Pada Konferensi tersebut, Deputi PM, Menlu Bui Thanh Son menekankan bahwa pada latar belakang dunia yang semakin mengalami fragmentasi dan ketidakpastian, ASEAN dan GCC perlu memperkuat kerja sama untuk mendorong perdamaian, stabilitas, menjunjung tinggi multilateralisme dan ketertiban internasional yang berdasarkan pada hukum.
Deputi PM, Menlu Bui Thanh Son (Foto: VOV) |
Dengan potensi kerja sama besar, ASEAN dan GCC perlu terus mempercepat penggelaran Kerangka Kerja Sama 2024-2028 di atas dasar penetapan bidang-bidang titik berat sesuai dengan setiap tahapan guna mengoptimalkan sumber daya yang ada. Menurut itu, kedua pihak bisa memilih bidang-bidang prioritas pada setiap tahun, yang saling melengkapi dan sesuai dengan perhatian kedua pihak, seperti: perdagangan-investasi, konektivitas, transformasi digital, energi dan ekonomi Halal. Di antaranya, konektivitas memainkan peranan kunci dalam melancarkan arus baru dalam hal komoditas, modal investasi, dan manusia antara dua kawasan dengan populasi 750 juta jiwa dan PDB lebih dari 5.000 miliar USD.
Deputi PM, Menlu Bui Thanh Son beranggapan bahwa mekanisme-mekanisme kerja sama perlu terus diselesaikan, di antaranya memprioritaskan peningkatan efektivitas koordinasi antara Sekretariat ASEAN dan Sekretariat GCC, serta antara Komite Perwakilan Tetap di ASEAN dan para Duta Besar negara-negara GCC di Jakarta guna menciptakan kanal pertukaran informasi secara rutin; bersamaan itu memobilisasi partisipasi aktif badan-badan profesi untuk segera memberikan komitmen-komitmen terhadap penggelaran yang konkret.

