AS Terus Meningkatkan Tekanan Terhadap para Mitra Dagang

(VOVWORLD) -Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada tgl 7 Juli, waktu lokal, telah mengumumkan tarif baru hingga 40% terhadap 14 negara. Bersamaan itu, memberitahukan penundaan penerapan tarif timbal balik hingga tgl 1 Agustus, yang sebelumnya akan diumumkan pada tgl 9 juli. Ini merupakan gebrakan dari pemerintahan AS yang menunjukkan peningkatkan ketegangan dalam kebijakan tarif.

 

AS Terus Meningkatkan Tekanan Terhadap para Mitra Dagang - ảnh 1Sekretaris Pers dari Gedung Putih, Karoline Leavitt (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)

14 negara diterapkan tarif sebanyak 25-40%

Total 14 negara telah menerima surat dari Trump yang mengumumkan tarif baru pada tgl 7 Juli. Kongkretnya, tarif 15% diterapkan terhadap barang dari Jepang, Republik Korea, Kazakhstan, Malaysia dan Tunisia. Sementara, tarif yang lebih tinggi diterapkan terhadap barang impor dari Afrika Selatan, Bosnia & Herzegovina (30%), Indonesia (32%), Serbia dan Bangladesh (35%), Thailand dan Kambodia (36%), Laos dan Myanmar (40%). Ketika berbicara di depan kalangan pers pada 7 Juli, Sekretaris Pers dari Gedung Putih, Karoline Leavitt mengkonfirmasikan:

“Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif untuk penundaan penerapan tarif dari 9 Juli menjadi 1 Agustus. Tarif timbal balik yang baru akan diumumkan kepada para pemimpin negara atau, jika kesepakatan tercapai, negara-negara tersebut akan terus bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Pemerintahan Trump dan tim perdagangannya ingin mendapatkan kesepakatan terbaik bagi rakyat dan pekerja Amerika.”

Dalam semua 14 surat tersebut , Trump memperingatkan bahwa dia akan menaikkan tarif lebih tinggi dari tarif yang diumumkan jika suatu negara membalas Amerika Serikat dengan tarif mereka. Dia menegaskan bahwa tarif baru akan terpisah di atas tarif sektoral yang sudah ada, yang berarti tarif tersebut tidak akan kumulatif dengan tarif yang saat ini dikenakan Amerika Serikat pada industri tertentu seperti baja, aluminium, dan mobil yang diimpor ke Amerika Serikat.

Kembalinya kebijakan America first (AS di atas segalanya)

Pengumuman Presiden Donald Trump tersebut menandai kembalinya kebijakan perdagangan “America first” (AS di atas segalanya), yang bertujuan membatasi defisit perdagangan dan membeli semua industri dalam negeri.

Sejak kembalinya ke Gedung Putih, Presiden Donald Trump telah berkali-kali mengubah waktu dan tarif yang dikenakan ke beberapa negara, setelah berkomitmen dalam kampanye pemilu bahwa akan memberikan tarif impor setinggi-tingginya. Pada bulan April lalu, dia telah mengumumkan serangkaian tarif timbal balik terhadap banyak mitra dagang. Tetapi akan ditunda sementara selama 90 hari pelaksanaannya agar para mitra dagang dapat bernegosisasi.

Meskipun telah menetapkan tujuan untuk mencapai kesepakatan dengan 90 negara dalam waktu 90 hari, AS sejauh ini hanya mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan tiga negara: Inggris, Tiongkok, dan Vietnam. Meskipun Trump telah berulang kali menyatakan kekhawatiran tentang perdagangan dengan Uni Eropa (EU), blok tersebut belum menerima surat darinya. Sementara itu, banyak negara lain juga mengharapkan satu kali penundaan untuk menciptakan lebih banyak waktu bagi kesepakatan yang saling menguntungkan. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Presiden Donald Trump sendiri ketika dia mengatakan bahwa 1 Agustus adalah tanggal berlakunya tarif AS, tetapi pintu untuk negosiasi tetap terbuka.

AS Terus Meningkatkan Tekanan Terhadap para Mitra Dagang - ảnh 2Presiden Donald Trumpber dengan Perdana Menteri Israel di Gedung Putih pada Senin malam (7 Juli) (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)

Ketika berbicara pada jamuan makan malam dengan Perdana Menteri Israel di Gedung Putih pada Senin malam (7 Juli), Presiden Donald Trump mengatakan:

Saya katakan itu sudah ditetapkan, tetapi belum 100% diputuskan. Jika mereka menelepon dan mengatakan bahwa kami ingin melakukan sesuatu yang berbeda, kami akan membuka kemungkinan itu. Tetapi pada dasarnya itu saja untuk saat ini.”

Negosiasi lanjut sekarang sedang direncanakan . Pengumuman tarif baru AS, yang akan berlaku mulai 1 Agustus, langsung mempengaruhi pasar keuangan AS ketika pada sesi penutupan tgl 7 Juli, indeks saham utama di AS jatuh secara bersamaan. Para analis khawatir bahwa pengenaan tarif timbal balik yang menargetkan eksportir utama dapat berdampak signifikan pada rantai pasokan global./.

Komentar

Yang lain