(VOVworld) - Cao Bang adalah satu provinsi pegunugan di paling ujung Utara Tanah Air, punya gunung-gemunung yang berlapis-lapis, lanskap-nya romontis, banyak situs sejarah, produk-produk yang tersohor. Tidak hanya ada lanskap yang indah dan agung, kompleks batu kapur yang megah, jalan-jalannya seperti selendang sutra yang halus yang menghampari lereng-lereng gunung yang tampak samar-samar di tengah-tengah embun, sawah-sawah padi terasering. Provinsi Cao Bang juga adalah satu alamat merah bagi wisatawan untuk bertamasya ke daerah leluhur mengunjungi cagar-cagar sejarah Tanah Air.
Kalau datang ke provinsi Cao Bang, tempat pertama yang ingin disingkup dan dinikmati oleh wisatawan ialah kompleks cagar sejarah Pac Po, di kabupaten Ha Quang, yang terletak kira-kira 50 kilometer dari kota madya Cao Bang ke arah Timur Laut. Menurut bahasa lokal, Pac Po berarti mata air. Tempat ini dianggap sebagai tempat asal usul revolusi Vietnam karena nama tempat ini dikaitkan dengan periode sejarah yang amat penting dalam aktivitas Presiden Ho Chi Minh dan revolusi Vietnam untuk tahap 1941-1945, mempersiapkan pemberontakan umum, merebut kekuasaan di seluruh negeri.
Ketika tiba di pintu gerbang masuk ke kompleks cagar sejarah adalah gunung Karl Marks yang berdiri teguh seperti satu dinding batu yang kokoh. Di kaki gunung adalah anak sungai Lenin yang mengalir berliku-liku seperti satu selendang sutra yang halus, warna, kawanan-kawanan ikan yg berenang-renang di air di tengah-tengah batu-batu kerikil yang airnya biru dan berkilau-kilau di bawah sinar mata hari. Kedua anak sungai Lenin dan gunung Karl Marks adalah nama pemberian Presiden Ho Chi Minh.

Anak Sungai Lenin dan gunung Karl Marks
(Foto : vietbao.vn)
Ketika menginjakkan kaki di kompleks cagar sejarah Pac Po, semua kelelahan terasa hilang. Ruang di sini benar-benar santai dan tenang dengan suara kicau burung, suara gemericiknya air sungai beserta suara siar-siurnya angin yang meniup dedaunan. Zona pangkalan revolusi ini sungguh lugas dan sederhana, tetapi juga benar-benar romantis dengan arus air yang mengairi secara halus dari gunung dengan gua dan hutan.

Gua Pac Po
(foto : internet)
Ketika masuk gua Pac Po, semua orang juga mempunyai kesan-kesan yang sulit dilukiskan karena di tempat ini, Presiden Ho Chi Minh telah pernah tinggal, bekerja dan memimpin revolusi Vietnam. Gua kecil ini luasnya kira-kira15 meter persegi, lembab dan dingin yang terletak jauh di dalam gunung, sehingga sedikit diperhatikan orang. Itu juga adalah alasan mengapa Presiden Ho Chi Minh memilih tempat ini sebagai tempat tinggal ketika baru kembali ke Tanah Air. Semua orang sangat terharu ketika menyaksikan kehidupan Beliau yang serba kurang di hutan ini.
Saban tahun, gua Pac Po menyerap kedatangan wisatawan yang banyak. Semua orang punya fikiran yang sama yaitu ingin menginjakkan kaki di bumi yang suci ini.. Ibu Hoang Thi Truc, warga di sini memberitahukan bahwa wisatawan yang datang ke sini sangat banyak. Alasannya ialah di tempat ini tidak hiruk pikuk, tampaknya semua orang takut merusak ruang yang aman dan tenteram ini. Dia mengatakan: "Wisatawan yang paling banyak datang ke sini sehubungan dengan peringatan Hari Lahir Presiden Ho Chi Minh tanggal 19 Mei, selain itu banyak wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara juga berduyun-duyun datang ke sini pada tanggal 30 April. Di tempat ini, cuacanya sejuk dan suasana-nya bersih. Setiap hari, beberapa orang kami juga mengunjungi tempat tinggal Beliau. Ada wisatawan yang mengunjungi tempat ini juga menangis karena tempat tinggal Beliau serba kurang".
Meninggalkan gua Pac Po, di atas jalan kembali pulang, tempat berikutnya membuat wisatawan merasa heran akan keindahan yang tidak ada duanya yaitu gua Nguom Ngao di kabupaten Trung Khanh. Gua Nguom Ngao menurut bahasa Tay berarti gua harimau.

Gua Nguom Ngao
(Foto : Sotaydulich.com)

Gua Nguom Ngao
(Foto : Sotaydulich.com)
