Masa dua puluh lima tahun Viet Nam memberikan sumbangan dan mendorong hubungan luar negeri ASEAN

(VOVWORLD) - Tanggal 28 Juli 2020 menandai masa 25 tahun Viet Nam masuk Organisasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) (28 Juli 1995-28 Juli 2020). Selama 25 tahun ini, Viet Nam selalu memanifestasikan peranan sebagai satu negara anggota yang aktif, bertanggung-jawab dan memberikan banyak sumbangan penting dalam membangun ASEAN yang kuat dan semakin mempunyai posisi tinggi di kawasan dan dunia.
Masa dua puluh lima tahun Viet Nam memberikan sumbangan dan mendorong hubungan luar negeri ASEAN - ảnh 1Deputi PM, Menlu Viet Nam, Pham Binh Minh ikut serta dalam peringatan berbirinya ASEAN  (Foto: vov.vn) 

Masuknya Viet Nam menjadi anggota ASEAN telah menciptakan titik balik bagi Viet Nam, menciptakan ancang-ancang transformasi perekonomian, memperkuat integrasi dan menjadi sahabat dari semua negara di dunia. Bersamaan itu, ketika masuk ASEAN, Viet Nam memiliki peluang untuk memberikan sumbangan dalam menjadikan ASEAN sebagai satu organisasi yang punya posisi di kawasan dan semakin atraktif bagi para mitra di luar kawasn.

 

Sumbangan-sumbangan menonjol dalam membangun Komunitas ASEAN

Dalam waktu 25 tahun ini, Viet Nam telah memberikan sumbangan-sumbangan sangat penting kepada ASEAN. Hal yang  pertama dan paling mudah dilihat ialah “masuknya Viet Nam menjadi anggota ASEAN telah mengakhiri tahap terbagianya Asia Tenggara menjadi dua kutub”, menciptakan ancang-ancang bagi Kamboja dan Myanmar menjadi anggota ASEAN dan menjadikan organisasi ini sebagai tempat berhimpunnya semua negara Asia Tenggara.

Tidak hanya begitu saja, Viet Nam memberikan banyak sumbangan penting bagi kestabilan politik dan pertumbuhan ASEAN. Selama 25 tahun sebagai anggota ASEAN “Viet Nam telah juga mengeluarkan banyak gagasan penting dan memberikan dukungan kuat terhadap semua program dari organisasi ini”. Gagasan-gagasan ini telah menciptakan kesan dalam setiap kali Viet Nam memegang jabatan sebagai Ketua ASEAN. Ketika Viet Nam untuk pertama kalinya memainkan jabatan Ketua ASEAN pada tahun 1998, Viet Nam telah tepat waktu mengeluarkan Program Aksi Ha Noi untuk membantu semua negara memulihkan perekonomian pasca tahap krisis dan mempersempit kesenjangan antara semua negara anggota di kawasan. Ketika menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2010, Viet Nam terus mendorong “budaya aksi”, merangsang dan mendorong semua anggotanya menyelesaikan target-target yang dikeluarkan oleh ASEAN. Ketika menjadi Ketua ASEAN pada tahun ini, target tersebut terus didorong dan dimanifestasikan melalui tema Tahun ASEAN 2020 ialah “Berkaitan dan cepat tanggap”. Menteri Luar Negeri (Menlu) Laos, Saleumxay Kommasith menilai: “Pada latar belakangan ini, menurut hemat saya, ASEAN merupakan salah satu di antara organisasi-organisasi internasional, di mana banyak negara di dunia, khususnya negara-negara adi kuasa dan negara-negara maju ingin mengembangkan dan memperkuat hubungan. Hal ini menunjukkan ASEAN sebagai satu blok yang terkait, satu blok musyawarah dan mufakatu, satu blok yang punya ideologi yang konstruktif-hal yang membuat banyak negara ingin melakukan kerjsama dan mengembangkan hubungan dengan blok ini. Ini merupakan salah satu di antara hal-hal yang sedang dipimpin oleh Viet Nam terhadap ASEAN untuk mengembangkan dan memperkuat solidaritas intra-kawasan”.

Tidak hanya menciptakan kesan-kesan sendiri, memberikan sumbangan bagi perkembangan ASEAN, Viet Nam juga berbagi pengalaman dalam membangun rencana jangka panjang agar ASEAN punya visi strategis yang lebih jelas tentang masa depannya. Bersamaan itu, tekun menjalankan prinsip musyawarah dan mufakat, upaya mempersempit kesenjangan tentang perkembangan dari Viet Nam telah membantu ASEAN mempertahankan solidaritas dan mendorong perkembangan yang setara di kawasan.

 

Mendorong hubungan luar negeri ASEAN

Salah satu sumbangan penting lainnya yang diberikan oleh Viet Nam kepada ASEAN ialah Viet Nam telah menerapkan pengalaman diplomatik multilateral dan hubungan diplomatik bilateral untuk mendorong hubungan antara ASEAN dengan para mitra dialog. Profesor Carl Thayer, pakar peneliti tentang Viet Nam dari Universitas New South Wales, Australia mengatakan: “Kebijakan diplomatik yang teranekaragamkan dan teraneka-arahkan serta pengalaman diplomatik bilateral telah diterapkan oleh Viet Nam untuk membantu ASEAN mendorong hubungan dengan para negara mitra dialog, di antaranya ada Rusia dan India. Tentang masalah-masalah regional, Viet Nam merupakan anggota pendiri Forum Regional ASEAN (ARF), Viet Nam juga merupakan negara tuan rumah Konferensi Pejabat Senior Pertahanan (ADMM plus) untuk pertama kalinya pada tahun 2010. Viet Nam juga merupakan salah satu di antara anggota-anggota yang memberikan dukungan kuat  terhadap partisipasi Rusia dan Amerika Serikat dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur untuk meningkatkan kaliber forum ini”.

Tentang masalah Laut Timur, Viet Nam juga merupakan anggota yang aktif menjunjung tinggi berbagai mekanisme dan cara dari ASEAN dalam menghadapi sengketa-sengketa di Laut Timur. Viet Nam memainkan peranan penting dalam menyatukan ASEAN tentang masalah Laut Timur untuk mengarahkan semua pihak menncapai perilaku yang positif.

Bisa dilihat, masuknya Viet Nam ke dalam ASEAN tidak hanya menciptakan perubahan-perubahan di semua segi bagi Viet Nam, tapi juga turut menciptakan kesan dan posisi yang dimiliki ASEAN dewasa ini. Kepentingan  paralel akan menjadi fondasi yang mantap bagi Viet Nam untuk terus memberikan sumbangan dalam membangun ASEAN yang lebih berkembang di masa depan. 

Komentar

Yang lain