Barang-barang di Tianjin (Tiongkok). Ilustrasi: VNA |
Presiden Xi Jinping menekankan, “Tidak peduli bagaimana lingkungan eksternal berubah, Tiongkok akan tetap mempertahankan kepercayaan untuk fokus melakukan pekerjaannya dengan baik”. Dia juga mengimbau Uni Eropa supaya bersinergi dengan Tiongkok “membela hak dan kepentingan yang layak maupun keadilan internasional”.
Pada hari yang sama, Komite Perpajakan Negara dari Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok memberitahukan bahwa Tiongkok akan mengenakan tarif tambahan sebesar 125% terhadap semua barang yang berasal dari Amerika Serikat (AS) yang diimpor ke negara ini, mulai tgl 12 April.
Gerak gerik ini berlangsung setelah Pemerintah pimpinan Presiden AS, Donald Trump mengonfirmasikan total tarif terhadap barang Tiongkok sebesar 145%, termasuk tarif tambahan 125% yang diumumkan pada tgl 9 April, ditambah tarif 20% yang telah dikenakan sebelumnya. Tarif ini berlaku sejak tgl 9 April.

