Sementara itu, Dewan Gabungan Kepala Staf Republik Korea, pada pagi hari yang sama mengumumkan informasi yang sama. Menurut pihak Republik Korea, ini merupakan peluncuran rudal yang kedua terus-menurus dari RDRK. Yang patut diperhatikan, peluncuran rudal ini berlangsung pada hari Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung memulai kunjungan Kenegaraan ke Tiongkok.

Meski Pyong Yang belum bersuara, tapi setelah diterima informasi tersebut, Perdana Menteri Jepang, Takaichi Sanae telah menginstruksikan badan-badan terkait supaya mengumpulkan dan menganalisis informasi, menetapkan situasi terhadap kapal dan pesawat yang beraktivitas di kawasan, bersamaan itu bersiaga menghadapi semua situasi yang mungkin terjadi.