Kamp darurat pengungsi Palestina di Kota Gaza pada hari hujan, 11 Desember 2025. (Foto: REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

Sebelumnya, pada 30 Desember, Kementerian Migran dan Anti-Semitisme Israel (MDA) memperingatkan akan menghentikan operasi beberapa organisasi bantuan di Jalur Gaza mulai Januari tahun ini karena gagal memberikan informasi rinci tentang staf Palestina mereka, sekaligus menuduh dua karyawan organisasi kemanusiaan Dokter Tanpa Batas (MSF) terlibat dengan kelompok militan. Menurut sebuah sumber berita, daftar 37 organisasi non-pemerintah (NGO) yang terkena dampak termasuk MSF, Dewan Pengungsi Norwegia, World Vision International, CARE, dan Oxfam.

Menurut PBB, jumlah bantuan yang masuk ke Gaza masih belum cukup. Meskipun perjanjian gencatan senjata pada 10 Oktober menetapkan bahwa 600 truk dapat memasuki wilayah tersebut setiap hari, namun NGO dan PBB memperkirakan bahwa hanya 100-300 truk yang membawa bantuan kemanusiaan yang benar-benar masuk.