Hubungan kemitraan strategis Vietnam-Indonesia 2017: Tinjauan masa satu tahun

(VOVWORLD) - Vietnam dan Indonesia resmi menggalang hubungan diplomatik pada tahun 1955 di atas fundasi hubungan tradisional baik yang dibangun dan dipupuk oleh Presiden Ho Chi Minh dan Presiden Indonesia Soekarno. Mengalami masa 60 tahun berkembang, khususnya setelah menggalang hubungan kemitraan strategis pada tahun 2013, hubungan antara dua negara tidak henti-hentinya berkembang kuat di banyak bidang. Tahun 2017 menandai selar tentang banyak hasil yang baik dalam hubungan antara dua negara Vietnam dan Indonesia.
Hubungan kemitraan strategis Vietnam-Indonesia 2017: Tinjauan masa satu tahun - ảnh 1Sekjen KS PKV, Nguyen Phu Trong dalam kunjungan di Indonesia pada Agustus 2017 (Foto :VOV) 

Hubungan antara dua negara Vietnam dan Indonesia pada tahun 2017 menandai satu langkah perkembangan baru ketika Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV), Nguyen Phu Trong melakukan kunjungan resmi di Indonesia dari 22-24 Agustus tahun lalu. Ini merupakan kunjungan pertama yang dilakukan oleh Sekjen KS PKV di Indonesia dan merupakan kunjungan pertama yang dilakukan oleh pemimpin senior Vietnam di Indonesia sejak dua negara menggalang kerangka hubungan Kemitraan strategis. Hingga sekarang, Vietnam adalah satu-satunya negara di ASEAN di mana Indonesia menggalang hubungan kemitraan strategis. Deputi Perdana Menteri (Deputi PM), Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Pham Binh Minh menekankan: “Indonesia dengan peranan dan posisi di kawasan dan arena internasional, maka penggalangan hubungan kemitraan strategis ini demi kepentingan strategis dari kedua negara, sekaligus demi perdamaian, kerjasama, perkembangan dan kestabilan di kawasan. Dengan taraf hubungan Vietnam-Indonesia seperti sekarang ini, maka hal punya makna penting”.

Hubungan kemitraan strategis Vietnam-Indonesia 2017: Tinjauan masa satu tahun - ảnh 2Presiden Indonesia Jokowi (kiri) dan Presiden Vietnam, Tran Dai Quang dalam kerangka APEC (November 2017) 

Kunjungan sejarah yang mencatat selar dalam hubungan antara dua negara dengan naskah-naskah kerjasama penting yang ditandatangani, di antaranya, pimpinan dua negara sepakat terus memperhebat kerjasama di bidang-bidang pertahanan, keamanan, demi kepentingan rakyat dua negeri, memberikan sumbangan positif terhadap perdamaian, kestabilan, keamanan dan perkembangan di kawasan dan dunia, turut memperkokoh dan memperkuat solidaritas, persatuan, kesatuan dan kekuatan ASEAN. Presiden Indonesia, Joko Widodo menekankan:

"Indonesia dan Vietnam disatukan dalam ASEAN. Kita memfokuskan di tiga isu utama: yaitu peningkatkan kerjasama di bidang maritim dan perikanan, di bidang perdagangan dan investasi serta isu kawasan . "

Hubungan kemitraan strategis Vietnam-Indonesia 2017: Tinjauan masa satu tahun - ảnh 3Pembukaan Pekan raya perdagangan Indonesia di Kota Da Nang (November 2017)

Di sudut ekonomi, Vietnam dan Indonesia merupakan perekonomian-perekonomian sedang muncul dan berkembang secara cepat. Indonesia memiliki perekonomian yang besarnya nomor 16 di dunia dan juga merupakan pasar yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Selama ini, pertukaran perdagangan antara Vietnam dan Indonesia telah mengalami perkembangan-perkembangan yang menggembirakan. Hingga bulan April 2017, Indonesia terus menduduki posisi ke-5 di kalangan ASEAN dan posisi ke-30 di antara 105 negeri dan teritori yang melakukan investasi di Vietnam dengan 59 proyek, berfokus pada bidang-bidang eksplorasi, eksploitasi migas, eksploitasi batu bara, perbankan, perhotelan, pengolahan kayu ekspor, produksi benang, tekstil dan produk tekstil. Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi menilai:

"Saya rasa hubungan dua negara tahun ini bagus sekali. Total perdagangan kita optimis naik 22%, bisa mencapai sampai 6,7 miliar USD. Ini ada dukungan dari kunjungan Sekjen KS PKV Vietnam, Nguyen Phu Trong di Indonesia dan kunjungan dari Presiden Jokowi di Vietnam dalam rangka Pekan tingkat tinggi APEC di kota Da Nang. Selain itu banyak delegasi ekonomi baik hadir Trade Expo di Jakarta maupun di sini. Tahun ini sangat intensif sekali dan mendukung hubungan dua negara."

 

Hubungan kemitraan strategis Vietnam-Indonesia 2017: Tinjauan masa satu tahun - ảnh 4 Dubes Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi (Foto :VOV)

Di bidang pariwisata, sejak  menandatangani MoU kerjasama pariwisata tahun 1994, pariwisata Vietnam-Indonesia mempunyai kerjasama bilateral yang kuat dan mencapai pertumbuhan terus-menerus. Menurut statistik tahun 2016, jumlah wisatawan Indonesia yang datang ke Vietnam meningkat 11,9%, mencapai kira-kira 70.000 wisatawan. Pada tahun 2017, angka ini menjadi kira-kira 100.000 orang. Di antaranya, setiap tahun ada 40.000 wisatawn Vietnam yang berwisata di Indonesia. Akan tetapi, angka ini masih belum sepadan dengan potensi pariwisata yang dimiliki dua negara. Untuk mendorong kerjasama pariwisata, direncanakan, pada awal tahun 2018, di samping Vietnam Airlines akan ada Maskapai Penerbangan VietJet resmi membuka lini penerbangan langsung dari Kota Ho Chi Minh ke Kota Jakarta (Indonesia). Nguyen Thanh Hung, Wakil Ketua Dewan Komisaris Perusahaan Persero Penerbangan VietJet memberitahukan:

“Vietnam dan Indonesia merupakan dua negara yang memainkan peranan penting dalam ASEAN dan kawasan Asia-Pasifik. Pembukaan lini penerbangan Jakarta-Kota Ho Chi Minh bermaksud memenuhi kebutuhan mobilitas warga dan turut mendorong kebutuhan pertukaran perdagangan dan pariwisata demi kemakmuran dua negara Vietnam dan Indonesia”.

Hubungan kemitraan strategis Vietnam-Indonesia 2017: Tinjauan masa satu tahun - ảnh 5Acaca pengumuman membuka penerbangan langsung dari Vietjet (Agusuts 2017) 

Pada latar belakang hubungan kerjasama di banyak segi antara Vietnam dan Indonesia mengalami perkembangan yang menggembirakan, banyak permufakatan telah digelar, pelaksanaan dengan baik semua pemahaman besama yang sudah dicapai dan orientasi dan langkah kerjasama  akan mendorong hubungan bilateral Vietnam-Indonesia berkembang kuat, memberikan kepentingan praksis kepada rakyat dua negeri, turut memperkuat konektivitas antara negara-negara anggota ASEAN dan dunia.  

 

Komentar

Yang lain