Kunjungan yang Mempunyai Makna Strategis dari Vietnam pada Periode Baru.

(VOVWORLD) -Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) To Lam dan istrinya beserta delegasi tingkat tinggi Vietnam telah pulang kembali ke tanah air pada hari Senin (tgl 12 Mei), mengakhiri kunjungan kenegaraan di Republik Kazakhstan, Republik Azerbaijan, kunjungan resmi di Federasi Rusia, dan menghadiri Upacara peringatan HUT ke-80 Hari Kemenangan dalam Perang Patriotik Raya, serta kunjungan kenegaraan di Republik Belarus. Kunjungan-kunjungan tersebut mencapai banyak hasil yang bermakna, baik dari segi hubungan luar negeri tradisional maupun strategi pembangunan pada periode baru
Kunjungan yang Mempunyai Makna Strategis dari Vietnam pada Periode Baru. - ảnh 1Deputy PM Belarus,  Belarus Anatoly Sivak melepaskan Sekjen To Lam dan istri di bandara internasional Minsk (Foto:VNA) 

Hal yang istimewa dalam kunjungan Sekjen KS PKV To Lam adalah bahwa keempat negara tersebut termasuk blok eks-Uni Soviet dan mempunyai hubungan persahabatan tradisional yang sudah lama dengan Vietnam, selalu saling memberikan bantuan dan dukungan dalam usaha perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan pembangunan di masing-masing negara. Ini juga untuk pertama kalinya seorang pemimpin tingkat paling tinggi Vietnam yaitu Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, mengunjungi empat negara.

Dengan lebih dari 80 kegiatan yang padat dan beragam selama 8 hari Sekjen To Lam dan delegasi tingkat tinggi Vietnam mengadakan pertemuan dan pertukaran pendapat yang efektif dengan setiap mitra di bidang-bidang kerja sama konkret, guna mewujudkan hubungan kerja sama pada waktu mendatang.

Meningkatkan level hubungan persahabatan tradisional yang sudah ada sejak lama

Kunjungan yang Mempunyai Makna Strategis dari Vietnam pada Periode Baru. - ảnh 2Duta Besar Vietnam untuk Kazakhstan Pham Thai Nhu Mai  (foto: VNA)

Republik Kazakhstan menjadi tempat persinggahan pertama dari Sekjen To Lam, istrinya, dan delegasi tingkat tinggi Vietnam. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev sendiri pergi ke bandara untuk menyambut delegasi dan memberikan sambutan khidmat dan hangat kepada Sekretaris Jenderal Vietnam dengan protokol tertinggi.

Presiden Republik Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dengan hormat menghadiahkan Bintang Persahabatan Dostyk kelas satu kepada Sekjen To Lam, penghargaan mulia dari Negara dan rakyat Kazakhstan, sebagai pengakuan dan penghargaan atas hasil kerja sama dan solidaritas selama beberapa dekade antara Vietnam dan Kazakhstan. Duta Besar Vietnam untuk Kazakhstan Pham Thai Nhu Mai menegaskan:

“Kunjungan ini menandai era baru dalam hubungan Vietnam-Kazakhstan. Dalam rangka kunjungan ini, kedua pihak mengeluarkan pernyataan bersama tentang penggalangan hubungan kemitraan strategis, yang memainkan peranan penting dalam memperkokoh hubungan persahabatan tradisional dan mewujudkan kerangka kerja sama baru antara kedua negara, membuka prospek kerja sama yang efektif dan substantif antara Vietnam dan Kazakhstan.”

Seperti Kazakhstan, Azerbaijan dan Belarus juga memberikan sambutan paling hormat kepada Sekjen Vietnam. Semua pembicaraan, pertemuan, kontak, dan audiensi berlangsung secara substantif dan efektif, dengan serangkaian dokumen kerja sama yang ditandatangani. Pernyataan Bersama Vietnam-Azerbaijan dan Pernyataan Bersama Vietnam-Belarus tentang penggalangan hubungan Kemitraan Strategis merupakan bukti jelas tentang tingginya kepercayaan politik dan tekad kuat dari Vietnam dan negara-negara tersebut pada tahap pembangunan baru.

Di Azerbaijan, para pemimpin negara ini telah mengundang Sekjen To Lam untuk menghadiri acara peresmian Ruang Kenangan “Presiden Ho Chi Minh dengan industri permigasan Vietnam-Azerbaijan”, sebuah kegiatan yang sangat simbolis tentang persahabatan antara kedua negara sepanjang sejarah hubungan.

Hubungan Vietnam - Rusia kokoh dan terpercaya

Kunjungan yang Mempunyai Makna Strategis dari Vietnam pada Periode Baru. - ảnh 3Sekjen dan To Lam letakkan bunga di istana Krem (Foto: Novosti)

Di Federasi Rusia, Sekjen  KS PKV To Lam mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, bertemu dengan Perdana Menteri Rusia, bertemu dengan Ketua Parlemen Rusia, dan menyepakati banyak isi kerja sama. Kedua pihak telah mengeluarkan Pernyataan Bersama tentang orientasi utama dari hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif Vietnam-Rusia pada periode kerja sama baru.

Dengan rasa terima kasih yang mendalam, Sekjen To Lam juga bertemu dengan para intelektual dan pakar Rusia yang telah pernah membantu Vietnam. Pertemuan tersebut turut memperkuat pendidikan generasi muda untuk terus melestarikan dan mengembangkan hubungan persahabatan tradisional yang baik antara dua bangsa.

Dalam kunjungan resmi di Federasi Rusia Sekjen To Lam, bersama lebih dari 20 pemimpin dunia telah menghadiri parade militer memperingati HUT ke-80 Hari Kemenangan dalam Perang Patriotik Raya di Lapangan Merah di Moskow; bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan para pemimpin dunia menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Makam Prajurit Tak Dikenal yang terletak di tembok Kremlin di Lapangan Merah. Ketika mengapresiasi partisipasi Vietnam pada event yang penting ini, Wakil Ketua Komite Urusan Luar Negeri Kota Saint Petersburg, Bapak Vicheslav Gennadevich Kalganov, menekankan:

“Kunjungan Sekjen To Lam menandai era baru bagi hubungan Vietnam-Rusia sehubungan dengan peringatan Hari Kemenangan rakyat Soviet atas fasisme.. Kami merasa mendapat kehormatan menyaksikan prajurit Tentara Rakyat Vietnam berbaris melewati Lapangan Merah. Hal ini tidak hanya menunjukkan rasa hormat Vietnam terhadap masa lalu Federasi tetapi juga mendukung upaya Rusia saat ini di panggung internasional. Vietnam sekali lagi membuktikan posisi kedaulatannya dan rasa hormat terhadap sejarah.”

Hasil-hasil yang dicapai dalam kunjungan Sekjen KS PKV To Lam ke empat negara merupakan landasan, motivasi dan inspirasi penting bagi Vietnam dan negara-negara lain untuk terus mewarisi, mengembangkan dan meningkatkan level hubungan persahabatan tradisional, memberikan kontribusi pada pembangunan masing-masing negara./.

Komentar

Yang lain