Eropa dengan Kebutuhan yang Semakin Kuat untuk Melegitimasi Kedaulatan

(VOVWORLD) - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa baru saja berlangsung pekan lalu di Brussel, Belgia. Masalah perluasan blok kembali di atas meja dan menjadi perhatian utama konferensi, dan konflik di Ukraina hanya bertujuan untuk melaksanakan target melegitimasikan permintaan Eropa yang semakin meningkat tentang kedaulatan.
Eropa dengan Kebutuhan yang Semakin Kuat untuk Melegitimasi Kedaulatan - ảnh 1Kantor Komisi Eropa di Brussel, Belgia (Foto: AFP / VNA)

Dalam sebuah tindakan yang dianggap belum pernah terjadi sebelumnya, para pemimpin dari 27 negara anggota Uni Eropa setuju untuk memberikan status kandidat Moldova dan Ukraina untuk bergabung dengan blok tersebut. Keputusan bersejarah ini memungkinkan Ukraina untuk mengambil satu langkah lain dalam proses bergabung dengan Uni Eropa bersama dengan negara-negara tetangganya.

Keputusan Simbolik

Ukraina menyebut ini sebagai keputusan bersejarah sementara Rusia langsung memprotes keputusan Uni Eropa tersebut. Disebut belum pernah terjadi sebelumnya karena masa aplikasi pemberian status kandidat Uni Eropa untuk Ukraina dan Moldova terjadi begitu pendek, hanya beberapa bulan. Belum pernah negara-negara anggota Uni Eropa memberikan persetujuan mereka kepada negara luar dalam waktu sesingkat itu.

Status kandidat memungkinkan Ukraina secara resmi melakukan perundingan dengan Uni Eropa, yang harus melewati sekitar 30 bab perundingan yang mencakup seluruh kegiatan Uni Eropa, seperti pajak, hak warga etnis minoritas, pergerakan bebas barang dan manusia, masalah lingkungan, dan sebagainya. Semua bab perundingan ini bertujuan untuk memverifikasi apakah undang-undang Ukraina sesuai dengan hukum Uni Eropa.

Namun para ahli mengatakan bahwa keputusan Dewan Eropa sebenarnya merupakan langkah simbolik bagi Ukraina dan Moldova saja, karena ini hanyalah awal dari perjalanan yang rumit dan panjang jika berdasarkan pada standar-standar yang tidak dapat diturunkan oleh Uni Eropa dalam hal ekonomi, sosial-politik, dan terutama dalam hal kebebasan, hukum negara dan hak asasi manusia. Lebih-lebih lagi, keputusan yang dikeluarkan dalam konteks konflik yang belum berakhir di Ukraina akan menambah lebih banyak tantangan bagi Kiev dan Uni Eropa dalam waktu mendatang. Meskipun Ukraina telah diberikan status kandidat Uni Eropa, prospek untuk secara resmi diterima di blok itu bisa memakan waktu bertahun-tahun dengan berbagai syarat yang mengikat.

Di pihaknya, apakah Uni Eropa mampu menerima negara kandidat seperti Ukraine, juga merupakan pertanyaan yang perlu dijawab. Dengan kata lain, pertimbangan dan pengakuan Ukraina bukanlah urusan satu arah. Selain persyaratan yang ditetapkan untuk Ukraina, Uni Eropa sendiri juga harus sepenuhnya mempersiapkan kondisi dari segi anggaran keuangan dan kapasitas pengambilan keputusan, untuk dapat menerima lebih banyak anggota.

Menantang mimpi penyatuan Eropa

Sejak 2014 hingga sekarang, dalam konteks internasional dan regional yang mengalami banyak gejolak seperti krisis Ukraina, krisis imigrasi, serta implikasi dari krisis utang publik, Brexit dan pandemi Covid-19, membuat blok ini ingin memperkuat penyatuan sekaligus memiliki banyak dampak positif bagi kepentingan masing-masing negara. Ini adalah periode yang penuh gejolak bagi Uni Eropa. Bagaimanapun juga, Uni Eropa masih menghadapi tantangan-tantangan baru yang mengancam perkembangan dan keberadaannya.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, konsep "Eropa yang berdaulat" yang bertujuan menegaskan kekuatan politik dan ekonomi baik di kawasan maupun di arena internasional, telah diungkapkan dengan jelas. Ini termasuk pembentukan "Inisiatif Intervensi Eropa" dan "Orientasi Strategis" yang disahkan dalam masa bakti Presiden bergilir Uni Eropa di Prancis, atau ketika Uni Eropa pertama kali meluncurkan Strategi Indo-Pasifik pada September 2021. Mengenai reformasi zona Euro, beberapa anggota telah mendorong “Instrumen Anggaran Terhimpun dan Kompetitif” yang terbuka untuk negara-negara non-anggota Zona Euro. Pandemi Covid-19 juga membawa keberhasilan lain dalam kebijakan Uni Eropa di bidang keuangan melalui pengesahan Komisi Uni Eropa atas dana rekonstruksi Eropa sebesar 750 miliar Euro berdasarkan prinsip pembagian utang. Pada September 2020 Uni Eropa membentuk Badan Pengawasan Pantai dan Perbatasan Eropa, mengumumkan Draft Piagam Imigrasi dan Pengungsi Baru yang rencananya akan disahkan tahun ini.

Eropa dengan Kebutuhan yang Semakin Kuat untuk Melegitimasi Kedaulatan - ảnh 2Panorama KTT Uni Eropa di Brussel, pada 23 Juni 2022 (Foto: Xinhua/VNA)

Dapat dilihat bahwa langkah-langkah ini semua bertujuan untuk mewujudkan "ambisi berdaulat Eropa" dan Uni Eropa cepat memberikan status kandidat untuk bergabung dalam blok bagi Ukraina agar tidak keluar dari tujuan ini. Namun jalan untuk mewujudkan mimpi tersebut masih memiliki banyak tantangan. Sejarah Uni Eropa menunjukkan bahwa proses perundingan untuk menerima satu negara kandidat tidak pernah berjalan secara mudah, bisa memakan waktu bertahun-tahun dan bahkan bisa berbuah keputusan yang sebaliknya. Jika Ukraina dapat dengan mudah menikmati status kandidat pada KTT ini berkat motif politik Uni Eropa, fakta bahwa suatu hari Kiev akan secara resmi bergabung dengan 27 negara anggota blok itu adalah cerita yang sama sekali berbeda.

Komentar

Yang lain