PM Pham Minh Chinh berbicara di depan sidang tersebut (Foto: VOV) |
Ketika bicara di depan sidang tersebut, PM Pham Minh Chinh menekankan bahwa selama ini dunia telah menyaksikan perkembangan-perkembangan baru yang sulit diduga, destabilitas meningkat sehingga menimbulkan frugmentasi politik dan pemisahan ekonomi.
Dia menyatakan bahwa latar belakang yang penuh dengan tantangan itu menuntut ASEAN harus mengembangkan secara kuat “5 lebih” yang meliputi: lebih bersatu untuk menciptakan kekuatan kolektif; lebih mandiri untuk menguasai nasibnya; lebih proaktif untuk menetapkan permainan; lebih inklusif agar ASEAN selalu menjadi rumah bersama dari semua anggota dan lebih berkelanjutan demi masa depan generasi di kemudian hari.
Pada waktu mendatang, PM Pham Minh Chinh merekomendasikan 3 titik berat dari ASEAN. Juga di konferensi tersebut, pimpinan negara-negara ASESAN setuju mengesahkan naskah “ASEAN 2045: Masa depan kita bersama”, di antaranya ada Visi Komunitas ASEAN 2045 dan semua Strategi tentang politik-keamanan, ekonomi, sosial-budaya dan konektivitas, menetapkan fondasi strategis bagi kerja sama dan konektivitas ASEAN pada beberapa dekade mendatang, sepakat memasukkan Timor Leste menjadi anggota ke-11 dari ASEAN di KTT ke-47 ASEAN pada bulan Oktober mendatang.
Panorama sidang diskusi terbatas tentang masalah-masalah regional dan internasional (Foto: VOV) |
Untuk melanjutkan program kerja KTT ke-46 ASEAN dan semua KTT terkait di Kuala Lumpur, Malaysia, pada sore hari yang sama, PM Pham Minh Chinh dan pemimpin negara-negara ASEAN dan Timor Leste menghadiri sidang diskusi terbatas tentang masalah-masalah regional dan internasional.
Di sidang tersebut, PM Pham Minh Chinh berbagi dengan penilaian negara-negara tentang situasi dunia yang mengalami perkembangan yang cepat dan rumit. Dia menekankan ASEAN perlu konsisten dan menekuni jalan dialog alih-alih konfrontasi, bekerja sama alih-alih berkompetisi, bersatu alih-alih terpisah dan mandiri alih-alih bergantung satu sama lain. Lebih pada kapan saja, ASEAN perlu memperkokoh solidaritas intra-kawasan, mengembangkan sentralitas, mempertahankan hubungan yang setara dengan negara-negara melalui memanfaatkan dengan efektif semua mekanisme ASEAN yang sudah ada.
PM Vietnam, Pham Minh Chinh memimpin sarapan dan sidang kerja dengan PM Kamboja dan PM Laos (Foto: VOV) |
PM Pham Minh Chinh (kanan) dan Presiden Filipina, Ferdinand Romualdez Marcos Jr (Foto: Nhat Bac/VGP) |
Pada Senin sore (26 Mei), PM Pham Minh Chinh melakukan pertemuan dengan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr.




