Juru bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov. Foto: IRNA/VNA |
Menurut Peskov, pertemuan antara dua pemimpin Rusia dan Ukraina bisa berlangsung “hanya jika negosiasi antara kedua belah pihak mencapai hasil dalam bentuk kesepakatan”. Dia tidak merinci kesepakatan apa yang diinginkan dicapai pihak Rusia, alih-alih menekankan bahwa isu utama bagi Moskow tetaplah pertanyaan tentang siapa yang diberi wewenang oleh Pemerintah Ukraina untuk menandatangani kesepakatan (jika ada), setelah para perunding menyepakati isinya.
Dalam perkembangan yang terkait, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) negara ini, Sergey Lavrov telah melakukan pembicaraan telepon dengan sejawatnya dari Amerika Serikat, Marco Rubio pada Sabtu (17 Mei), untuk bertukar pandangan terhadap perundingan damai yang baru berlangsung di Kota Istanbul. Menlu Rubio telah menyambut kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai dua pihak, bersamaan itu menekankan bahwa Washington siap terus menciptakan syarat untuk mengusahakan solusi. Pada pihaknya, Menlu Rusia, Lavrov menegaskan, Rusia siap terus bekerja sama dengan AS dalam situasi sekarang ini. Kedua menlu juga bertukar pendapat tentang upaya terus mempertahankan kontak-kontak antara Rusia dan AS pada waktu mendatang.

