif berperanan sebagai mediator - bertanggung jawab untuk menyampaikan usulan terakhir ini kepada Hamas. Presiden Donald Trump menyatakan harapan bahwa gerakan Hamas akan menerima kesepakatan ini, bersamaan dengan itu memperingatkan bahwa “tidak akan ada usulan yang lebih baik” dan “situasi hanya akan menjadi lebih buruk”.

Bangunan dihancurkan setelah serangan udara Israel di Gaza. (Foto: Xinhua/ VNA)

Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah melakukan pertemuan yang “lama dan efektif” antara perwakilan AS dan kalangan otoritas Israel terkait situasi di Jalur Gaza. Semua diskusi tersebut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff; Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance, bersama dengan penasihat senior dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Ron Dermer.

Presiden AS akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Netanyahu di Gedung Putih pada awal pekan depan, sekaligus menyampaikan harapan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera pada pekan depan. Dia menegaskan bersikap “sangat keras” terhadap Perdana Menteri Netanyahu mengenai perlunya segera mengakhiri perang di Jalur Gaza, dalam konteks Israel juga menginginkan adanya satu gencatan senjata.