Konkretnya, Tiongkok mengenakan tarif tertinggi sebesar 74,9% pada ragam plastik tersebut yang diimpor dari AS dan 34,5% pada barang-barang dari Uni Eropa. Produk-produk Jepang dikenakan tarif 35,5%, kecuali Grup Asahi Kasei yang terkena tarif sendiri sebesar 24,5%. Terhadap Taiwan (Tiongkok), tarap tarif umum mencapai 32,6%, khususnya Formosa Plastics hanya terkena tarif 4% dan Polyplastics Taiwan terkena tarif 3,8%.
Menurut Kementerian Perdagangan Tiongkok, hasil investigasi menunjukkan bahwa produk-produk plastik kopolimer POM yang berasal dari semua kawasan tersebut telah didumping di pasar Tiongkok, sehingga menimbulkan kerugian yang signifikan terhadap cabang produksi dalam negeri.
