Pada konferensi tersebut, PM Le Minh Hung menegaskan bahwa Vietnam sedang berupaya mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2050 dan menetapkan pengembangan energi terbarukan dan transformasi hijau sebagai prioritas strategis. PM Le Minh Hung mengusulkan tiga orientasi kerja sama penting untuk menyelesaikan isu-isu energi dan mempertahankan rantai pasokan:
“Dalam jangka pendek, negara-negara perlu memperkuat kerja sama dan koordinasi kebijakan untuk mendiversifikasi sumber pasokan energi, memfasilitasi perdagangan, dan mempertahankan rantai pasokan yang stabil dan lancar, terutama energi dan pangan. Kedua, dalam jangka menengah dan panjang, perlu meningkatkan kemandirian strategis dan ketahanan perekonomian melalui pengembangan infrastruktur energi yang sinkron, memperkuat cadangan strategis, dan meningkatkan transfer teknologi. Ketiga, perlu mempercepat pelaksanaan proyek-proyek kerja sama yang efektif dan substansial dalam kerangka AZEC, sesuai dengan kemampuan dan kondisi praktis masing-masing negara”.
PM menegaskan bahwa Vietnam terus berkomitmen untuk bekerja sama secara proaktif, bermakna dan erat dengan Jepang serta para mitra lainnya dalam melaksanakan gagasan AZEC secara efektif.
