PM Pham Minh Chinh dan PM Malaysia Anwar Ibrahim mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara yang dimainkan oleh orkes militer. (Foto: VGP/Nhat Bac)

Upacara penyambutan diselenggarakan dengan khidmat di Lapangan Perdana di depan Istana PM di Kuala Lumpur, Ibu kota Malaysia. PM Anwar Ibrahim mengundang PM Pham Minh Chinh memeriksa barisan kehormatan.

Setelah upacara penyambutan, PM Malaysia dan PM Pham Minh Chinh mengepalai delegasi dua negara melakukan pembicaraan.

PM Pham Minh Chinh dan PM Malaysia Anwar Ibrahim. (Foto: Duong Giang/VNA)

Pada pembicaraan, kedua pihak menyepakati target dan tekad untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral mencapai 18 miliar USD dalam waktu satu hingga dua tahun mendatang menurut arah yang seimbang dan berkelanjutan; berkomitmen menciptakan kondisi yang kondusif bagi badan usaha dua negara untuk mendekati pasar, memperluas investasi di negara lain.

Pembicaraan tersebut (Foto: Duong Giang/VNA)

Vietnam dan Malaysia menegaskan kembali pendirian konsisten dalam mempertahankan solidaritas dan sentralitas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) serta memelihara perdamaian, stabilitas, keamanan, keselamatan, dan kebebasan maritim di Laut Timur berdasarkan pada hukum internasional. Kedua pihak sepakat untuk mendorong pencarian solusi damai dan berkelanjutan untuk masalah Myanmar. Setelah pembicaraan, kedua Perdana Menteri menyaksikan pertukaran naskah kerja sama penting di bidang diplomatik, informasi dan pendidikan.

PM Pham Minh Chinh dan PM Malaysia Anwar Ibrahim pada jumpa pers kedua negara. (Foto: Duong Giang/VNA)

Ketika berbicara pada konferensi pers setelah pembicaraan, PM Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan bahwa Vietnam adalah sahabat yang sangat dekat. Sementara itu, pada pihaknya PM Pham Minh Chinh mengatakan, kedua PM mengadakan pembicaraan dengan sukses. Kedua pihak sepakat untuk mendorong hubungan bilateral ke ketinggian yang lebih tinggi.