Di wilayah-wilayah yang dikuasai pemerintah militer, putaran pemungutan suara pertama dari tiga putaran dimulai pukul 6 pagi, waktu setempat, termasuk area pemilihan di Kota Yangon, Mandalay, dan Ibu kota Nay Pyi Taw. Partai Uni Persatuan dan Pembangunan (USDP) diperkirakan akan meraih sebagian besar suara. Sementara itu, di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh pasukan oposisi, pemungutan suara tidak diselenggarakan.

Para petugas komisi pemilihan Myanmar di tempat pemungutan suara di dalam sebuah sekolah di Yangon pada 27 Desember. (Foto: REUTERS/Stringer)

Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, menilai bahwa pemilihan umum berlangsung dalam lingkungan yang masih penuh tantangan.

Putaran pemungutan suara kedua dijadwalkan berlangsung dalam dua minggu ke depan, sebelum ditutup dengan putaran terakhir pada 25 Januari. Namun, pemerintah mengakui bahwa pemungutan suara tidak dapat dilaksanakan di hampir 20% wilayah pemilihan Majelis Rendah karena situasi keamanan yang belum stabil.