Krisis nuklir Iran: Panasnya sedang meningkat

(VOVworld) - Ketegangan sedang  semakin meningkat  yang bersangkutan dengan krisis nuklir Iran  telah dan sedang benar-benar mencemaskan komunitas internasional. Karena hanya  satu singgungan yang  kecil saja, satu sentuhan dari kedua fihak akan  menyulut satu “kebakaran” besar, menyalakan sumbu ledak  untuk satu “Perang Dunia III”. Sekarang ini, belum ada indikasi  yang menggembirakan untuk menerobos kemacetan itu.
 
Krisis nuklir Iran: Panasnya sedang meningkat - ảnh 1
Presiden Iran Mahmoud Amahdinejad  
 (Foto: vietgiaitri.com)

Panas sedang semakin meningkat  bersangkutan dengan krisis nuklir di Iran pada pekan-pekan belakangan ini. Pada saat pemerintah Israel berencana melakukan serangan-serangan udara terhadap semua instalasi nuklir Iran, latihan perang di laut yang bernama: “ Menghadapi ranjau  internasional 12”, dari 16-27 September yang dipimpin oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di daerah Teluk  Persia telah berlangsung secara  besar-besaran  dengan partisipasi dari 12 kapal perang  dari kira-kira 30 negara  maritim  utama di dunia telah  mengirimkan  lagi pesan keras dari semua negara adi kuasa  Barat untuk mencegah segala tindakan dari negara Islam ini.  Ditambah lagi, di bidang diplomasi dan ekonomi, semua langkah baru juga diperketat oleh negara-negara Barat. Kongkritnya yalah  pada 23 September ini, semua Menteri Luar Negeri (Menlu) dari 3 negara Inggris, Perancis dan Jerman telah  menyampaikan rekomendasi kepada  ibu Catherine Ashton,Wakil senior  urusan  politik hubungan luar negeri Uni Eropa (EU)  untuk menyerukan pemaksaan  langkah-langkah sanksi keras terhadap Iran. Rincian langkah sanksi baru ini  sedang disusun, akan tetapi semua Menlu tersebut  akan membahas gerak-gerik ini  pada   pertemuan  di Brusel (Belgia) pada 15 Oktober nanti.

Krisis nuklir Iran: Panasnya sedang meningkat - ảnh 2
Ibu Catherine Ashton,Wakil senior  urusan  politik hubungan luar negeri Uni Eropa .
( Foto: asbarez.com)


Sebelumnya, pada  pertengahan September  ini, pada pertemuan para Menlu negara-negara Uni Eropa di pulau Sirprus, 3 negara tersebut juga telah berseru kepada negara-negara Uni Eropa yang  lain  sepakat memaksakan langkah-langkah sanksi baru terhadap Iran, setelah semua perundingan yang diadakan antara negara ini dengan kelompok  P5+1(yang  terdiri dari 5 negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman) tentang program nuklir Tehran yang kontroversial telah tidak memberikan hasil  terobosan manapun. Di bidang politik, satu sanksi  baru  juga telah dimanifestasikan oleh AS pada 22 September ini. Yaitu AS telah menolak pemberian visa kepada 20 pejabat Iran, diantaranya ada dua menteri yang  ingin menghadiri persidangan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di kota New York (AS) pada pekan ini. Pada kenyataannya, dengan martabat sebagai negara tuan rumah persidangan PBB, AS  punya kebijakan memberikan visa kepada para anggota semua delegasi peserta, tanpa memperdulikan semua perdebatan dengan beberapa negara dan tindakan itu adalah hal yang “sulit dimengerti”, tetapi Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan komentar apapun. Opini umum beranggapan bahwa, penyebab kunci kasus ini juga bersangkutan dengan krisis nuklir di Iran.

