Tahap Perkembangan Baru dalam Hubungan Bilateral Vietnam-Kuba

(VOVWORLD) - Perdana Menteri (PM) Republik Kuba, Manuel Marrero Cruz melakukan kunjungan resmi ke Vietnam dari tgl 28 September sampai tgl 02 Oktober 2022, atas undangan PM Vietnam, Pham Minh Chinh. Ini merupakan kunjungan pertama PM Kuba ke luar kawasan Amerika Latin sejak dilantik pada September 2019.
Kunjungan ini bertujuan menggelar isi-isi  kesepakatan yang dicapai antara pimpinan senior kedua negara, melanjutkan dan mengembangkan hubungan istimewa Vietnam-Kuba, memanifestasikan tekad kedua pihak dalam mengembangkan dan mempererat lebih lanjut hubungan persahabatan, solidaritas yang setia dan percaya satu sama lain. 
Tahap Perkembangan Baru dalam Hubungan Bilateral Vietnam-Kuba - ảnh 1PM Kuba, Manuel Marrero Cruz (Foto: VNA)

Vietnam dan Kuba menggalang hubungan diplomatik pada tgl 2 September tahun 1960, dua tahun setelah Revolusi Kuba mencapai sukses (1 Januari 1959). Dalam sejarah dunia dewasa ini, jarang ada hubungan istimewa mana pun seperti hubungan antara Vietnam dan Kuba. Selama hampir 62 tahun ini, dua bangsa  Vietnam dan Kuba selalu bahu-membahu  dalam perjuangan demi kemerdekaan dan kebebasan serta usaha membangun dan membela tanah air sosialis di masing-masing negara.

 

Prestasi-Prestasi Kerja Sama di Banyak Segi

 

Hubungan politik yang baik antara kedua negara telah menciptakan ancang-ancang bagi perkembangan kerja sama ekonomi-perdagangan. Pada tahun 2021, nilai perdagangan bilateral mencapai sekitar 262 juta USD, meningkat 46,6 persen dibandingkan dengan tahun 2020. Pada tgl 01 April 2020, Perjanjian Perdagangan Vietnam-Kuba yang ditandatangani pada tgl 9 November 2018 resmi berlaku dengan banyak komitmen prioritas perdagangan baru, memberikan kepentingan bagi badan-badan usaha dua negara dan menciptakan syarat yang kondusif  bagi kegiatan impor-ekspor komoditas bilateral. Dewasa ini, Vietnam merupakan negara di kawasan Asia-Oseania  yang melakukan investasi paling banyak di Kuba. Banyak proyek invetsasi dengan 100 persen modal asing dan modal patungan antara kedua negara telah dibentuk dan dioperasikan. Banyak badan usaha penting dari Vietnam memperhatikan pasar Kuba dan sudah tiba di Kuba untuk mengusahakan peluang kerja sama dan investasi. Beberapa badan usaha Vietnam sedang menggelar berbagai proyek investasi tentang pembangunan infrastruktur zona industri, produksi bahan bangunan, produksi deterjen di Daerah Administratif  Khusus  Perkembangan Mariel, San Miguel dan Santa Cruz.

Dalam kerja sama pertanian, Proyek kerja sama membantu Kuba mengembangkan produksi beras dan padi berskala keluarga tahap 2011-2015 dengan total modal investasi sebanyak 43 juta USD telah mencapai hasil positif. Berbagai proyek membantu Kuba untuk memproduksi jagung, kedelai dan membudidayakan ikan tahap pertama dan kedua juga mencapai hasil yang sangat menggembirakan. Kedua pihak terus meneliti dan menggelar proyek-proyek pertanian-perikanan yang lain, di antaranya, Pemerintah Vietnam mengesahkan Proyek : “Kerja Sama Vietnam-Kuba mengembangkan produksi beras dan padi tahap 2019-2023” dan proyek itu sedang digelar. Kedua pihak juga menyepakati isi penggelaran Proyek membantu Kuba membudidayakan ikan  tahap ketiga (2022-2025).

Tahap Perkembangan Baru dalam Hubungan Bilateral Vietnam-Kuba - ảnh 2Deputi Menlu Dang Hoang Giang (Foto: baoquocte.vn)

Di tengah-tengah wabah Covid-19, kedua pihak telah saling memberikan bantuan-bantuan praktis. Sampai akhir tahun 2021, Kuba memasok volume besar vaksin Abdala Covid-19 dan bersedia mengirim  pakar ke Vietnam untuk melakukan transfer teknologi pembuatan vaksin. Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Dang Hoang Giang menilai:

“Pada latar belakang  yang sangat istimewa, bantuan yang tak berpamrih dan jernih antara kedua negara mempunyai makna yang teramat penting. Kuba memberikan bantuan vaksin kepada Vietnam. Vietnam memberikan pangan kepada Kuba. Bantuan yang tulus dan jernih seperti itu memanifestasikan semangat “saling bantu” dalam hubungan antara dua negara”.

 

Meningkatkan Hubungan Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan dan Investasi

 

Dalam kunjungan resmi PM Kuba, Manuel Marrero Cruz, pimpinan senior kedua negara akan menyepakati orientasi dan langkah konkret untuk meningkatkan lebih lanjut banyak mekanisme kerja sama Komite Antar-Pemerintah Vietnam-Kuba. Bersamaan itu, mendorong badan-badan usaha dua negara untuk melakukan kerja sama investasi, terutama di sektor produksi dan pengolahan pangan-bahan makanan, energi terbarukan yang termasuk listrik tenaga surya dan tenaga angin, infrastruktur pariwisata dan sebagainya. Dalam kunjungan ini, kedua pihak akan menandatangani Rencana Aksi Bersama untuk menggelar Agenda Medis Bilateral tahap 2023-2025 yang mencakupi kerja sama antara kedua negara di lebih dari 10 sektor, di antaranya ada ekonomi, perdagangan, pertanian, industri, pembangunan dan lalu lintas. Ketika mengungkapkan potensi kerja sama bilateral, Lianys Torres Rivera, mantan Duta Besar (Dubes) Kuba di Vietnam menyatakan:

“Kedua negara perlu memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan. Kerja sama di sektor ini sangat penting, khususnya investasi. Kian ada banyak badan usaha Vietnam yang melakukan investasi ke Kuba. Kuba bisa berbagi pengalamannya kepada Vietnam seperti yang sudah dan sedang dilaksanakan dengan banyak negara di dunia. Kuba ingin menyerap banyak investor Vietnam baik di sektor negara maupun sektor swasta agar modal investasi memainkan peranan penting dalam perekonomian Kuba dan bisa memberikan sumbangan yang lebih banyak pada proses mengupdate pola ekonomi Kuba”.

Dibangun, dipupuk dan diuji dalammasa-masa sejarah yang paling sulit, hubungan Vietnam-Kuba merupakan harta benda yang tak ternilaikan harganya bagi usaha revolusi di masing-masing negara. Kunjungan resmi PM Republik Kuba, Manuel Marrero Cruz ke Vietnam sekali lagi menegaskan tekad pimpinan dua negara yakni membawa hubungan bilateral ke satu tahap perkembangan baru. 

Komentar

Yang lain