Dubes Prancis untuk Vietnam, Olivier Brochet (Foto: qdnd.vn) |
Kunjungan tersebut berada dalam kerangka pelawatan Presiden Prancis ke Asia Tenggara, termasuk Vietnam, Indonesia dan Singapura. Dubes Prancis di Vietnam, Olivier Brochet memberitahukan bahwa Vietnam menjadi persingatan pertama telah menunjukkan sentralitas Hanoi dalam kebijakan regional dari Paris.
“Presiden Emmanuel Macron memilih Vietnam sebagai persingahan pertama dalam perlawatannya bertujuan menegaskan hubungan istimewa dan erat antara dua bangsa. Dalam kunjungan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Sekjen KS PKV) To Lam di Prancis pada Oktober tahun 2024, dua negara resmi menggalang hubungan kemitraan strategis komprehensif. Kunjungan Presiden Prancis ke Vietnam hanya delepan bulan setelah itu telah membuktikan secara jelas kualitas hubungan bilateral serta tekad dua pihak khususnya Prancis dalam memperdalam lebih lanjut hubungan kemitraan strategis komprehensif antara dua negara”.
Menurut rencana, Presiden Emmanuel Macron akan melakukan pertemuan-pertemuan dengan para pemimpin senior Vietnam dan mendiskusikan banyak bidang kerja sama seperti politik, ekonomi, pertahanan, pendidikan, penelitian, kebudayaan, energi dan inovasi kreatif. Kedua belah pihak akan menandatangani banyak permufakatan kerja sama bilateral.

