Mengembangkan Potensi Kerja Sama dan Memperdalam Lebih Lanjut Hubungan Vietnam-Austria

(VOVWORLD) - Presiden Vo Van Thuong, Istri, dan delegasi tingkat tinggi Vietnam, pada Minggu malam (23 Juli), telah tiba di Bandara Internasional Wina, memulai kunjungan resmi ke Republik Austria, kunjungan kenegaraan ke Republik Italia dan Vatikan dari tgl 23 hingga tgl 28 Juli. Pada latar belakang Vietnam dan Austria baru saja memperingati HUT ke-50 hubungan diplomatik (1/12/1972-1/12/2022), kunjungan resmi Presiden Vietnam, Vo Van Thuong ke Austria kali ini mendorong kelancaran potensi kerja sama, dan memperdalam lebih lanjut hubungan Vietnam-Austria.

Kunjungan resmi ke Republik Austria merupakan kegiatan pertama dalam kunjungan kerja Presiden Vo Van Thuong ke Eropa. Ini juga merupakan kunjungan pertama Presiden Vo Van Thuong ke Austria selaku presiden Vietnam.

Mengembangkan Potensi Kerja Sama dan Memperdalam Lebih Lanjut Hubungan Vietnam-Austria - ảnh 1Dubes Vietnam di Republik Austria, Nguyen Trung Kien (Foto: VOV)

Hubungan Kerja Sama di Banyak Bidang

 

Pada tahun 1972, Republik Austria menjadi salah satu negara pertama di Eropa yang menggalang hubungan diplomatik dengan Vietnam. Dari waktu itu hingga sekarang, kedua negara telah memperdalam hubungan bilateral di semua bidang, dari politik, sampai ekonomi, perdagangan, investasi, kebudayaan, pendidikan, dan sebagainya. Ketika memberikan penilaian umum tentang hubungan Vietnam-Republik Austria, Duta Besar (Dubes) Vietnam di Republik Austria, Nguyen Trung Kien memberitahukan:

Hubungan persahabatan tradisional antara Vietnam dengan Republik Austria merupakan hubungan yang cukup menonjol di antara negara-negara Eropa. Austria merupakan salah satu negara pertama yang mengakui dan menggalang hubungan diplomatik dengan Vietnam, sebelum Vietnam menandatangani Perjanjian Perdamaian di Paris. Sekarang, Austria merupakan salah satu mitra dagang papan atas bagi Vietnam di Eropa. Nilai perdagangan antara Vietnam dan Austria pada puncaknya mencapai kira-kira 4 miliar USD. Hubungan kerja sama diperluas ke bidang-bidang lain yaitu pendidikan dan kebudayaan”.

Tentang politik, Vietnam dan Republik Austria mempertahankan kontak dan pertukaran delegasi tingkat tinggi dan berbagai tingkat. Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh melakukan pembicaraan telepon dengan PM Austria, Sebanstia Kurz (bulan September tahun 2021), Ketua Majelis Nasional (MN) Vietnam, Vuong Dinh Hue menghadiri Konferensi Uni Ketua Parlemen di Austria (bulan September tahun 2021), Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Bui Thanh Son melakukan kunjungan resmi di Austria (bulan September tahun 2022), Menlu Austria, Alexander Schanllengberg melakukan kunjungan resmi di Vietnam (bulan April tahun 2023). Kedua negara secara rutin berkoordinasi di forum-forum multilateral dan mekanisme-mekanisme internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kerangka hubungan kemitraan strategis antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Uni Eropa (ASEAN-EU), dan Forum Kerja Sama Asia-Eropa (ASEM).

