(VOVWORLD) - Atas undangan Presiden Vietnam, Luong Cuong dan Istri, Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn melakukan kunjungan Kenegaraan ke Vietnam dari tgl 09 hingga tgl 12 September. Kunjungan tersebut melanjutkan prestasi kerja sama yang substansial, efektif dan komprehensif antara Vietnam dan Australia, sekaligus merealisasikan komitmen yang membawa hubungan bilateral ke halaman baru.
Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn (kiri) (Foto: Kemlu) |
Kunjungan Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn ke Vietnam memanifestasikan kebijakan konsekuen dari Australia dalam menghargai dan memprioritaskan pengembangan hubungan dengan kawasan Asia Tenggara, di antaranya ada Vietnam. Bagi Vietnam, kunjungan ini menegaskan kebijakan konskuen yang menghargai hubungan dengan negara-negara di Pasifik Selatan, terutama Australia - negara yang memainkan peranan penting di kawasan.
Hubungan Bilateral Digelarkan Secara Komprehensif
Kunjungan Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn ke Vietnam berlangsung setelah dua negara meningkatkan hubungan ke hubungan Kemitraan strategis yang komprehensif pada bulan Maret tahun 2024 di 6 bidang kerja sama utama. Pada bulan Oktober tahun 2024, kedua negara juga menandatangani Program Aksi untuk menggelarkan hubungan kemitraan ini untuk tahapan 2024-2027.
Hingga sekarang, kedua negara telah berkoordinasi menggelarkan 96 persen Program aksi tersebut. Khususnya, kedua pihak untuk pertama kalinya menyelenggarakan Dialog keamanan tingkat menteri, terus menggelarkan dengan efektif hubungan kemitraan di bidang pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Profesor Muda, Doktor Nguyen Huy Hoang, mantan Kepala Institut Penelitian Asia Tenggara menyatakan:
“Salah satu model dalam hubungan internasional sekarang ialah hubungan Vietnam-Australia, hubungan kemitraan strategis yang komprehensif. Prospek pengembangan hubungan antara dua negara menjadi fondasi yang tidak hanya mendorong perdamaian di kawasan Asia-Pasifik dan Indo-Pasifik saja, melainkan juga menciptakan peluang bagi perkembangan di Vietnam dan Australia, turut membentuk satu tatanan regional yang baru pada waktu mendatang”.
Sementara itu, Bapak Layton Pike, Institut Penelitian Kebijakan Australia-Vietnam menilai bahwa hubungan Australia-Vietnam semakin diperkokoh ketika dua negara memiliki kesamaan, khususnya bersama-sama berbagi komitmen dalam membangun satu dunia yang stabil, damai, mandiri dan makmur, khususnya di kawasan Asia Tenggara, tempat di mana dianggap sebagai prioritas primer dari Pemerintah Australia.
“Saya menyatakan bahwa kedua negara berbagi banyak nilai yang sama, tidak hanya dalam hubungan bilateral saja, melainkan juga dalam hasrat terhadap kawasan. Kita memiliki dua perekonomian yang saling melangkapi. Bersamaan itu, kita juga merupakan negara tingkat menengah di kawasan dan apabila bersama-sama bekerja sama bisa melaksanakan banyak hal”.
Di bidang ekonomi-perdagangan, kedua negara juga menjadi anggotaberbagai perjanjian perdagangan bebas (FTA) seperti Perjanjian komprehensif dan progresif untuk Kemitraan Trans Pasifik (CPTPP), Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan Perjanjian pembentukan zona perdagangan bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZFTA). Hal ini memberikan kepentingan-kepentingan praktis seperti prioritas istimewa dalam hal tarif. Dengan ranah kerja sama yang masih sangat terbuka, kedua negara sedang menargetkan cepat mencapai nilai perdagangan bilateral sebanyak 20 miliar USD.
Satu hal yang menonjol dalam keseluruhan panorama hubungan Vietnam-Australia ialah konektivitas kebudayaan dan manusia. Sekarang, kedua pihak sedang terus menggelarkan dengan efektif arahan yang telah disetujui oleh pemerintah dua negara dalam memperkuat silaturahmi rakyat. Di antaranya, menciptakan syarat yang lebih kondusif bagi mahasiswa Vietnam untuk menempuh kuliah di Australia, berkoordinasi menggelarkan dengan efektif program Colombo yang baru, membawa mahasiswa Australia ke Vietnam untuk melakukan silaturahmi dan pengalaman.
Menegaskan tekad Memperkuat Hubungan Kemitraan Strategis yang Komprehensif
Pada latar belakang itu, kunjungan Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn mempunyai makna penting, menegaskan tekad kedua pihak dalam tidak henti-hentinya memperkokoh hubungan persahabatan dan kerja sama di semua bidang, khususnya kerja sama politik setelah lebih dari 1,5 tahun penggalangan hubungan Kemitraan strategis yang komprehensif.
Vietnam dan Australia sedang memiliki cukup faktor untuk membangun hubungan yang lebih terkait berdasarkan pada pengertian dan kepercayaan satu sama lain. Kunjungan Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn ke Vietnam melanjutkan prestasi kerja sama yang substansial dan efektif serta komprehensif antara Vietnam dan Australia, bersamaan itu merealisasikan komitmen yang membawa hubungan bilateral ke halaman yang baru.