(VOVWORLD) - Negosiator perdagangan Amerik Serikat (AS) dan Uni Eropa (EU) pada minggu ini memasuki periode air surut untuk mencapai kesepakatan perdagangan sebelum batas waktu terakhir tgl 9 Juli, pada latar belakang dua pihak sedang mengeluarkam berbagai pernyataan keras.
Presiden Komisi Eropa (EC) Ursula von der Leyen (foto:Reuters) |
Pada tanggal 26 Juni, Presiden Komisi Eropa (EC) Ursula von der Leyen mengatakan EU telah menerima dokumen terbaru dari AS untuk melanjutkan negosiasi tarif dan bahwa Eropa siap untuk skenario berhasil dan gagal.
Konsesi atau bersikapkeras?
Presiden EC tidak mengungkapkan rincian tuntutan AS tetapi mengatakan dia telah memberi tahu kepada para negara anggota EU untuk menyatukan sikap blok tersebut sebelum memberikan jawaban terakhir kepada AS sebelum batas waktu tgl 9 Juli. Ketika berbicara di KTT Uni Eropa pada minggu lalu (dari tgl 26-27 Juni) di Brussels (Belgia), Kanselir Jerman Friedrich Merz menyerukan kesepakatan yang "cepat dan sederhana" karena banyak industri Jerman terancam oleh tarif yang dikenakan oleh pemerintah AS. Saat ini, EU dikenakan tarif impor AS sebesar 50% untuk baja dan aluminium, 25% untuk mobil dan suku cadang mobil, dan 10% untuk sebagian besar barang lainnya. Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan menaikkan tarif pada barang-barang EU lainnya hingga 50% jika tidak ada kesepakatan yang dicapai. Namun, Presiden Prancis Emmanuel Macron menentang membuat terlalu banyak konsesi untuk segera mencapai kesepakatan dengan AS dan mengatakan EU perlu mengambil sikap yang lebih keras, termasuk mengenakan tarif pada layanan teknologi AS.
“Dalam situasi bagaimana pun, kami juga tidak dapat menerima pengenaantarif tanpa mengubah pandangan kami. Oleh karena itu, saya mendukung upaya EC untuk menyeimbangkan kembali hubungan antara EU dan AS, karena Eropa harus menghadapi tarif tambahan hingga 60 miliar Euro per tahun dan ini tentu saja memerlukan balasan.”
Presiden EC,Ibu Ursula von der Leyen juga menunjukkan tanda-tanda condong ke opsi yang lebih sulit dalam negosiasi dengan AS. Ketika berbicara di KTT EU, kepala EC mengatakan bahwa Eropa siap menandatangani perjanjian perdagangan dengan AS tetapi pada saat yang sama juga siap untuk skenario kegagalan, yaitu menerapkan tindakan balasan jika AS mengenakan tarif tambahan terhadap barang-barang EU.
“Kami bernegosiasi mengenai segala hal mulai dari tarif, hambatan nontarif seperti standar, aturan hingga pembelanjaan strategis, tetapi saya selalu jelas mengenai beberapa topik yang terkait dengan kedaulatan EU untukmengeluarkan keputusan, yang bagi kami tidak dapat diganggu gugat.”
Skenario perpanjangan
Dalam konteks perpecahan internal EU mengenai pandangannya tentang negosiasi perdagangan dengan AS, pemerintahan pimpinan Presiden AS Donald Trump telah meningkatkan kata-kata kerasnya terhadap EU pada beberapa hari ini. Pada tanggal 28 Juni, Presiden Donald Trump mengkritik EU karena sulit bernegosiasi dan mengatakan bahwa dia tidak berniat menunda tarif selama 90 hari setelah tanggal 9 Juli, saat yang mengakhiri periode negosiasi yang telah ditetapkan oleh pemerintahan AS dengan EU serta mitra ekonomi lainnya.
Namun, banyak ekonom percaya bahwa AS tidak mungkin memberikan tekanan yang cukup besar kepada Eropa untuk meninggalkan atau menangguhkan Undang-Undang Layanan Digital (DSA) dan Undang-Undang Pasar Digital (DMA), karena ini adalah undang-undang yang dianggap mendasar bagi otonomi teknologi masa depan Eropa. Oleh karena itu, AS dan Eropa mungkin harus mempertimbangkan untuk memperpanjang negosiasi setelah tanggal 9 Juli. Oliver Roth, Kepala Perdagangan di Grup layanan keuangan Oddo BHF yang berkantor pusat di Paris (Prancis), berkomentar:
“Dalam sengketa tarif dengan AS, kami semakin terkesan bahwa ada normalisasi, yaitu, akhirnya, Donald Trump tetap menginginkan kesepakatan, terlepas dari kata-kata kerasnya baru-baru ini. Hal ini dapat dilihat dalam negosiasi antara AS dan Kanada, ketika kedua belah pihak telah mencapaikemajuan besar”.
Kemungkinan untuk memperpanjang negosiasi dengan AS juga telah disebutkan oleh beberapa pejabat EU. Pada tanggal 29 Juni, Menteri Keuangan Prancis Eric Lombard meminta EU dan AS untuk memperpanjang negosiasi perdagangan setelah batas waktu 9 Juli untuk mencari kesepakatan yang lebih baik./.