Menurut KCNA, latihan tersebut bertujuan untuk memeriksa kesiapsiagaan serangan balasan dan kemampuan tempur dari unit-unit rudal jarak jauh, sekaligus menilai keandalan sistem persenjataan strategis terkait. Rudal-rudal tersebut terbang mengikuti lintasan yang telah ditetapkan di wilayah udara di perairan sebelah barat selama sekitar 2 jam 46 menit sebelum mengenai sasaran.

KCNA mengutip kata-kata Kim Jong Un yang menyatakan bahwa hasil latihan tersebut menunjukkan keandalan serta tingkat kesiapan tempur dari kemampuan serangan balasan strategis. Pemimpin Kim Jong Un menegaskan bahwa Partai Buruh RDRK dan pemerintah negara ini akan terus mendorong pengembangan pasukan tempur nuklir dalam waktu mendatang.