Krisis nuklir Iran: Panasnya sedang meningkat - ảnh 3
Menlu AS Hillary Clinton dan dan Menteri Keuangan  AS  Geithner  bersama mengumumkan sanksi baru terhadap Iran pada 24 September ini.
(Foto: truongtansang.net)

Sebelumnya, Kongres AS telah mengesahkan semua langkah sanksi keras terhadap Iran yang diesahkan oleh Presiden AS Barack Obama  untuk membatasi  negara itu  mengekspor minyak, merintangi negara ini mengembangkan ekonomi, sehingga  memberikan kesulitan terhadap Iran dalam memenuhi biaya untuk program pengayaan uranium. Sementara itu, pada 22 September  di Washington DC, dengan 90 suara pro dan satu suara  kontra, Senat AS telah mengesahkan resolusi yang isinya menegaskan  bahwa negara  akan melakukan segala yang bisa dilakukan untuk bisa mencegah Iran pengembangan  senjata nuklir Iran. Sementara itu, pemerintah pimpinan Presiden Iran Mahmoud Ahmahdinejad telah menjalankan langkah-langkah yang fleksibel. Dalam keterangannya kepada koran AS “The Washington Post”, pada 24 September ini, Presiden Mahmoud Ahmahdinejad  menegaskan bersedia mengajukan satu permufakatan untuk membatasi gudang  uranium  yang sudah dikayakan  oleh negara ini, tetapi juga menyangsikan terhadap iktikat baik  perundingan dari Barat.

Krisis nuklir Iran: Panasnya sedang meningkat - ảnh 4
 Iran baru saja mencetak tank berlapis baja  super ringan Hoveyzeh 
(Foto: news.zing.vn)

Pemerintah Iran juga menunjukan bahwa program nuklir Iran bukanlah hal yang benar-benar mencemaskan Barat, melainkan itu hanya merupakan dalih  untuk melakukan sabotase terhadap pemerintah negara Islam  ini saja.  Pada  forum PBB, pada 24 September, Presiden Mahmoud Ahmahdinejad  telah mencela semua negara adi kuasa Barat yang menyalahgunakan  hak veto di PBB dalam perdebatan tentang nuklir dengan negara Republik Islam ini dan juga mengizinkan “pelecehan” terhadap agama Islam. Bersama dengan hal itu, potensi militer  juga didemonstrasikan Iran untuk memberikan balasan terhadap semua tidakan yang dilakukan negara-negara Barat. Pada 24 September ini, Teheran telah  memperkenalkan  tank berlapis baja  super ringan “Hoveyzeh” dan  mobil  berlapis baja pengangkut serdadu “Talaeiyeh” yang dirancang dan dibuat oleh Badan Industri Pertahanan negara ini yang mampu  memperlengkapi banyak jenis senjata, melakukan tugas-tugas pada malam, mudah  dirawat dan  diangkut dengan pesawat terbang  dan helikopter. Sebelumnya pada 23 September ini, ketika berbicara di kanal TV Iran “Al-Alam” dalam bahasa Arab, Brigadir Jenderal Amir Hajizadeh, pasukan Garda Revolusioner Iran mengatakan bahwa Iran bisa melancarkan satu serangan  penangkalan kalau Israel  siap  melakukan serangan terhadap mereka.  Pada hari yang sana, Teheran memberitahukan bahwa Angkatan Udara negara ini sedang berencana melakukan latihan perang berskala besar di kawasan  sebelah selatan dari negara ini pada akhir tahun 2012 menurut kalender Iran (Maret 2013). Sedangkan di ibu kota Teheran, pada 21 September, pemerintah Islam ini telah melakukan pawai militer untuk mendemonstrasikan berbagai jenis senjata  berat dengan  disaksikan oleh Presiden Mahmoud Ahmahdinejad dalam kegiatan pembukaan “Pekan Pertahanan”…

Krisis nuklir Iran: Panasnya sedang meningkat - ảnh 5
Teheran memberitahukan bahwa Angkatan Udara negara ini sedang berencana melakukan latihan perang berskala besar di kawasan  
(Foto: giaoduc.net.vn)

  Semua perkembangan di atas memperlihatkan bahwa belum tampak ada harapan manapun yang bisa menerobos  yang macet sekarang ini. Walaupun Rusia dan Tiongkok telah berkali-kali  mencela semua langkah sanksi  dari Barat terhadap Iran, akan tetapi  terhadap negara-negara Barat, pemerintah pimpinan Presiden Mahmoud Ahmahdinejad sudah sejak lama menjadi  “satu duri ” yang perlu dicabut  dan dihapuskan, maka intervensi dari Rusia dan Tiongkok juga sulit mengubah situasi. Bahaya tentang satu perang  yang mungkin terjadi adalah hal yang sedang mencemaskan  opini umum dan pada saat itu  kancah api Timur Tengah akan tidak ada titik berhenti./.




Komentar

Yang lain