Membangun Sistem Legislasi yang Modern, Implementatif dan Membina Pembangunan
Menurut Sekjen To Lam, MN merupakan tempat kristalisasi tekad, harapan dan hak kedaulatan masyarakat. MN Adalah lembaga yang memutuskan masalah-masalah besar bagi tanah air, serta Tempat mengimplementasikan haluan Partai sebagai hukum, kebijakan dan kekuatan pelaksanaan nyata. Setiap anggota MN harus selalu memahami secara mendalam bahwa mereka tidak hanya sekadar membawa suara mandat dari para pemilih saja, melainkan juga bertanggung jawab terhadap nasib bangsa, kepercayaan masyarakat dan masa depan untuk generasi-generasi di kemudian hari. Bertolak dari semangat itu, Sekjen To Lam meminta kepada MN angkatan XVI harus fokus melaksanakan dengan baik empat tugas besar. Di antaranya, tugas pertama mengenai pekerjaan pembuatan hukum.
“Pertama, membarui secara kuat pekerjaan pembuatan hukum, membangun sistem perundang-undangan yang modern dan terpadu, stabil, implementatif dan kontruktif untuk pembangunan. MN harus fokus meningkatkan kemampuan menginstitusikan dan mengkonkretkan Resolusi Partai menjadi kebijakan dan hukum, guna menciptakan kerangka hukum yang mantap dalam menyukseskan tugas-tugas pengembangan sosial-ekonomi”.
MN perlu membimbing peninjauan komprehensif terhadap sistem perundang-undangan, serta menyelesaikan struktur sistem perundang-undangan nasional. Hal ini bertujuan agar UU yang telah diberlakukan dapat diimplementasikan ke dalam kehidupan nyata. Dengan demikian Masyarakat akan mudah mengerti, dunia usaha mudah melaksanakannya dan badan usaha milik Negara mudah menerapkanya.
“Secara khusus harus membarui pola pikir dalam membuat undang-undang menuju arah yang berorientasi pada pembangunan. Hukum tidak seharusnya hanya mengelola yang sudah ada, tetapi harus mampu membuka jalan bagi hal-hal yang baru, tidak hanya menyesuaikan situasi nyata, tetapi juga membina masa depan. Kita harus beralih secara kuat dari pola pikir yang hanya menjalankan secara penuh undang-undang ke melaksanakan undang-undang untuk berkembang. Efisiensi pelaksanaan dan kepuasan masyarakat serta dunia usaha harus menjadi tolok ukur tertinggi bagi kualitas legislasi”.
Meningkatkan Pengawasan Tertinggi MN yang Substansial dan Tajam
Sekjen To Lam meminta MN harus meningkatkan pengawasan tertinggi ke arah yang substansial dan tajam untuk memikul tanggung jawab hingga tuntas. Pengawasan harus menjadi instrumen dalam meningkatkan daya guna dan hasil guna manajemen nasional, mampu melakukan penyesuaian secara tepat, melaksanakan tugas secara lebih baik, menangani semua persoalan, memberikan peringatan dini terhadap krisis, serta mendorong tindakan nyata.
Dengan kata lain, pengawasan harus mendukung pembentukan identifikasi awal problematik yang mungkin muncul dan pada akhirnya menentukan apakah masalah tersebut telah teratasi sepenuhnya.
“Saya meminta MN masa jabatan ini fokus mengawasi masalah-masalah besar, sektor-sektor utama, hambatan-hambatan dalam pembangunan, serta masalah-masalah yang menjadi perhatian para pemilih dan masyarakat. Diantaranya yang khusus ada pelaksanaan berbagai haluan besar dari Partai, pelaksanaan hukum, penggunaan sumber daya nasional, pengelolaan aset publik, penghematan, pencegahan dan pemberantasan pemborosan, serta tanggung jawab akuntabilitas lembaga-lembanga negara”.
Menurut Sekjen To Lam, MN Angkatan XVI harus meningkatkan kapabilitas dan visi saat memutuskan masalah-masalah penting tanah air. Setiap Keputusan harus diambil secara tepat, akurat dan tepat waktu demi kepentingan nasional yang berjangka panjang.
“Masalah-masalah sosial-ekonomi, anggaran keuangan Negara, investasi publik, berbagai program target nasional, serta proyek nasional yang penting juga menjadi keputusan besar yang berkaitan erat dengan kepentingan mendasar jangka panjang tanah air dan bangsa. Hal itu harus ditinjau secara komprehensif, ilmiah, dan hati-hati, tapi secara mutlak jangan membiarkan kelambatan sebagai hambatan bagi pembangunan. Setiap keputusan MN harus ditempatkan dalam keseluruhan strategi pembangunan nasional, dan konteks dunia yang mengalami perkembangan cepat, demi menjamin kemerdekaan, kemandirian, keamanan, keselamatan dan pembangunan yang berkesinambungan”.
Sekjen To Lam juga meminta MN Angkatan XVI harus terus membarui organisasi dan metode kegiatan menurut arah yang modern, profesional, dekat dengan rakyat, selaras dengan realitas dan memberikan respon kebijakan secara lebih cepat.
Masa jabatan MN Angkatan XVI dimulai dengan kewajiban yang teramat besar. Sekjen To Lam percaya bahwa dengan momentum bersejarah dari bangsa, MN Angkatan XVI pasti menyukseskan kewajiban yang dilimpahkan oleh Partai, Negara dan masyarakat. Hal ini turut merealisasikan hasrat membangun sebuah Vietnam yang damai, independen, demokratis, kaya, makmur, beradab, berbahagia dan mantap menuju sosialisme.
