Pimpinan banyak negara juga menyampaikan reaksi positif atas keputusan AS. Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney menyatakan bahwa ini merupakan gerak-gerik yang sangat menggembirakan untuk perekonomian global. Kanada merupakan salah satu di antara sedikit negara yang telah mengenakan tarif balasan sebanyak 25 persen terhadap mobil AS. Sementara itu, calon Kanselir Jerman, Friedrich Merz menilai bahwa gerak-gerik AS membuktikan kekuatan solidaritas dari Uni Eropa karena setidak beberapa jam sebelum Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan pengenaan tarif, Uni Eropa telah memutuskan mengenakan tarif balasan sebanyak 25 persen sebagai balasan atas taraf tarif sama yang dikenakan AS terhadap aluminium dan baja Uni Eropa sejak bulan lalu.
Tetapi, peningkatan tarif ke 125 persen oleh Pemerintah AS terhadap Tiongkok menimbulkan bahaya terjadinya eskalasi perang perdagangan antara dua perekonomian paling besar di dunia.
Dalam satu perkembangan yang terkait, Menteri Perdagangan Tiongkok, pada tgl 10 April memberitahukan bahwa Menteri Perdagangan Wang Wen Dao pada tgl 08 April telah melakukan pembicaraan telepon dengan Komisaris Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic untuk mengaktifkan diskusi-diskusi untuk meningkatkan kerja sama perdagangan antara dua pihak, bersamaan itu segera melakukan negosiasi tentang masalah harga minimal kendaraan listrik Tiongkok yang dijual di pasar Eropa.
