Sebelumnya, pada tgl 2 April, Presiden AS, Donald Trump telah mengumumkan tarif timbal balik terhadap barang impor dari semua negara dan teritori di dunia. Kebijakan tarif ini telah menghadapi reaksi dari banyak mitra dagang AS dan dianggap bisa meningkatkan bahaya konflik perdagangan global.

Dalam satu posting di medsos Truth Social pada Minggu (6 April), Presiden Trump telah membagikan satu video yang isinya dianggap menyiratkan bahwa tarifnya dimaksudkan untuk memberikan dampak keras terhadap pasar saham agar supaya Bank Sentral AS (Fed) terpaksa menurunkan suku bunga. Namun, juga dalam interviu ABC News, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hassett menolak informasi bahwa kebijakan tarif merupakan strategi Presiden Trump untuk secara tidak langsung menimbulkan tekanan terhadap Fed untuk menurunkan suku bunga.