(VOVWORLD) - Berbagai provinsi di Daerah Trung Bo Selatan di Vietnam (termasuk Gia Lai, Dak Lak, Khanh Hoa dan Lam Dong) baru saja mengalami banjir terparah dalam beberapa dekade terakhir (16-22 November). Bencana ini menyebabkan 100 orang yang tewas dan hilang. Kerugian harta benda diprakirakan mencapai 9 triliun VND. Seluruh sistem politik dan masyarakat di sejumlah provinsi dan kota telah bertindak dengan prioritas tertinggi yaitu melindungi jiwa masyarakat dan mengatasi dampak hujan dan banjir.
Semangat bimbingan yang menyelujuri, tindakan yang gigih telah membentuk kekuatan terpadu untuk membantu masyarakat di daerah banjir segera menstabilkan kehidupan, mencerminkan komitmen perlindungan masyarakat dengan segalanya.
Panorama sidang darurat antara PM Pham Minh Chinh dengan berbagai kementerian, instansi, badan dan daerah tentang penanggulangan bencana (Foto: Nguyen Thanh/VNA) |
Pasukan-pasukan fungsional dimobilisasi secara maksimal, guna melakukan penyelamatan di lokasi dan mengatasi akibat segera setelah air surut. Pemerintah Pusat telah mengalokasikan lebih dari 2,4 triliun VND untuk Provinsi Gia Lai, Dak Lak, Khanh Hoa, dan Lam Dong.
Aktifkan Mekanisme Bantuan Khusus
Polit Biro dan Badan Sekretariat Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) telah membentuk sejumlah rombongan kerja yang dikepalai langsung oleh para pemimpin senior Partai dan Negara untuk memeriksa, membimbing dan mempercepat upaya penanggulangan dampak hujan dan banjir di empat provinsi Trung Bo Selatan.
Sebuah mekanisme bantuan khusus dengan skala nasional telah diaktifkan ketika Politbiro memberikan wewenang kepada beberapa provinsi dan kota untuk langsung memberikan bantuan pangan, bahan makanan, pakaian, obat-obatan dan para personil medis kepada beberapa provinsi yang menderita dampak terparah pasca hujan dan banjir. Kota Hanoi membantu Provinsi Gia Lai. Kota Ho Chi Minh membantu Provinsi Khanh Hoa. Kota Hai Phong membantu Provinsi Dak Lak. Provinsi Quang Ninh membantu Provinsi Lam Dong.
Keempat daerah pemberi bantuan tersebut merupakan wilayah dengan kapasitas keuangan terkuat di Vietnam sehingga mampu mengorganisikan dan mengoordinasikan kegiatan secara cepat dan tepat.
Pada kenyataan, semua daerah yang terpilih telah mengambil tindakan tanpa penundaan. Kota Ho Chi Minh segera melaksanakan kampanye pertolongan darurat untuk Provinsi Khanh Hoa, memberikan bantuan sebesar 50 miliar VND, dan segera mendirikan dapur lapangan yang menyediakan 12.000 porsi makanan per hari bagi warga di daerah banjir dan pasukan pertolongan. Sektor kesehatan mengerahkan 30-50 dokter yang bertugas secara bergiliran setiap hari, untuk memeriksa dan merawat pasien, serta mencegah epidemi pasca banjir.
Khususnya di sektor kesehatan, Kota Hai Phong telah mengirim 2,5 ton Kloramin, 400.000 tablet disinfektan dll ke Dak Lak. Sekitar 300-500 personil medis dan dokter Kota Hai Phong pun siap diberangkatkan ke Dak Lak kapan saja.
Sementara itu, dari Kota Jonhannesburg, Afrika Selatan, Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh telah memimpin dua siang darurat online dengan berbagai kementerian, instansi, badan dan daerah untuk memberikan arahan penanggulangan dampak bencana alam.
“Saya meminta kepada para Sekretaris Komite Partai, Ketua Komite Rakyat Provinsi Dak Lak, Khanh Hoa, Gia Lai dan Lam Dong supaya hadir langsung di lokasi, memimpin pelaksanaan kebijakan di lapangan menguasai situasi, segera menstabilkan kehidupan masyarakat, segera memulihkan produksi dan bisnis serta proaktif merekomendasikan berbagai mekanisme dan kebijakan untuk turut mengatasi dampak bencana alam secepat mungkin”.
Restrukturisasi Pasca Hujan dan Banjir
Mendampingi badan-badan fungsional, selama beberapa hari terakhir, masyarakat dari Vietnam Utara, Vietnam Tengah dan Vietnam Selatan telah menunjukkan solidaritas kepada warga di Trung Bo Selatan melalui pengiriman bantuan berupa pangan, pakaian dan barang esensial lainnya.
“Ketika mendapat informasi bahwa wilayah Vietnam Tengah terendam banjir, masyarakat kekurangan makanan dan air, karena tidak dapat langsung pergi ke sana, saya menyumbangkan bingkisan-bingkisan melalui Pengurus Besar Front Tanah Air Vietnam dari Kota Ho Chi Minh dan Lembaga Palang Merah agar disalurkan kepada masyarakat di Vietnam Tengah”.
“Saya ingin mengirimkan sejumlah barang bantuan untuk masyarakat di provinsi-provinsi banjir dan saya juga menstranfer uang bantuan melalui Front Tanah Air berbagai provinsi”.
Berkat bantuan dari pemerintah dan masyarakat, warga di daerah banjir mulai melewati masa paling sulit. Ibu Ho Thi Phi Yen, di Kecamatan Dong Xuan, Provinsi Dak Lak mengatakan:
“Kalau tidak dapat pertolongan, kami mungkin sudah mati. Banjir menenggelamkan semuanya. Saya sangat berterimakasih kepada semua orang yang telah menyelamatkan masyakarat”.
Semua tindakan tersebut mencerminkan bahwa kekuatan Vietnam tidak terletak pada individu atau daerah tertentu, tetapi terletak pada kemampuan untuk saling mendampingi pada masa tersulit, bersama bangkit pasca bencana.