Menyatukan tanah air untuk mengembangkan tanah air secara berkelanjutan

(VOVWORLD) - Kemenangan besar Musim Semi, pada 30 April 1975 telah menciptakan titik balik yang besar dalam sejarah bangsa Viet Nam, membawa tanah air memasuki era kemerdekaan, penyatuan, dan sosialisme. Sejak itu Viet Nam semakin berkembang, konsisten dengan target-target yang sudah dipilih, berkembang secara berkelanjutan, dan berintegrasi kuat pada arus bersama komunitas bangsa-bangsa di dunia. 
 

Segera setelah kemenangan yang bersejarah pada 30 April 1975, Viet Nam memasuki periode pembangunan dan pembelaan tanah air di tengah kesulitan, harus secara serempak menghadapi dua perang di perbatasan Barat Daya dan perbatasan Utara, membela kedaulatan di Laut Timur dan menghadapi kebijakan kepungan dan embargo yang keras. Tetapi seluruh bangsa telah bangkit. Khususnya sejak inovasi yang digagas pada 1986, Viet Nam telah berkembang secara terus-menerus.

Menyatukan tanah air untuk mengembangkan tanah air secara berkelanjutan - ảnh 1Ilustrasi (Foto: nhandan.com)

Dari satu perekonomian agraris yang terbelakang dan berskala kecil dengan GDP hanya mencapai 14 miliar USD dan GDP perkapita hanya sekitar 250 USD pada awal inovasi, Viet Nam telah berhasil lepas dari kelaparan dan kemiskinan, berpindah ke pelaksanaan dan peningkatan industrialisasi dan modernisasi tanah air. Pada 2019, Viet Nam menjalin hubungan resmi dengan 189 di antara 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, menjalin hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi dengan 224 negara dan teritori di seluruh dunia. Hingga 2020, Viet Nam telah menandatangani 15 perjanjian FTA, memiliki 16 mitra strategis, 11 mitra strategis yang komprehensif, ikut serta dalam lebih dari 500 perjanjian bilateral dan multilateral di berbagai bidang dan terdapat 71 negara yang telah mengakui Viet Nam sebagai perekonomian pasar dan sebagainya. Viet Nam telah berhasil menciptakan satu kisah legendaris dalam pengentasan kemiskinan dengan indeks HDI pada 2019 mencapai 0,63, menduduki posisi ke-118 di antara 189 negara, berada dalam kelompok negara yang mencapai pertumbuhan indeks HDI tertinggi di dunia.

Khususnya di bidang ekonomi,  Viet Nam memiliki 7 perusahaan yang berada dalam daftar 200 perusahaan yang mencapai omset lebih dari 1 miliar USD dan terbaik di kawasan Asia-Pasifik yang diumumkan oleh Forbes Asia 2019. Juga dalam daftar miliader dunia yang dikukuhkan oleh Forbes terdapat 5 miliader berasal dari Viet Nam. Banyak badan usaha Viet Nam telah mencapai terobosan dalam produksi industri dan teknologi dengan proyek-proyek yang ambisius untuk menuju ke pasar internasional. Viet Nam menduduki posisi ke-8 di antara negara-negara dengan perekonomian terbaik di dunia untuk berinvestasi pada 2019, meningkat 15 peringkat dibandingkan 2018. Menurut Forum Ekonomi Dunia, daya saing Viet Nam menduduki posisi ke-67 di antara 141 negara dan teritori, meningkat 10 peringkat dibandingkan 2018. Tahun 2020 juga mencatat tonggak-tonggak baru dalam integrasi internasional dengan peningkatan posisi, kewibawaan dan kemampuan Viet Nam dalam menerima “tugas ganda”  pada 2020 yakni menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Ketua ASEAN. Selaku Ketua ASEAN, Viet Nam berhasil mencapai kemajuan-kemajuan besar untuk mendorong posisinya sebagai pemimpin di kawasan.

Menyatukan tanah air untuk mengembangkan tanah air secara berkelanjutan - ảnh 2Kota Ho Chi Minh pada malam (Foto: nhandan.com)

Pada 2021, Viet Nam berusaha mencapai GDP sebesar sekitar 6 persen. GDP perkapita mencapai sekitar 3.700 USD. Pada tahap 2021-2025, Viet Nam terus mendorong pertumbuhan ekonomi secara intensif, menyempurnakan pola pertumbuhan yang sinkron di segi ekonomi-teknik-sosial-ekonomi dan ekonomi-ekologi, mendorong pengembangan fondasi inovasi kreatif, meningkatkan produktivitas kerja, menerapkan kemajuan ilmu pengetahuan-teknologi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan keunggulan komparatif, dan proaktif melakukan integrasi. Pengarahan visi dan aspirasi pembangunan bagi Viet Nam pada 2021 dan tahap 2021-2030 berdasarkan prinsip menganggap praktik sebagai standar kebenaran, memanifestasikan hukum pembangunan di Viet Nam, memanfaatkan secara efektif semua prestasi pembangunan di dunia, terutama prestasi revolusi industri keempat, menerima secara selektif semua nilai kemajuan umat manusia tentang pengembangan manusia secara komprehensif, demi manusia, menganggap manusia sebagai sentral, oleh manusia dan pembebasan manusia yang sesuai filsafat pembangunan bangsa Viet Nam dengan watak kemanusiaan yang luhur akan sosialisme.

Prestasi  berkelanjutan yang dicapai Viet Nam di semua bidang selama 46 tahun sejak tanah air mencapai penyatuan menciptakan dasar dan prasyarat yang penting bagi Viet Nam untuk terus melakukan inovasi dan berkembang secara lebih kuat dan komprehensif pada tahap baru. Kemenangan bersejarah 30 April 1975 telah menyatukan tanah air dan semangat kemenangan itu menjadi fondasi bagi Rakyat Viet Nam untuk membangun sebuah tanah air yang berkelanjutan. 

Komentar

Yang lain