(VOVWORLD) - Pada tanggal 15 Maret mendatang, para pemilih di Vietnam akan memberikan suara untuk memilih anggota Majelis Nasional (MN) angkatan XVI dan Dewan Rakyat di semua tingkatan masa bakti 2026-2031. Dalam konteks pembangunan tanah air memasuki tahap baru, penataan personalia untuk pemilihan umum (pemilu) tersebut menjadi fokus utama, sekaligus menjadi "kunci dari segalanya". Kualitas perwakilan yang terpilih akan menentukan efektivitas aktivitas MN dan berdampak langsung terhadap kualitas kepemimpinan aparatur negara pada masa bakti yang baru.
Segera setelah keberhasilan Kongres Nasional XIV Partai Komunis Vietnam, persiapan pemilihan anggota MN angkatan XVI dan Dewan Rakyat di semua tingkatan masa bakti 2026-2031 dilaksanakan lebih awal dan sinkron. fokus utamanya adalah peningkatan kualitas perwakilan secara inklusif. Mulai dari struktur, standar, proses konsultasi musyawarah hingga kampanye pemilihan, semuanya diarahkan untuk membangun MN yang lebih cerdas, profesional, dan efektif di masa bakti yang baru.
Foto ilustrasi: VGP |
Meningkatkan kualitas perwakilan dan menjamin demokrasi
Daftar 864 kandidat untuk anggota MN angkatan XVI telah diumumkan dan dipublikasikan di 182 daerah pemilihan di seluruh negeri. Dari daftar ini, lebih dari 73,4 juta pemilih akan memberikan suara untuk memilih 500 perwakilan. Di antara 864 kandidat, terdapat 392 orang perempuan, menduduki 45,37%; 188 orang warga etnis minoritas, menduduki 21,76% dan 65 orang yang bukan merupakan anggota Partai Komunis Vietnam. menduduki 7,52%. Selain itu, 68,63% kandidat memiliki gelar pascasarjana; 70,83% adalah kandidat baru; dan 74,42% dicalonkan oleh pemerintah daerah… Angka-angka tersebut mencerminkan upaya untuk menjamin keterwakilan yang luas dari para anggota MN angkatan XVI. Bui Huyen Mai, Ketua Pengurus Front Tanah Air Vietnam Kota Hanoi, menyatakan:
Struktur dan komponen kandidat anggota MN menjamin keterwakilan dari berbagai sektor, kelas sosial, wilayah, dan etnis. Secara khusus, struktur ini juga melindungi kelompok rentan, seperti perempuan dan etnis minoritas, sehingga kita benar-benar dapat memilih perwakilan yang paling unggul.
Seiring dengan struktur tersebut proses seleksi diperketat. Melalui tiga putaran musyawarah, pengumpulan pendapat dari para pemilih di tempat tinggal dan tempat kerja, serta verifikasi dokumen yang ketat telah menciptakan mekanisme penyaringan yang cermat. Ta Thi Yen, Wakil Ketua Komisi Urusan Perwakilan sekaligus Wakil Kepala Tetap Kantor Dewan Pemilihan Nasional, menegaskan:
Penyaringan, seleksi dan perkenalan kandidat dilakukan secara cermat, ketat, hati-hati, sesuai dengan semua standar dan persyaratan yang berlaku. Hal ini sejalan sebagaimana yang ditekankan oleh Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, To Lam, bahwa: kami berupaya untuk memilih jumlah dan struktur perwakilan yang memadai, tetapi kualitas perwakilan harus menjadi prioritas utama.
Menurut Dewan Pemilihan Nasional, pengumuman daftar kandidat dilakukan lebih awal dan memastikan surplus yang ditentukan. Hal ini memberikan dasar perbandingan dan pilihan yang lebih luas bagi para pemilih. Ini juga merupakan landasan untuk memilih MN yang berdaya guna dan berhasil guna dalam menjalankan ketiga fungsi utamanya yaitu: penyusunan konstitusi dan perundang-undangan; pengambilan keputusan mengenai isu-isu nasional yang penting; dan pengawasan tertinggi terhadap kegiatan negara di tahap pembangunan baru.
Suara kepercayaan
Tanggal 15 Maret mendatang bukan hanya sekadar hari perayaan demokrasi, melainkan momen bagi setiap pemilih melaksanakan hak dan tanggung jawab mereka untuk memilih para perwakilan yang layak di badan kekuasaan negara tertinggi.
Tahap pembangunan nasional baru menuntut standar yang sangat tinggi, oleh karena itu, harapan terhadap para anggota MN angkatan baru juga meningkat. Doktor Nguyen Viet Chuc, mantan Wakil Ketua Komisi Kebudayaan, Pendidikan, Pemuda, dan Anak-anak MN (sekarang Komisi Kebudayaan dan Pendidikan MN), menyatakan:
Kita sedang memasuki periode di mana kita harus mewujudkan aspirasi bangsa untuk menjadi negara maju pada tahun 2045. Hal ini menuntut para anggota MN yang harus memiliki karakter, bakat, dan ketulusan hati yang luar biasa dalam melayani masyarakat. Masyarakat semakin memahami tanggung jawab dan hak mereka saat memberikan suara. Setiap pemilih harus mengembangkan peran dalam membuat pilihan dan menyadari bahwa ini merupakan hak sekaligus tanggung jawab terhadap perkembangan tanah air.
Pemilihan anggota MN angkatan XVI bukan sekadar agenda politik rutin, tetapi juga kesempatan untuk memilih para perwakilan unggul untuk badan kekuasaan negara tertinggi dalam tahap pembangunan baru. Ketika kualitas diutamakan, keterwakilan terjamin, dan setiap pemilih sepenuhnya menyadari hak dan tanggung jawab mereka, Vietnam akan memiliki MN yang cerdas, profesional, dan proaktif, mampu mewujudkan aspirasi pembangunan dan memenuhi kepercayaan serta harapan rakyat./.