
Lebih dari 10.000 orang melakukan demonstrasi di Spanyol.
(Foto: hanoimoi.com.vn)

Demonstrasi di Portugal pada 15 September ini.
(Foto: nld.com.vn)
Puluhan ribu orang dari semua penjuru negeri Spanyol selama tiga hari ini telah berkumpul di ibu kota Madrid untuk mengikuti demonstrasi besar yang bertujuan memprotes langkah-langkah ekonomi keras yang diterakan pinggang dari pemerintah negara ini. Demonstrasi itu diimbau oleh Persekutuan “Konferensi Tingkat Tinggi Sosial” yang terdiri dari ratusan asosiasi sosial. Sebagian besar demonstan adalah pegawai negeri, mereka memprotes penaikan pajak dan penurunan biaya untuk jasa sosial. Para demonstran telah menjunjung tinggi slogan yang antara lain mengatakan bahwa pemerintah Spanyol sedang melaksanakan kebijakan untuk kepentingan semua pasar keuangan internasional, Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF), tapi tidak demi kepentingan rakyat Spanyol. Demonstransi itu meledak ketika pemerintah negara ini menyatakan akan mengajukan reformasi- reformasi ekonomi baru pada akhir bulan ini, menurutnya akan memperkuat langkah-langkah memperketat pinggang, memangkas pengeluaran biaya sebanyak kira-kira USD 125 miliar dalam waktu selama tiga tahun. Sebagai gantinya, Madrid akan menerima USD 36 miliar pertama pada bulan ini juga dari paket talengan senilai USD 122 miliar dari IMF dan semua institusi keuangan Eropa untuk membantu semua bank negara ini menghadapi utang-utang bermasalah akibat pengaruh dari gelembung real estate dan prosentasi pengangguran yang mencapai kira-kira 25 persen. Sedangkan di Portugal, demonstrasi juga meledak di ibu kota Lisabon dan banyak kota yang lain dengan partisipasi dari seratus ribu orang, bahkan telah berubah terjadi bentrokan antara kaum demonstran dan pasukan keamanan di luar Gedung Parlemen. Kantor IMF juga menjadi sasaran serangan dari kaum demonstran. Penyebab-nya yalah untuk bisa menerima talangan senilai USD 110 miliar, pemerintah negara ini harus menerapkan kebijakan memperketat pinggang, menurutnya kaum pekerja harus membayar lebih banyak uang untuk jasa- jasa pengaman sosial.

Demonstrasi melanda di Eropa.
( Foto: anhbasam.eu)

Opini umum mencela bahwa semua langkah pemangkasan ini yang pada pokoknya menyasar pada lapisan kaum pekerja, jadi tidak banyak berpengaruh terhadap yang kaya.
( Foto:cafedocbao.com)
Pada masa belakangan ini, meskipun para pemimpin Eurozone telah sedikit-banyak mengusahakan suara bersama ketika sepakat dengan rencana mendorong pertumbuhan, atau membentuk mekanisme pengawasan bank bersama, tetapi menurut banyak pengamat, kawasan ini masih memerlukan semua solusi yang lebih mendasdar lagi. Dengan terus menerapkan kebijakan moneter yang diperluas beserta paket-paket melonggarkan jumlah yang sudah ditetapkan seperti yang sudah dan sedang dilakukan oleh Amerika Serikat mungkin menjadi satu arah yang rasional. Menurutnya, akan harus menurunkan suku bunga lebih rendah lagi dan harus menaikkan jumlah uang yang beredar di pasar untuk bisa langsung membeli utang-utang dari negara-negara anggota. Bersamaan dengan itu, Uni Eropa perlu mulai menutup kesenjangan tentang tingkat kepercayaan kredit antara berbagai perekonomian dan mengedarkan obligasi kawasan (eurobond) untuk menurunkan biaya keuangan dari berbagai perekonomian yang keuangannya kurang stabil.
Akan tetapi, sampai sekarang, rekomendasi tentang pengedaran Eurobond untuk menurunkan biaya keuangan untuk negara- negara anggota Eurozone masih sedang menghadapi tentangan dari Jerman. Eropa tetap belum mencapai kesepakatan politik dari negara-negara anggotanya ketika kepentingan setiap negara masih sangat berbeda. Bisa dilihat krisis utang publik di Eurozone harus menempuh satu penggalan jalan yang panjang sebelum berakhir. Masalahnya sekarang ini yalah Eropa perlu mempertahankan kepercayaan pada mata uang bersama. Ditambah lagi, dalam menggunakan langkah-langkah menurunkan biaya, perlu ada keluwesan dan keadilan, dengan demikian barulah bisa mencapai kesepakatan yang tinggi dalam berbagai lapisan rakyat. Kalangan analis beranggapan bahwa hanya melepaskan secara berangsur-angsur setiap «sumbatan», maka kemacetan baru bisa berangsur-angsur diterobos, dengan demikian, barulah bisa menghindari kabar buruk bagi perekonomian global. Tampaknya, penggalan jalan itu masih penuh dengan onak dan duri, karena menurut prakiraan, Eurozone yang terdiri dari 17 negara ini akan mengalami resesi pada tahun ini karena tidak bisa memecahkan masalah krisis utang publik dan membuka jalan bagi pemulihan pertumbuhan./.
