Distribusi Vaksin yang Adil: Kunci untuk Kalahkan Pandemi Covid-19

(VOVWORLD) - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) online Kelompok Tujuh Industri Maju Utama di Dunia (G7) telah berakhir baru-baru ini dengan kepemimpinan Inggris sebagai peran ketua bergilir. Satu poin menonjol yang dicantumkan dalam pernyataan bersama konferensi tersebut ialah kesepakatan para pemimpin G7 untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi pandemi Covid-19, berkomitmen untuk menghapuskan nasionalisme vaksin, menganggap kerja sama dan distribusi vaksin secara adil sebagai kunci untuk mengalahkan pandemi.
Distribusi Vaksin yang Adil: Kunci untuk Kalahkan Pandemi Covid-19 - ảnh 1Ilustrasi (Foto: Reuters)

Menurut pernyataan konferensi, G7 sepakat meningkatkan bantuan untuk program inisiatif vaksin global hingga 7,5 miliar USD melalui program distribusi vaksin internasional COVAX yang dicanangkan dan dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Yang paling penting, negara-negara G7 sepakat membagikan sebagian vaksin yang dipesan untuk negara-negara sedang berkembang.

Bersinergi Menghadapi Tantangan

Pesan bersama yang dikeluarkan pada KTT G7 bahwa perang global mengalahkan wabah Covid-19 tidak akan berarti apabila masyarakat negara-negara kaya divaksin, sedangkan masyarakat di negara-negara sedang berkembang tidak punya cukup vaksin. Oleh karena itu, hal yang perlu dan paling darurat sekarang ialah bersama-sama beraksi, perlu menjamin agar masyarakat seluruh dunia divaksinasi Covid-19 untuk melampaui pandemi ini.

Sebagai Ketua bergilir G7, Inggris berjalan di depan dalam upaya bersama ini dengan komitmen akan menyediakan separuh jumlah vaksin dari yang tersisa untuk negara-negara sedang berkembang melalui program COVAX. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyatakan bahwa Uni Eropa akan meningkatkan dua kali lipat kontribusi keuangan dalam program COVAX hingga 1 miliar Euro. Negara-negara Uni Eropa semuanya sudah memberikan sumbangan langsung untuk program COVAX. Jerman berkomitmen menambahkan 1,5 miliar Euro untuk program-program vaksinasi Covid-19 global, pemeriksaan dan pengobatan penyakit ini. Perancis berkomitmen menyediakan maksimal 5% jumlah vaksin yang dibelinya untuk dibagikan kepada negara-negara sedang berkembang.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden berkomitmen akan memberikan lagi bantuan sebesar 4 miliar USD untuk program COVAX, di antaranya 2 miliar USD akan segera dibayarkan Amerika Serikat, tetapi hanya setuju membagikan vaksin kepada negara-negara sedang berkembang setelah semua warga Amerika Serikat sudah divaksin.

Sementara itu, secara global, terhitung hingga sekarang, Tiongkok telah memasok lebih dari 424 juta dosis vaksin untuk 27 negara, dan Rusia memasok 388 juta dosis vaksin untuk 20 negara. India, produsen vaksin terbesar di dunia, tengah berupaya memasok vaksin Covid-19 untuk negara-negara tetangga serta negara-negara dengan pendapatan rendah dan menengah di Afrika.

Menghapuskan Nasionalisme Vaksin

Lomba pembelian vaksin antarnegara di dunia mulai menjadi panas sejak awal tahun ini ketika berbagai penelitian vaksin telah diumumkan sukses dan vaksin sudah diproduksi. Dalam kenyataan, beberapa negara kaya telah membeli vaksin dengan jumlah besar sejak 2020 ketika vaksin masih berada dalam proses penelitian dan uji coba. Sementara itu negara-negara miskin dan sedang berkembang yang belakangan memesan, harus menunggu dan membeli melalui tender.

Distribusi Vaksin yang Adil: Kunci untuk Kalahkan Pandemi Covid-19 - ảnh 2PM Inggris, Boris Johnson memimpin KTT G7 (Foto: VNA)

Terhitung sampai sekarang, pada umumnya di dunia ada sekitar 130 negara yang belum bisa mendapat vaksin. Oleh karena itu, untuk mengalahkan pandemi, distribusi vaksin perlu dilaksanakan secara adil. Apabila semua masyarakat di dunia bisa mendapat vaksin, barulah aktivitas pertukaran perdagangan kembali normal, kondusif untuk pemulihan ekonomi global. Kunci untuk menghentikan wabah global negara-negara di dunia harus menjamin solidaritas dan menghentikan perbedaan dalam proses distribusi vaksin.

Beberapa waktu terakhir, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreysus juga memperingatkan bahwa negara-negara yang menyimpan vaksin demi kepentingan nasional secara tidak langsung bisa memperburuk situasi pandemi, sekaligus mengimbau komunitas internasional agar mencegah “nasionalisme” dalam rencana distribusi vaksin global.

Dalam situasi wabah Covid-19 yang tengah menimbulkan dampak serius secara global meski ada tanda turunnya kecepatan penularan, KTT G7 melalui musyawarah dan mufakat telah mendapatkan komitmen dari para pemimpin terkemuka dunia yang dianggap sebagai satu indikasi positif, menyalakan semangat solidaritas, saling berbagi, kerja sama dan tekad mengalahkan pandemi Covid-19.

Komentar

Yang lain