(VOVWORLD) -Delapan puluh tahun yang lalu, pada tanggal 6 Januari 1946, pemilihan umum (pemilu) pertama untuk memilih Majelis Nasional (MN) Vietnam dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang paling demokratis dan progresif: pemungutan suara universal, setara, langsung, dan rahasia. Dari peristiwa penting itu, sumber demokrasi dibuka, diwariskan, dan menjadi landasan politik dan hukum yang kokoh bagi perjuangan revolusioner dan pembangunan tanah air
Pemilu pertama di Vietnam tahun 1946 (Foto dokumenter: VNA) |
Dari pemilu pertama pada tahun 1946 hingga MN saat ini, semangat "rakyat adalah fondasi" selalu hadir dalam perkembangan badan perwakilan rakyat tertinggi, organ kekuasaan negara tertinggi Republik Sosialis Vietnam.
Demokrasi sejak pemungutan suara pertama
Pemilu pada tanggal 6 Januari 1946 bukan sekedar peristiwa politik penting melainkan juga tonggak sejarah dalam hak rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri. Untuk pertama kalinya, rakyat Vietnam menggunakan hak pilih dan hak mencalonkan diri dalam pemilu secara universal, setara, langsung, dan rahasia, tanpa membedakan jenis kelamin, agama, atau kelas sosial. Dalam konteks negara yang baru merdeka dan menghadapi berbagai kesulitan, penyelenggaraan Pemilu inu secara jelas menunjukkan ideologi menempatkan rakyat sebagai pusat dari negara yang muda saat itu. Berbicara pada rapat umum peringatan 80 tahun Pemilihan Umum MN Vietnam (6 Januari), Ketua MN Tran Thanh Man menegaskan:
“6 Januari 1946 adalah tonggak sejarah gemilang yang membuka periode pembangunan baru bagi bangsa Vietnam. Kemenangan Pemilu dengan tegas menegaskan hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri, bangkit dari keadaan perbudakan untuk meraih kemerdekaan, mengelola negaranya sendiri dengan dasar hukum yang lengkap yang mewakili seluruh rakyat di dalam dan luar negeri, dan menjadi negara demokrasi pertama di Asia Tenggara.”
Sepanjang periode perlawanan, penyatuan, dan perubahan, semangat demokrasi tetap tak terputus. MN terus menjadi forum utama untuk mencerminkan keinginan dan aspirasi pemilih, terlepas dari kondisi sejarah yang berbeda. Penyelenggaraan pemilihan reguler, perluasan komposisi perwakilan, dan peningkatan representasi bagi perempuan, warga etnis minoritas, intelektual, dan pekerja menunjukkan bahwa demokrasi secara bertahap berkembang dan semakin mendalam.
Lebih penting lagi, demokrasi tidak terbatas pada hak untuk memilih perwakilan. Melalui kegiatan Majelis Nasional, banyak isu nasional utama dibahas dan diputuskan secara publik. Mempertahankan mekanisme demokrasi selama hampir 80 tahun merupakan bukti nyata dari pewarisan nilai-nilai demokrasi yang berkelanjutan dalam organisasi dan operasional MN Vietnam.
Ketua MN Tran Thanh Man pada upcara peringatan ke 80 pemilu MN (Foto: VOV) |
Demokrasi – nilai abadi selama 80 tahun MN Vietnam
Dalam beberapa tahun terakhir, MN telah mengalami banyak perubahan menuju keterbukaan, transparansi, dan kedekatan yang lebih besar dengan rakyat. Sidang dan sesi tanya jawab disiarkan langsung melalui televisi, memungkinkan pemilih untuk mengikuti dan memantau kegiatan perwakilan. Debat menjadi semakin substantif, lebih jelas menunjukkan peran dan tanggung jawab penting MN kepada rakyat.
Manifestasi penting lain dari demokrasi adalah perluasan konsultasi publik tentang rancangan undang-undang. Banyak kebijakan utama telah didiskusikan secara luas di masyarakat sebelum disahkan, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas legislasi dan menjamin hak rakyat untuk berpartisipasi dalam proses pembuatan undang-undang. Selain itu, pengawasan, sesi tanya jawab, dan jangkauan pemilih dipertahankan secara teratur, membantu MN untuk segera memahami isu-isu yang muncul dari situasi kehidupan nyata. Wakil Ketua MNNguyen Thi Thanh menyampaikan:
“Menurut pandangan saya, terdapat tiga pelajaran utama, salah satunya adalah pelajaran tentang prinsip teguh menjunjung tinggi nilai demokrasi dan menjamin hak rakyat untuk menentukan nasib diri sendiri. Dengan mewarisi semangat itu, MN selalu berfokus pada perluasan demokrasi, peningkatan keterwakilan, dan inovasi metode kerja untuk lebih dekat dengan rakyat, melayani hak dan kepentingan sah mereka secara praktis.”
Melihat kembali perjalanan hampir 80 tahun pembentukan dan perkembangan MN Vietnam, benang merah yang sama terbentang di sepanjang jalannya: demokrasi. Bukan suatu kebetulan bahwa MN didefinisikan sebagai badan perwakilan rakyat tertinggi, organ kekuasaan negara tertinggi.
Mempertahankan dan memperkaya nilai demokrasi itu bukan hanya tanggung jawab MN, tetapi juga harapan sah jutaan pemilih – mereka yang telah, sedang, dan akan mempercayakan kekuasaannya kepada wakil rakyat terpilih melalui surat suara mereka.