Mengembangkan Potensi Kerja Sama dan Memperdalam Lebih Lanjut Hubungan Vietnam-Austria - ảnh 2PM Vietnam, Pham Minh Chinh (kanan) menerima Menlu Austria, Alexander Schanllengberg pada bulan April 2023 (Foto: Duong Giang/VNA)

Tentang ekonomi, sekarang Vietnam dan Republik Austria merupakan mitra dagang yang menarik satu sama lain. Vietnam telah berpartisipasi pada 15 Perjanjian Perdagangan Bebas, di antaranya ada Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam-Uni Eropa. Untuk menyambut peluang tersebut, dari tahun 2019, Austria telah membuka Kamar Ekonomi Austria di Kota Ho Chi Minh. Sekarang, Austria lolos masuk ke kelompok sepuluh mitra ekspor papan atas bagi Vietnam di Eropa dan Vietnam merupakan mitra dagang terbesar bagi Austria di ASEAN. Khususnya, pada tahun 2022, nilai perdagangan bilateral mencapai hampir 2,8 miliar USD. Selama empat bulan awal tahun 2023 ini, nilai perdagangan mencapai lebih dari 1 miliar USD. Dengan beberapa perjanjian perdagangan bebas yang telah berlaku, lingkungan investasi yang semakin kondusif, perekonomian dinamis, kualitas tenaga kerja yang tinggi, Vietnam sedang menjadi pasar investasi yang menarik bagi Austria dan Uni Eropa. Akumulasi sampai bulan Mei, Austria menduduki posisi ke-44 di antara 143 negara dan teritori yang melakukan investasi ke Vietnam dengan 41 proyek berlaku senilai 148 juta USD.

Vietnam dan Republik Austria juga menyelenggarakan banyak kegiatan silaturahmi kebudayaan dan silaturahmi rakyat. Sekitar 6.000 orang Vietnam yang sedang hidup di Austria menjadi jembatan penghubung yang penting dalam mendorong kegiatan-kegiatan kerja sama antara dua negara.

 

Memperdalam Lebih Lanjut Hubungan di Semua Segi, Khususnya Kerja Sama Ekonomi

 

Menurut Dubes Republik Austria di Vietnam, Hans-Peter Glanzer, kunjungan Presiden Vietnam, Vo Van Thuong ke Austria mempunyai makna penting dan besar, turut mempererat lebih lanjut hubungan antara kedua negara, menjadi peluang aktif untuk memperkuat kerja sama dan mendorong lebih lanjut kejra sama antara Austria dan Vietnam. Sedangkan, menurut Dubes Vietnam di Austria, Nguyen Trung Kien, kunjungan Presiden Vo Van Thuong kali ini akan turut memperkuat kerja sama bilateral Vietnam-Austria dan kerja sama multilateral dari Vietnam.

Ini merupakan kesempatan yang maha penting untuk mendorong kerja sama bilateral antara Vietnam dan Austria, salah satu negara yang mempunyai hubungan perdagangan papan atas dengan Vietnam di Eropa. Kunjungan ini juga sangat penting karena Austria merupakan pusat yang besarnya nomor 3 di dunia tentang kerja sama multilateral, tempat di mana ada banyak kantor PBB. Kunjungan Presiden Vo Van Thuong kali ini juga meliputi kegiatan dengan PBB dan organisasi-organisasi PBB untuk meningkatkan posisi Vietnam”.

Di atas dasar hubungan kerja sama antara Vietnam dan Republik Austria di banyak segi, kunjungan Presiden Vietnam, Vo Van Thuong ke Austria kali ini akan mendorong lebih lanjut kerja sama antara kedua negara di semua segi, terutama di beberapa bidang kerja sama baru seperti pertahanan-keamanan; ecommerce; perubahan iklim; infrastruktur; energi terbarukan, tenaga kerja dan pendidikan tenaga kerja, pertanian pintar,  penanganan sampah, dan sebagainya. Di samping itu ialah mendorong kedua belah pihak untuk menggelar dengan efektif Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam-Uni Eropa, melalui Austria mendorong negara-negara Eropa lain supaya cepat meratifikasi Perjanjian Proteksi Investasi Vietnam-Uni Eropa. Dengan ranah besar tentang potensi kerja sama di semua bidang yang dimiliki dua negara maka kunjungan resmi Presiden Vietnam, Vo Van Thuong ke Austria kali ini menjanjikan akan membuka tahapan perkembangan baru dalam hubungan Vietnam-Republik Austria.

Komentar

Yang lain