Mendorong Hubungan Vietnam-Prancis Terus Menjadi Intensif dan Substansial

(VOVWORLD) - Atas undangan Presiden Vietnam, Luong Cuong, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Istri beserta delegasi tingkat tinggi Republik Prancis melakukan kunjungan kenegaraan ke Vietnam dari tanggal 25-27 Mei ini. Kunjungan tersebut merupakan tonggak penting untuk memperdalam Kemitraan Strategis Komprehensif Vietnam-Prancis, terus menjadi intensif, substansial dan lebih efektif.

Ini merupakan kunjungan pertama yang dilakukan Emmanuel Macron ke Vietnam sebagai Presiden Prancis, dan kunjungan kelima Presiden Prancis ke Vietnam sejak kedua negara menggalang hubungan diplomatik pada tahun 1973.

Kerja Sama Menjadi Semakin Substansial

Berlangsung hanya 7 bulan setelah kunjungan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Sekjen KS PKV) To Lam ke Prancis pada Oktober 2024, dengan tonggak kedua negara meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan strategis komprehensif, kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Vietnam menunjukkan penghormatan dan komitmen kuat dari para pemimpin senior Prancis untuk usaha memperkokoh dan mengembangkan hubungan dengan Vietnam.

Sejak meningkatkan hubungan ke ketingkatan yang baru, Vietnam dan Prancis terus mencatat kemajuan besar dalam kerja sama bilateral. Mengenai politik-diplomasi, pertukaran antara kedua negara telah diperkuat dan dipererat, dan mekanisme-mekanisme kerja sama telah diperluas seperti penyelenggaraan Dialog Maritim pertama antara kedua Kementerian Luar Negeri di Kota Hanoi. Kedua negara juga meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam isu-isu global, seperti pada KTT Kecerdasan Buatan di Kota Paris (Februari 2025), Konferensi P4G (April 2025) di Kota Hanoi, dan Konferensi Samudra Perserikatan Bangsa-Bangsa yang akan datang di Kota Nice (Juni 2025).

Mengenai pertahanan dan keamanan, kunjungan baru-baru ini ke Kota Ho Chi Minh dari kapal pengawal multimisi Provence dari Kelompok tugas kapal induk Prancis (Maret 2025) menunjukkan berlanjutnya pertukaran antara kedua negara dengan semangat kerja sama, berkontribusi pada perdamaian dan menjamin keamanan dan kebebasan maritim di kawasan, sesuai dengan hukum internasional. Duta Besar Vietnam untuk Prancis, Dinh Toan Thang menekankan: 

“Di satu dunia yang sedang mengalami banyak perubahan seperti saat ini, Vietnam dan Prancis terus berbagi visi yang sama dalam banyak isu penting. Yaitu memperkuat kerja sama untuk mendatangkan kesejahteraan bersama; yaitu mengejar target-target pembangunan yang berkelanjutan; yaitu berupaya untuk menghadapi tantangan-tantangan global.”

Kerja sama ekonomi, pilar terpenting dalam hubungan Kemitraan strategis komprehensif Vietnam-Prancis, juga mencatat perubahan positif. Nilai perdagangan bilateral Vietnam-Prancis pada tahun lalu meningkat 12% dibandingkan dengan tahun 2023, mencapai lebih dari 5,4 miliar USD. Kerja sama di berbagai bidang seperti: energi, transportasi perkotaan, infrastruktur strategis, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain, serta kerja sama antardaerah, bidang khusus dalam hubungan bilateral, terus diperluas. Dalam kunjungannya ke Vietnam pada awal bulan Mei, Menteri urusan Perdagangan Luar Negeri dan Orang Prancis di Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri Prancis, Laurent Saint-Martin menegaskan bahwa masih banyak ranah kerja sama ekonomi antara Vietnam dan Prancis dan bahwa kedua negara dapat mengkonkretkan banyak kerja sama strategis pada waktu mendatang. 

“Prancis merupakan salah satu negara yang bisa memenuhi prioritas-prioritas strategis besar dari pemerintah Vietnam, seperti infrastruktur, perhubungan, usaha menanggapi tantangan-tantangan energi atau penerbangan. Sementara itu, Vietnam merupakan pasar yang sedang berkembang dengan 100 juta penduduk, muda dan kelas menengah yang semakin berkembang, di mana produk-produk Prancis dapat memperoleh tempat.”

Mendorong Prioritas Kerja Sama Baru

Di samping bidang-bidang kerja sama tradisional, Vietnam dan Prancis juga memiliki peluang besar untuk mendorong orientasi-orientasi kerja sama baru, memenuhi target-target pembangunan Vietnam dan sesuai dengan keunggulan Prancis, seperti: energi nuklir, sains teknologi, kecerdasan buatan (AI)..., dan lain-lain. Dari pihak Vietnam, Resolusi 57-NQ/TW tentang terobosan dalam pengembangan sains teknologi, inovasi kreatif dan transformasi digital nasional telah menetapkan sains teknologi sebagai kebijakan nasional teratas di era pembangunan baru dari tanah air. Orientasi ini mendapat perhatian, dukungan dan apresiasi dari komunitas internasional, termasuk ilmuwan dan peneliti Prancis.

Ibu Sarah Mamiese, Direktur Eksekutif Pusat Pelatihan dari Badan Pembangunan Prancis (AFD Campus), menilai bahwa Vietnam merupakan salah satu negara terdepan dalam Inovasi kreatif di antara negara-negara berpendapatan menengah, memiliki potensi besar untuk meningkatkan kapasitas inovasi kreatif dan persaingan di pasar teknologi tinggi global. Hal ini dibuktikan secara nyata dengan semakin meningkatnya peringkat Vietnam dalam pemeringkatan Inovasi kreatif, ketika Laporan Indeks Inovasi Kreatif Global tahun 2024 yang menunjukkan bahwa Vietnam menduduki peringkat ke-2 dalam Indeks Inovasi Kreatif di antara 38 negara berpendapatan menengah. Ibu Sarah Mamiese menilai: 

“Upaya pemerintah Vietnam telah membuahkan hasil dan Vietnam telah muncul sebagai salah satu negara terdepan di antara negara-negara berpendapatan menengah dalam inovasi kreatif pada tahun 2022. Pengembangan sains teknolog, dan inovasi kreatif kini dianggap sebagai kebijakan nasional utama dan kita menyaksikan terobosan-terobosan strategis di bidang ini.”

Sebagai salah satu pusat teknologi di bidang energi, penerbangan, komputasi, kecerdasan buatan, dan lain-lain, dan sebagai negara yang menyerap investasi secara paling kuat di Eropa selama 5 tahun ini, khususnya di bidang teknologi tinggi, Prancis memiliki banyak kekuatan yang dapat bekerja sama dan melengkapi prioritas-prioritas strategis baru dari Vietnam. Rencana Presiden Emmanuel Macron untuk melakukan pertemuan dengan mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Hanoi merupakan bukti yang menunjukkan minat kedua negara dalam mendorong pilar kerja sama baru, yang pantas dengan hubungan Kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara.

Komentar

Bidhan Chandra Sanyal

Prancis dan Vietnam memiliki hubungan historis dan kompleks. Setelah penjajahan Prancis atas Vietnam, hubungan semakin intensif setelah perang, terutama karena ikatan sejarah dan keanggotaan Vietnam dalam Organisasi Internasional La Francophonie. Prancis dan Vietnam kini telah menandatangani Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP... Selanjutnya

Yang lain