Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di televisi pemerintah pada 2 Januari, Presiden Nicolas Maduro menegaskan bahwa Karacas siap berdiskusi secara serius dengan AS jika Washington ingin mencapai kesepakatan substansial dalam menghadapi perdagangan narkotika. Namun, dalam wawancara tersebut, Nicolas Maduro menolak memberikan komentar mengenai serangan darat terhadap fasilitas pelabuhan di sepanjang pantai Venezuela pekan lalu. Beberapa sumber media menganggap bahwa insiden tersebut mungkin dilakukan oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa AS telah "menonaktifkan" fasilitas yang memiliki keterkaitan dengan Venezuela.