Presiden Luong Cuong dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron memeriksa barisan kehormatan Tentara Rakyat Vietnam (Foto: VOV)

Pada upacara penyambutan, Presiden Luong Cuong dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron bersama-sama menghadiri upacara pengibaran bendera, menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara, memeriksa barisan kehormatan Tentara Rakyat Vietnam, dan menyaksikan parade penyambutan.

Setelah upacara penyambutan, Presiden Luong Cuong dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron melakukan pembicaraan.

Pada pembicaraan, kedua pemimpin sepakat menggelar dengan efektif semua mekanisme kerja sama yang sedang ada, bersamaan itu meneliti untuk membentuk mekanisme-mekanisme kerja sama yang baru, sepakat terus menggelar kesepakatan-kesepakatan yang telah ditandatangani di bidang pertahanan-keamanan, di antaranya berjuang mencegah dan memberantas kriminalitas lintas perbatasan.
Panorama pembicaraan tersebut (Foto: VOV5)

Tentang ekonomi-perdagangan-investasi, kedua pemimpn sepakat mendorong perdagangan investasi, menggelarkan dan memanfaatkan secara efektif Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam-Uni Eropa. Prancis akan mendorong cepat penyelesaian ratifikasi Perjanjian proteksi investasi Uni Eropa-Vietnam, mendorong Komisi Eropa supaya cepat mengatasi “kartu kuning” IUU terhadap hasil perikanan Vietnam dan menciptakan syarat bagi Vietnam untuk meningkatkan ekspor hasil perikanan ke pasar Prancis dan Uni Eropa.

Kedua pihak sepakat mendorong kerja sama di bidang sains-teknologi, inovasi kreatif, kecerdasan buatan, semikonduktor dan transformasi digital, memperluas kerja sama penelitian sains-teknologi, mendorong transfer dan menguasai teknologi, menginvestasikan pengembangan infrastruktur digital.

Tentang masalah-masalah regional dan internasional yang menjadi minat bersama, Presiden Luong Cuong menegaskan Vietnam konsekuen dengan kebijakan pertahanan “4 tidak” dalam hubungan internasional.

Presiden Macron menegaskan mendukung pendirian ASEAN tentang masalah Laut Timur. Kedua pihak menekankan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut tahun 1982 (UNCLOS 1982) merupakan kerangka hukum yang komprehensif untuk semua kegiatan dan kerja sama di laut dan samudera, menegaskan kembali komitmen mempertahankan perdamaian, stabilitas, keamanan, keselamatan dan kebebasan maritim dan penerbangan di kawasan, menangani semua sengketa dengan langkah damai, di atas dasar hukum internasional dan mendukung semua upaya untuk cepat mencapai Kode perilaku semua pihak di Laut Timur (COC) secara efektif, substansial, sesuai dengan hukum internasional, terutama UNCLOS 1982.

Setelah pembicaraan, Presiden Vietnam, Luong Cuong dan Presiden Prancis menyaksikan upacara serah-terima naskah kerja sama di banyak bidang.